Kamis, 05 Mei 2011

LandCoverClimateChange-Area terbangun, peningkatan suhu?

Area terbangun, peningkatan suhu?

Postingan kali ini sekedar menulis sepintas lalu seperti biasanya dan kebiasaan yang sudah ada sebelum-sebelumnya. Jika postingan sebelum-sebelumnya mengupas mengenai "perubahan iklim terkait data dan upaya", dilanjut dengan selingan "dolanan google ala bubble poto", kemudian sekedar tangkapan (baca: capture) "perubahan lahan pesisir di Jakarta dari Tahun 1972 dibandingkan dengan tahun 2010", maka postingan kali ini melanjutkan kisah berdasarkan potret dari angkasa yakni meningkatnya jumlah dan luasan area terbangun, apakah berhubungan dengan peningkatan suhu?

Menggunakan data citra satelit Landsat7 ETM+ dengan saluran 61 yang dipanaskan dalam formula transformasi radian menuju suhu kelvin lalu dikonversi ke dalam celsius (Gambar 1). Dihasilkanlah potret suhu permukaan lahan di daerah Jakarta dan sekitarnya (Gambar 2) yang menunjukkan hawa panas di daerah perkotaan atau areal terbangun dan hawa yang sejuk nan menghijau di area yang memiliki hijau-hijauan, baik areal terbuka hijau maupun yang mempunyai indeks vegetasi sedang hingga tinggi.

Gambar 1. Formula konversi radian ke temperature (Kelvin), dari berbagai sumber

Gambar 2. Urban Land Cover versus Urban Heat Island--> perubahan area terbangun dengan naiknya suhu permukaan-->kenaikan suhu udara --> perubahan iklim?
Sumber: pengolahan data Landsat dan tangkapan gambar dari Google Earth, 2011

Hasil tersebut kemudian dioverlaykan ke dalam Google Earth untuk mendapatkan perbandingan suhu dari citra landsat dengan kondisi area terbangun yang terekam pada kumpulan citra di Google Earth yang konon katanya merupakan data citra tahun 2010an. Sekedar komparasi sederhana untuk melihat, adanya sumbangsih suhu udara dari urban area atau banyak peneliti menyebutnya sebagai fenomena urban heat island (UHI).

Adanya perubahan temperatur ini merupakan salah satu indikasi perubahan iklim dan hal ini terkait pula dengan perubahan penggunaan lahan/penutup lahan. UHI di kota-kota besar (Bandung, Semarang, Surabaya) di Indonesia telah dikaji oleh peneliti dari LAPAN menggunakan citra Landsat bahwa bertambahnya luas lahan terbangun menjadi penyebab meluasnya UHI dengan bertambahnya luas area yang bersuhu tinggi. Lalu bagaimana dengan Jakarta? *silahkan amati sendiri :)

Wilayah terbangun semakin meluas, tidak hanya di wilayah pesisir, daerah tengah suatu DAS bahkan hingga di hulu atau daerah atas yang konon hijau kini menjadi merah meriah.

Gambaran di atas adalah potret kecil saja dari banyak perubahan yang telah terjadi...


Salam,

Aji Putra Perdana
*berbahasa dalam kata yang berlari seenaknya sendiri, tanpa ada maksud tersembunyi hanyalah sekedar berbagi*

1 komentar: