Selasa, 19 April 2011

Perjalanan Teknologi Survey Pemetaan ke Teknologi Informasi Geospasial

Perjalanan Teknologi Survey Pemetaan ke Teknologi Informasi Geospasial

Gambar1. Buku "INFRASTRUKTUR INFORMASI GEOSPASIAL NASIONAL"

Sebuah catatan ringan yang bersumber dari Kata Pengantar dan Bab I sebuah Buku berjudul "INFRASTRUKTUR INFORMASI GEOSPASIAL NASIONAL" karya Prof. Dr. Ir. Jacub Rais, M.Sc terbitan BAKOSURTANAL.

Beliau mengantarkan buku ini dengan rangkaian kata awal berupa apa itu "Data Spasial" dilanjutkan dengan sifat keruangan di Bumi yang kini dikenal dengan istilah "Geospasial" sebagai kosakata baru dalam era teknologi informasi. Informasi tersebut juga ada secara absolut di Bumi melalui sistem koordinat "geodetik", adanya satelit GPS membantu menentukan posisinya yang teliti di Bumi ini. Dilanjutkan dengan perlunya koordinasi pemetaan di Indonesia (sejarah dibentuknya BAKOSURTANAL).

Ada hal yang sangat menarik yakni penjelasan mengenai asal usul istilah "data spasial" pada Kata Pengantar Buku ini. Banyak yang mengira bahwa istilah data spasial merupakan nomenklatur yang diciptakan oleh para profesi pembuat peta, tetapi yang sebenarnya istilah data spasial justru datang dari para ahli statistik dunia dan para perencana regional dunia yang berkumpul di suatu kota kecil Perancis Saint-Maximin 24-28 Mei 1971. Kala itu, mereka merasa bahwa data statistik yang selama ini dipergunakan dalam perencanaan tidaklah cukup untuk mengambil keputusan mengenai alokasi dan lokasi sumberdaya alam, sehingga diperlukan adanya data yang "berdimensi spasial" bukan data statistik semata. Kemudian dimunculkanlah istilah "Data Banks for Development" (1971) untuk data berdimensi spasial, yang selanjutnya berkembang menjadi "Geographic Data Handling" (1975) kemudian menjadi Geo-referenced Information System (1980) dan seterusnya GIS, dan sebagainya.

Itulah sekelumit kata pengantar, dilanjut ke Bab I yang mengambil judul "Pengembangan Teknologi Survei dan Pemetaan ke Teknologi Informasi Geospasial". Sewaktu membaca Bab I ini seakan dibawa ke dalam sebuah perjalanan ruang dan waktu dari informasi geospasial, data geospasial hingga infrastruktur data spasial.

Alkisah, sejak revolusi industri pertama di pertengahan abad ke-18 hingga kini dunia telah memasuki revolusi ke-5 yaitu revolusi industri informasi dan komunikasi yang telah menguasai seluruh aktivitas kehidupan manusia. Saat ini hampir semua sektor telah bergelut untuk membangun informasi geospasial sesuai kebutuhan masing-masing dalam berbagai tingkatan baik lokal, nasional bahkan internasional.

Dalam Bab I ini, Beliau menuliskan pengertian mengenai Informasi dan Data Geospasial dalam bahasa kebumian. Informasi geospasial adalah informasi yang terkait ruang muka bumi maupun ruang di bawah muka bumi, seperti informasi tentang sumberdaya mineral, minyak dan gas bumi serta peristiwa yang terjadi di muka bumi/di bawah muka bumi. Data Geospasial adalah data yang terpetakan atau ter-rekam secara keruangan, seperti peta, citra dari udara dan ruang angkasa.

Di era pra satelit, informasi geospasial disajikan di atas daun papyrus (kebudayaan Mesir Kuno di lembah Nile), di atas tablet tanah liat (Euphrat dan Tigris di lembah Mesopotamia) dan di masa Kerajaan Romawi dengan peta-peta di atas marmer. Sejak penemuan bahan kertas di Cina hingga ketrampilan membuat kertas menjalar ke Jepang dan baru pada tahun 1276 pabrik kertas pertama dibangun di Eropa.

Sejarah satelit, dimulai sejak peluncuran satelit sumberdaya alam ERTS-1 (Earth Resources Technology Satellite) di tahun 1972 dengan resolusi spasial 80 meter, hingga kini dunia telah menghadapi informasi dengan ketelitian hinggga 0,5 meter-1meter dari satelit WorldView-2, Quickbird, IKONOS, dsb. Informasi geospasial ini telah membantu manusia dalam peningkatan manajemen dan perlindungan ruang hidup manusia dengan efektivitas dan efisiensi dalam pembangunan ekonomi dari sumberdaya.

Resolusi di atas mensyaratkan data geospsial yang dapat dipercaya dan dengan biaya yang dapat dijangkau, dapat diakses secara tepat waktu dan efisien sebagai bagian dari realisasi janji-janji "information society". Hal tersebut apabila kita melihat berita yang sedang booming sekarang yakni disahkannya RUU IG menjadi UU IG: UU No. 4 Tahun 2011 tentang informasi geospasial.

Terkait informasi untuk umum tersebut, maka perlu adanya infratruktur informasi, termasuk infrastruktur data geospasial sebagai fasilitas jasa data Geospasial yang terstruktur. Berkembangnya infrastruktur geospasial menjadi terpacu oleh berkembangnya teknologi dijital (komputer) dan telekomunikasi.

---usai---


Untuk lebih lanjutnya silahkan akses langsung Buku "Infrastruktur Informasi Geospasial Nasional" tersebut.


Salam,

Aji Putra Perdana
*sedang belajar apa itu informasi yang berbau ruang dan waktu*

2 komentar:

  1. mas.. bukunya dijual dmn aja?
    tmn sy butuh ini buku. ada nomor g yg bs kontak?

    BalasHapus
  2. coba datang ke perpustakaan bakosurtanal, mungkin bisa pinjam di sana. kalau dijualnya dimana saya kurang tahu.

    Perpustakaan Bakosurtanal - http://www.lib-bakosurtanal.net/
    Gd. E Lantai 1
    Jl. Raya Jakarta-Bogor Km.46
    Cibinong 16911, Indonesia
    Telp. (021) 8752062 ext. 3714, 3717
    Fax. (021) 8763856

    BalasHapus