Jumat, 06 Mei 2011

(Toponimi) Nama rupabumi, Apakah UU-IG akan membuatmu bangkit atau tenggelam?

(Toponimi) Nama rupabumi, Apakah UU-IG akan membuatmu bangkit atau tenggelam?

Lahirnya Undang-undang Nomer (tulis: Nomor) 4 tentang Informasi Geospasial sebagai sebuah Undang-undang Pertama tentang Kebumian adalah sebuah peluang dan tantangan, layaknya Undang-undang lainnya yang sudah disahkan.

Dalam Bab I Ketentuan Umum Pasal 1
12. Peta Rupabumi Indonesia adalah peta dasar yang memberikan informasi secara khusus untuk wilayah darat.
13. Peta Lingkungan Pantai Indonesia adalah peta dasar yang memberikan informasi secara khusus untuk wilayah pesisir.
14. Peta Lingkungan Laut Nasional adalah peta dasar yang memberikan informasi secara khusus untuk wilayah laut.
Itu semua adalah peta, yang konon katanya ialah informasi geospasial itulah namanya. Dalam kesemua peta yang disebutkan di atas di dalamnya tentusaja memuat teks atau anotasi dalam peta yang dikenal dengan nama rupa bumi. Tidak ada nama rupa bumi maka peta itu buta, seperti saat kita di waktu duduk di bangku Sekolah Dasar dimana guru geografi meminta kita untuk melihat peta buta dan menyebutkan nama wilayah yang yang ditunjuk oleh ibu budi maupun bapak budi (baca: bapak ibu guru).

Tak ada nama bagaimana kita bisa saling kenal? Karena nama adalah identitas diri untuk suatu obyek, nama itu tidak hanya dimiliki oleh manusia. Bahkan pulau-pulau itu pun perlu nama, jika tidak ingin pulau itu direbut oleh negara tetangga. Benda itupun butuh nama jika ingin dikenal dan dipasarkan. Coba bayangkan jika kita hidup tanpa nama, maka akan muncul seperti di sebuah film jackie chan dimana dia sempat hilang
ingatan dan diberi nama sementara ialah 'tiada nama'.

Kembali sampai pada halaman ke-5 dari UU-IG tertulis dan terbaca mengenai Informasi Geospasial Dasar yang meliputi jaring kontrol geodesi dan peta dasar. Yang akan dicermati disini ialah peta dasar dimana di dalamnya memuat nama rupabumi. Dalam pasal 7 disebutkan bahwa ada 3 peta dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b berupa Peta Rupabumi Indonesia; Peta Lingkungan Pantai Indonesia; dan Peta Lingkungan Laut Nasional. Sebagaimana telah dikupas di paragraf atasnya bahwa ketiga peta dasar tersebut akan buta tanpa adanya nama rupabumi.

Hal tersebut semakin diperkuat dalam Pasal 12 huruf d yakni nama rupabumi sebagai bagian dari sebuah peta dasar, selain garis pantai, hipsografi,perairan, batas wilayah, transportasi dan utilitas, bangunan dan fasilitas umum, dan penutup lahan. Ini menunjukkan bahwa perlunya dan sangat pentingnya nama rupabumi diperhatikan oleh Badan Informasi Geospasial disingkat BIG (saat ini BAKOSURTANAL).

Nama rupabumi menjadi salah satu bagian yang penting dalam sebuah peta dasar. Contoh sederhana, ketika teman-teman berada dalam suatu daerah dan dalam kondisi tersesat, pasti teman-teman berusaha mencari nama daerah tersebut (bagian dari nama rupabumi). Contoh lain, ketika rekan-rekan mengakses Google Earth tentunya kita akan mengetikkan nama daerah yang kita cari (bagian dari nama rupabumi). Apabila informasi nama rupabumi itu diabaikan maka informasi itu seakan tidaklah bermakna. Karena pemberian sebuah nama untuk suatu wilayah tentunya ada makna di dalamnya, ada sejarah di baliknya, ada perjalanan yang menghidupinya (contoh: http://ajiputrap.blogspot.com/2011/04/toponimi-nama-itu-indonesia.html).


Berlari ke halaman 8 dan menemukan Pasal 15 mengupas Nama rupabumi.Nama rupabumi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf d dikumpulkan dengan menggunakan tata cara pengumpulan nama rupabumi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Celetuk kang toponim: "mari kita tunggu pelaksanaannya, lalu lihat bagaimana koordinasinya dengan Tim Nasional dan Panitia Pembakuan Nama Rupabumi di Indonesia?, kedua akankah BIG mampu membantu PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI di INDONESIA karena sebenarnya Bakosurtanal merupakan bagian penting dari TIM NASIONAl tersebut, sedangkan perhatian terhadap nama rupabumi itu kecil *nyatadanironi*, ketiga konon katanya toponimi adalah bagian dari good governance (tata kepemerintahan yang baik) bagi tertibnya administrasi negara bahkan akan sangat membantu dalam perencanaan pembangunan, tata ruang, kebencanaan dan lain sebagainya ?"

Walhasil, kita menanti kebijakan yang terjadi di kalangan geospasial Indonesia yang masih peduli dengan Toponimi atau Nama Rupabumi di Indonesia.

We'll see...Kita lihat saja perkembangannya...

*sekedar berbagi; dipersembahkan untuk mengenang Prof. Jacub Rais (menjelang 40hari wafatnya beliau) dan lahirnya Undang-undang No. 4 tentang Informasi Geospasial (dimana di dalamnya memuat nama rupabumi sebagai bagian dari peta dasar yang menjadi informasi geospasial dasar).

Salam,

Aji Putra Perdana
*berbahasa dalam kata yang berlari seenaknya sendiri, tanpa ada maksud tersembunyi hanyalah sekedar berbagi*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar