Kamis, 27 Maret 2014

[TOPONIMI] SEMINAR DAN PERTEMUAN KEDUA UNGEGN ASE DIVISION

[TOPONIMI] SEMINAR DAN PERTEMUAN KEDUA UNGEGN ASE DIVISION

Indonesia terpilih sebagai tuan rumah penyelenggaraan Seminar dan Pertemuan Kedua UNGEGN Divisi Asia Tenggara. Acara akan berlangsung di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 1-3 April 2014. Seminar akan menghadirkan berbagai pembicara baik dari dalam maupun dari perwakilan delegasi. UNGEGN yang merupakan singkatan United Nations Group of Experts on Geographical Names merupakan perkumpulan para pakar terkait dengan penamaan hingga pembakuan nama rupabumi atau nama geografis.

Nama sebagai identitas sekarang ini menjadi hal yang semakin dibutuhkan untuk dapat dikelola dengan baik. Di bidang pembangunan ekonomi, untuk membangun suatu wilayah dibutuhkan data kewilayahan yaitu nama wilayah ataupun kawasan yang akan dikembangkan serta dikelola dalam perencanaan berbasis ruang kebumian. Apabila nama rupabumi tidak terkelola dengan baik, maka akan menyesatkan dalam pengelolaan suatu kawasan dan salah informasi dalam penentuan pengembangan di bidang ekonomi. Hal ini sangat dimungkinkan terjadi di Indonesia mengingat banyak disambugitas nama, misal satu nama yang sama dapat merepresentasikan nama untuk wilayah administrasi kabupaten/kota, kecamatan, atau bahkan nama yang sama sebagai nama desa. Dapat pula nama yang sama berada pada wilayah yang berbeda, oleh karenanya tata kelola nama rupabumi yang baik merupakan bagian penting dalam tata pemerintahan yang baik (good governance).

Selain di dalam bidang ekonomi pembangunan, jika melihat wilayah Indonesia yang memiliki karakteristik bentang alam nan konon kabarnya erat berhubungan dengan kejadian bencana alam. Nama rupabumi kembali memiliki peranan yang penting.Terlebih banyaknya obyek alam di Indonesia yang bernama maupun yang bernama. Keunikannya ialah nama-nama tersebut acapkali mengandung arti yang berkaitan pula dengan kondisi fisik lahan wilayah tersebut. Silahkan cermati beberapa kejadian bencana alam, maka untuk pemberian bantuan atau menginformasi lokasi kejadian dibutuhkan nama yang tepat agar pemberian bantuan juga tepat sasaran. Oleh karena itu, nama rupabumi unsur alami yang terkelola dalam basisdata nama rupabumi sebagai bagian dari informasi geospasial dasar merupakan kunci suksesnya manajemen bencana.

Nama-nama wilayah kejadian bencana ataupun kejadian apapun muncul dengan begitu banyaknya di era global media seperti saat ini. Kemampuan menyimpan lokasi atau tag lokasi yang dilengkapi dengan foto yang terikat koordinat menjadikan informasi mengenai nama dan kejadian yang mengikutinya menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari pemberitaan di dunia massa elektronik maupun cetak, hingga hebohkan dunia maya secara global. Nama tempat menjadi hal yang seru untuk dibagikan kepada khalayak ramai di dunia maya dengan berbagai foto dan luapan kata yang mengekspresikan fenomena yang terjadi, dari bencana, suka dan duka fenomena sosial dan alam di muka bumi ini. Hal ini menjadikan nama sebagai data yang crowded alias ramai beterbangan dan melintas lalu di dunia digital. Penulisan nama suatu tempat pun menjadi beranekaragam dari penulisan formal, informal, hingga 4l4y :). Oleh karenanya tetap diperlukan satu informasi tunggal yakni nama rupabumi yang baku dari sisi posisi dan penulisannya yang diharapkan dapat menjadi acuan tunggal atau single spatial identifier reference.

Celoteh ini tidak berkaitan banyak dengan seminar dan pertemuan tersebut, setidaknya itulah lintas lalu pikiran ala fulan menanggapi seminar yang akan diselenggarakan.

Salam,
/app

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar