Rabu, 11 Mei 2011

(GeospatialIntelijen) Deteksi Osama, benarkah bahwa data dan informasi geospasial digunakan di dalamnya?

(GeospatialIntelijen) Deteksi Osama, benarkah bahwa data dan informasi geospasial digunakan di dalamnya?

Penggunaan data dan informasi geospasial sudah berkembang cukup pesat seiring dengan perkembangan teknologi informasi geospasial dan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu kebumian yang diintegrasikan dengan berbagai keilmuan lainnya yang mendukung. Salah satu yang sedang menjadi topik pembicaraan di tingkat nasional hingga internasional ialah terorisme. Meskipun kurang begitu jelas, terorisme seperti apakah yang 'sejatinya' terjadi.

Benarkah itu terorisme ideologi ataukah sekedar propaganda dan pengalihan kata teror sesungguhnya. Tulisan kali ini tidak akan mengupas ataupun bersinggungan langsung dengan hal tersebut, ini hanyalah pintasan lalu saat membaca berita yang diulas dalam majalah online berlangganan terkait geospasial. Di dalamnya ada satu tulisan pembuka yang menarik tentang pemanfaatan geospasial, terutama kejadian di India yakni pemanfaatan satelit untuk melacak hilangnya helikopter yang membawa menteri dan di Pakistan yakni lokasi Osama bin Laden di Abbotabad, Pakistan.

Bayangkan saja, India sampai meluncurkan tiga satelitnya untuk melacak keberadaan helikopter tersebut? Lalu bagaimana dengan satelit kita untuk melacak orang hilang? *grombyang
India: The Indian Space Research Organisation (ISRO) deployed three satellites, Kalpana-1, Resourcesat-1 and Resourcesat-2, to search for the missing chopper of Dorjee Khandu, Chief Minister, Arunachal Pradesh, India.
Yang kedua dan terkait dengan geospasial untuk intelijen yakni adanya publikasi yang konon katanya Osama sudah di-tracing menggunakan teknologi geospasial dengan analisa biogeografi oleh seorang geograf. Sebuah aplikasi ilmu kebumian dikombinasi dengan hasil jepretan satelit penginderaan jauh untuk deteksi keberadaan seseorang berdasarkan pergerakan dan keberadaannya semasa aktivitas hidupnya. Thomas, demikian namanya menggunakan teori 'island biogeografi' dengan pendekatan multitingkat dari analisa global, regional hingga tingkat lokal. Berikut petikan beritanya:
US: The end of one of the most dangerous terrorist, Osama bin Laden, justified the theory of UCLA geographer Thomas Gillespie and raised a debate that Osama could have been found faster if the CIA had followed the advice of ecosystem geographers from the University of California, Los Angeles.
Ingin membaca tulisannya silahkan akses finding bin laden. Bagaimana pendapat Anda, apakah benar kajian geospasial dengan teori biogeografi serta analisa SIG bisa membantu kita dalam menemukan apa yang kita cari? Lalu apakah dunia intelijen kita berspasial dalam mencari *sekarangsedangmulai*? Silahkan tuangkan dalam imajinasi Anda dan wujudkan aplikasinya secara ruang dan waktu #oranyambungyow?hehe


Lokasi Abbottabad:



Salam,

Aji Putra Perdana
*berbahasa dalam kata yang berlari seenaknya sendiri, tanpa ada maksud tersembunyi hanyalah sekedar berbagi*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar