Senin, 20 Februari 2012

[InfoSpasial_Bencana] Gunung Semeru dalam Nama dan Peta

[InfoSpasial_Bencana] Gunung Semeru dalam Nama dan Peta

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung yang saat ini berada dalam status siaga berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dalam situsnya http://www.vsi.esdm.go.id/. Apabila membuka website tersebut maka di bagian sebelah kanan website dapat dilihat status gunungapi di Indonesia dan Gunung Semeru berada pada status siaga (Level 3) dengan kelap-kelip point warna oranye. Status siaga Gunung Semeru terhitung sejak tanggal 2 Februari 2012.
Gambar 1. Status Siaga Gunung Semeru (sumber: http://www.vsi.esdm.go.id/)
Di dalam website tersebut disampaikan pula secara detail informasi dan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dengan judul "Peningkatan Status G. Semeru dari Waspada menjadi Siaga". Berikut petikan rekomendasi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  (PVMBG) terkait status siaga Gunung Semeru:

Sehubungan dengan status Siaga G. Semeru maka direkomendasikan sebagai berikut:
  1. Masyarakat tidak melakukan aktifitas di wilayah sejauh 4 km di seputar lereng tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif G. Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas.
  2. Saat letusan/hembusan dari Kawah Jongring Seloko sering terjadi lontaran material vulkanik berupa batu/batu pijar, maka para pendaki/pengunjung dilarang mendekat kawah dalam radius 1 km dari Kawah Jongring Seloko.
  3. Berpotensi terjadinya guguran awan panas dengan jarak luncur lebih dari 5 km dan masih banyak endapan material vulkanik lepas di sekitar kawah dan puncak, maka jika terjadi hujan di daerah puncak masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan yang beraktifitas di dalam Sungai Besuk Kembar, Besuk Kobokan dan Besuk Bang harap selalu berhati-hati karena dapat terancam bahaya aliran lahar.
  4. Masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing isu-isu terkait dengan aktivitas G. Semeru yang tidak jelas sumbernya. Untuk itu masyarakat dapat berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Semeru di G. Sawur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Bandung.
  5. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang harap melakukan sosialisasi ke masyarakat yang berada di Dudun Supit, Rawa Baung dan yang beraktifitas dan bermukim di bantaran Besuk Kembar. Besuk Kobokan dan Besuk Bang  agar siap siaga mengantisipasi jiga terjadi erupsi G. Semeru berupa guguran awan panas secara tiba-tiba.
  1. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Malang dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Gambar 2. Potret Gunung Semeru (sumber: http://kabarlumajang.net/berita-985-status-siaga-semeru-bisa-luncurkan-wedhus-gembel-4-km.html)
Berdasarkan informasi dan/atau rekomendasi di atas sekiranya warga sekitar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas sejauh 4 km di seputar lereng Gunung Semeru. Selain mengeluarkan informasi lengkap dan detil terkait status suatu Gunung, PVMBG juga mengeluarkan peta kawasan rawan bencana. Gambar 3 di bawah ini merupakan cuplikan peta kawasan rawan bencana (krb) gunung semeru. Lingkaran warna merah merupakan buffer 5 km dari puncak gunung semeru dan berdasarkan tulisan di legenda bahwa kawasan tersebut rawan terhadap lontaran batu (pijar) dan hujan lebat.  Garis warna kuning adalah daerah rawan terhadap hujan abu dan kemungkinan lontaran batu (pijar). Warna merah berpola dari puncak dan mengikuti aliran sungai adalah kawasan rawan III yakni area yang sering terlanda awan panas, aliran lava, lontaran atau guguran batu (pijar).

Untuk mengakses peta, silahkan klik link dari bnpb http://geospasial.bnpb.go.id/category/peta-tematik/gunungapi-peta-tematik/

Gambar 3. Cuplikan Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru (sumber: KRB Gunung Semeru PVMBG)
Untuk melihat gambaran 3 dimensi dari kawasan rawan bencana yang ditumpangkan di atas citra satelit landsat dengan data SRTM sebagai layer ketinggiannya, berikut gambaran yang diolah oleh penulis.

Gambar 4. Tampilan 3 Dimensional Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru (sumber: aji putra perdana, 2011)
Sebuah penelitian mengenai pengembangan basisdata nama-nama rupabumi untuk menunjang pengelolaan bencana gunung semeru telah dilakukan dan membuahkan beberapa hasil sebagai berikut:
1. Basisdata nama rupabumi wilayah Kabupaten Lumajang yang termasuk dalam kawasan rawan bencana gunung semeru (Gambar 5 dan 6).
2. Geo-visualisasi dari nama-nama rupabumi dalam peta dan web-gis (Gambar 7).
3. Distribusi nama-nama rupabumi yang berada dalam kawasan buffer 5 km dan 8 km Gunung Semeru dan Analisanya (Gambar 8 dan 9).
4. Lokasi Evakuasi dan Pos Pengamatan yang berdasarkan kegiatan lapangan (Gambar 10).
Gambar 5. Daftar nama-nama rupabumi di Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru (sumber: Santoso, W.E., Martha, S., and Perdana, Aji P. 2011)
Gambar 6. Daftar nama-nama rupabumi di Kawasan Rawan Bencana Gunung Semeru (sumber: Santoso, W.E., Martha, S., and Perdana, Aji P. 2011)
Gambar 7. Geovisualisasi Nama-nama rupabumi dalam Peta dan Webgis (sumber: Santoso, W.E., Martha, S., and Perdana, Aji P. 2011)
Gambar 8. Sebaran nama rupabumi dalam kawasan rawan bencana dan buffer 5 km dan 8 km (sumber: Santoso, W.E., Martha, S., and Perdana, Aji P. 2011)
Gambar 9. Nama rupabumi wilayah administrasi yang berada dalam buffer 5 km dan 8 km (sumber: Santoso, W.E., Martha, S., and Perdana, Aji P. 2011)
Gambar 10. Sebaran Lokasi Evakuasi dan Pos Pengamatan Gunung Semeru berdasarkan cek lapangan ( (sumber: Santoso, W.E., Martha, S., and Perdana, Aji P. 2011)

Hasil penelitian di atas merupakan hasil kajian yang menunjukkan bahwa diperlukannya nama-nama rupabumi yang akurat dan konsisten penulisannya sesuai dengan kaidah dan prinsip-prinsip penulisan nama rupabumi. Nama rupabumi atau nama geografi atau toponim merupakan bagian dari informasi geospasial dasar (peta rupabumi Indonesia) dan nama-nama ini dipergunakan dalam penyusunan informasi geospasial tematik (peta tematik seperti peta kawasan rawan bencana dan lain sebagainya), sehingga peletakan nama sesuai dengan letak unsur rupabumi sesuai kaidah toponimi dan penulisannya yang benar sangatlah dibutuhkan. Hal tersebut diharapkan dapat terwujud sehingga informasi kebencanaan berbasis geospasial tidak akan menyesatkan dan membingungkan dalam pengelolaan bencana.

Untuk membangun basisdata nama rupabumi semestinya dilakukan verifikasi dan/atau validasi berbagai unsur nama rupabumi yang terdapat di wilayah kajian, baik itu unsur alami maupun unsur buatan. Seperti contohnya, nama gunung, pulau, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, bangunan, jalan dan lain sebagainya sesuai dengan skala peta atau sumber data geospasial dasar yang dipergunakan. Informasi mengenai nama ini memerlukan informasi yang lengkap dari penduduk lokal dan terlebih oleh warga yang mengetahui sejarah dari suatu nama karena pada dasarnya nama diberikan kepada suatu obyek/fenomena di permukaan bumi ini ada sebab musababnya atau ada asal muasalnya alias tidak asal-asalan.

Sebuah analisa keruangan dilakukan untuk mempertajam informasi yang dimiliki oleh suatu nama rupabumi, sehingga nama rupabumi menjadi pintu utama untuk masuk ke berbagai informasi terkait kebencanaan yang terjadi di suatu wilayah di permukaan bumi. Basis data nama rupabumi yang sinkron dengan data geospasial dasar dapat menjadi sebuah informasi geospasial dasar yang komprehensif dan berdayaguna untuk penanganan bencana dan manajemen wilayah.

Sekian dan Semoga Bermanfaat.
Salam Geospasial Untuk Negeri,
 -----------------------------------
Terimakasih sudah Membaca :),
Aji Putra Perdana

3 komentar:

  1. bang admin,. boleh minta emailnya ?? saya ada sedikit pertnyaan seputar GIS,.
    terimaksih sblmnya bang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo pak/mas/bang/bung/mbak/kak/bu...silahkan kirim komen disini :), insyaAllah mari berbagi...

      Hapus
  2. bang infonya lengkap, doain ane ya bang untuk bulan oktober ini saya mau trekking, mohon sarannya :)

    BalasHapus