Minggu, 05 Juni 2011

Google pun Pantau Demam Berdarah Dengue

Google pun Pantau Demam Berdarah Dengue

Google demikianlah namanya dan sudah menjadi sajian utama tatkala kita mulai memasuki dunia maya dan hendak mencari atau menelusuri kata kunci untuk membuka pintu dunia informasi. Sumbangsihnya di dunia maya saat ini cukup membantu kita dalam menemukan berbagai tulisan, gambar, grafik, tabel hingga peta yang bisa dijadikan referensi, bacaan ataupun yang bisa termanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan hidup (dimana kini kita tergantung pada teknologi informasi dan komunikasi).

Berbicara kebutuhan hidup tentusaja, kesehatan menjadi aspek utama bagi kita untuk bisa bertahan hidup. Lawan dari sehat ialah sakit dan berbagai penyakit terus berkembang hingga kini, hingga beberapa belum juga ditemukan bagaimana untuk mengatasinya secara baik dan benar (kayak EYD aja :)). Salah satu penyakit yang hingga saat ini masih dicari berbagai upaya dan telah dilakukan berbagai metode pemberantasan atau pengendalian agar menekan angka kesakitan ialah demam berdarah dengue.

Apa itu demam berdarah dengue dan sudah sejauh mana penanganan yang dilakukan oleh Pemerintah (Dinas Kesehatan), Puskesmas, Masyarakat, hingga lembaga swadaya masyarakat ataupun CSR dari perusahaan-perusahaan, silahkan googling yaw :). Bicara telusur dengan fasilitas google telah dimanfaatkan oleh Google dalam upayanya membantu memantau Demam Berdarah Dengue. Pendekatan trend query ini telah dilakukan Google saat sedang boomingnya flu wabah Flu melalui Google Pantau Flu Dunia (http://www.google.org/flutrends).

Berikut klaim dari Google terkait keakuratan dari manfaat telusur Google dan sejauh mana Google pantau Demam Berdarah Dengue:
Pada bulan November 2008, kami meluncurkan Google Pantau Flu Dunia berdasarkan penemuan kami bahwa tren kueri penelusuran teragregasi dapat memberikan perkiraan yang akurat tentang flu. Jurnal Nature menerbitkan hasil dan metodologi kami.

Kami juga menemukan hubungan erat antara berapa banyak orang yang menelusuri topik terkait demam berdarah dan berapa banyak orang yang sebenarnya mengalami gejala demam berdarah. Tentu saja, tidak setiap orang yang menelusuri "demam berdarah" benar-benar sakit, tetapi sebuah pola muncul saat seluruh kueri penelusuran terkait demam berdarah ditambahkan secara bersama. Kami membandingkan perhitungan kueri kami dengan sistem pengawasan demam berdarah tradisional dan menemukan bahwa banyak kueri penelusuran cenderung populer tepat ketika musim demam berdarah terjadi. Dengan menghitung seberapa sering kami melihat kueri penelusuran ini, kami dapat memperkirakan berapa banyak demam berdarah beredar di negara dan wilayah berbeda di seluruh dunia.
sumber: http://www.google.org/denguetrends/about/how.html


Manfaat dari perkiraan yang dilakukan oleh Google ini ialah untuk membantu petugas kesehatan ataupun rekan-rekan yang peduli dengan Demam Berdarah Dengue untuk lebih bisa menghadapi epidemi dan pandemi musiman dengan lebih baik.

Berikut komparasi atau perbandingan Google Pantau Demam Berdarah Dengue dengan data dari Indonesia:
Google Pantau Demam Berdarah Dengue (DBD), mari kita pantau DBD via Google :)

Salam Nyamuk,

app

Aji Putra Perdana
*berbahasa dalam kata yang berlari seenaknya sendiri, tanpa ada maksud tersembunyi hanyalah sekedar berbagi*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar