Jumat, 26 November 2010

(Peta) Bahaya Merapi versi 2 Dunia

(Peta) Bahaya Merapi versi 2 Dunia

Kembali lagi bersama pantauan Merapi ala kadarnya, menatap indahnya dunia maya tentu sangatlah menyenangkan apabila berkunjung ke beberapa situs ataupun blog lainnya. Membaca text berjalan di salah satu stasiun TV swasta yang menuliskan bahwa "BNPB (mengatakan) : tanggap darurat Merapi hingga tanggal 9 Desember 2010". Hal ini membuat rasa penasaran kembali muncul untuk melihat bagaimana update (peta) dari 3 dunia. Sangatlah disayangkan geospasial BNPB tidak bisa diakses pagi ini (26 11 2010 pukul 09.00 WIB) yang dimungkinkan karena overload (too many peoples in the geospatial world access this site) - muncul tulisan Fatal error: Out of memory ......

Walhasil, pagi ini hanya bisa menatap (Peta) Bahaya Merapi versi 2 Dunia yakni Peta Partisipatif Forum PRB dan Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) .

Mari mulai dengan Peta Partisipasi, di dalam peta berbasis web dengan background data dari googlemaps tampaklah dua tab tambahan yakni Data dan Legenda. Jika kita melakukan klik pada Legenda maka akan muncul informasi keterangan mengenai layer-layer atau gambar yang tersaji pada peta ini. Jika kita meng-klik pada Data, maka akan muncul dua opsi tab yakni data posko dan data layer. Lanjutkan dengan memilih pada data layer, maka akan tampillah di situ POSKO dengan Damage Loss Assessment (menjawab pertanyaan postingan sebelumnya http://ajiputrap.blogspot.com/2010/11/akhirnya-datang-juga-peta-kerusakan.html) , ada pula Lapis data dasar dan Lapis data tematik (bukan lapis legit loch :)...).

Di dalam POSKO - Damage Loss Assessment, terdapat opsi layer :

Lapis data dasar terdiri dari :
  • Sungai Utama
  • Gunung
  • Desa Masuk Radius Ancaman per 19/11
Lapis data tematik terdiri dari beberapa layer-layer berikut:
  • Demografi
  • KRB Merapi Pre Erupsi 2010 (sumber:BPPTK)
  • Ancaman Banjir Lahar Dingin (sumber:PU)
  • Lokasi Sabo Cek Dam (sumber:PU)
  • Ancaman Tanah Longsor (sumber:Dir. Geologi)

Gambar PrinctScreen website Peta Partisipatif PRB

Kurang lebih itulah gambaran update (Peta) Bahaya Merapi versi partisipasi. Lalu bagaimana dengan versi blogspot ala cybergisforum ? Ternyata di dalam postingannya KLMB Fakultas Geografi UGM mengeluarkan (Peta) Bahaya Merapi (Hipotetik). Apa itu Hipotetik ??? Tidak ada penjelasan di dalam postingannya mengenai apa yang mendasari pembuatan peta tersebut dan apa itu Hipotetik?.

Fulan berkata : 'maksudnya itu baru Peta Hipotetik, sehingga masih perlu dilakukan kajian mendalam untuk mengukur atau mengetahui potensi bahaya yang mungkin terjadi. kalau tidak salah. Btw busway anyway, daripada salah saya searchingkan di internet dan berikutlah penjelasan apa itu Hipotetik. Hipotetik itu termasuk salah satu dari Silogisme. Silogisme merupakan suatu penalaran yang formal. Secara singkat silogisme dapat dituliskan

JikaA=B dan B=C maka A=C

Silogisme terdiri dari ; Silogisme Katagorik, Silogisme Hipotetik dan Silogisme Disyungtif.

Silogisme Hipotetik

Silogisme Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.

Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:

1. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent, seperti:

Jika hujan, saya naik becak.

Sekarang hujan.

Jadi saya naik becak.

2. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagiar konsekuennya, seperti:

Bila hujan, bumi akan basah.

Sekarang bumi telah basah.

Jadi hujan telah turun.

3. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent, seperti:

Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka

kegelisahan akan timbul.

Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa,

Jadi kegelisahan tidak akan timbul.

4. Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti:

Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah Pihak penguasa tidak gelisah.

Jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan.

Hukum-hukum Silogisme Hipotetik

Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting di sini dalah menentukan ‘kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar.

Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen .engan B, jadwal hukum silogisme hipotetik adalah:

1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.

2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)

3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)

4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.

Kebenaran hukum di atas menjadi jelas dengan penyelidikan

berikut:

Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi

Nah, peperangan terjadi.

Jadi harga bahan makanan membubung tinggi.( benar = terlaksana)

Benar karena mempunyai hubungan yang diakui kebenarannya

Bila terjadi peperangan harga bahan makanan membubung tinggi

Nah, peperangan terjadi.

Jadi harga bahan makanan tidak membubung tinggi (tidak sah = salah)

Tidak sah karena kenaikan harga bahan makanan bisa disebabkan oleh sebab atau faktor lain.


Berikut tertulis di dalam blognya mengenai bahaya Merapi (hipotetik) :

Semoga bermanfaat. (sumber : pubdok/CGF)

Demikian pantauan iseng hari ini, tulisan di atas sebagian besar merupakan cuplikan alias tampil ulang dari berbagai sumber yang telah disebutkan ditambah sedikit sekali ulasan.

Salam,
app (aji pantau peta)

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*cuman mantau peta-peta gaweane para pemeta) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!


Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/
diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Kamis, 25 November 2010

(Potret) Merapi dan (Potret) Krakatau

Eruption at Mount Merapi, Indonesia

Posted November 17, 2010
Eruption at Mount Merapi, Indonesia
download large image (2 MB, JPEG) acquired November 15, 2010
download GeoTIFF file (52 MB, TIFF) acquired November 15, 2010
download Google Earth file (KML)

Dapat dilihat pada Gambar erupsi Gunung Merapi di atas adanya beberapa obyek yang cukup jelas ditunjukkan dengan text dan garis penunjuknya. Di bagian atas ditunjukkan lokasi Gunungapi Merapi dan adanya awan yang menutupi Gunungapi Merapi abu vulkanik yang mengarah ke barat. Ditunjukkan pula dua sungai yang berhulu di Gunungapi Merapi yakni Sungai/Kali Gendol dan Sungai/Kali Woro dimana terlihat sungai yang tidak berair lagi atau kering dan tertutup pasir. Tampak adanya sebuah pola garis cacing atau ular berkelok-kelok mengumpul yakni lapangan golf dan tepat di atasnya ialah area yang terkena dampak erupsi Gunungapi Merapi. Vegetasi-vegetasi rusak akibat terkena awan panas serta ditunjukkan pula aliran piroklastik / deposit lahar dingin Gunungapi Merapi.

Dalam situsnya yang memuat Gambar Gunungapi Merapi tersebut di atas sebagai image of d-day untuk tanggal 17 November 2010 (dimana gambar citra satelit adalah citra ASTER yang dibawa satelit Terra milik NASA), NASA menjelaskan bahwa:

Bahaya utama selama letusan yang terjadi di Gunungapi Merapi yaitu aliran piroklastik. Longsoran gas vulkanik panas,abu, dan batuan ini turun dengan cepat dan keras, kadang-kadang pada kecepatan lebih dari 150 kilometer (90 mil) per jam. Aliran piroklastik ini biasanya disalurkan mengikuti kondisi medannya, namun arus besar dan keras menyebabkan dapat menyebar pada area/wilayah yang luas.

Gambar satelit dengan komposit warna semua dari instrumen ASTER pada satelit Terra NASA menunjukkan bukti aliran yang besar di sepanjang Sungai Gendol selatan Gunung Merapi. Deposito vulkanik berwarna abu-abu cerah (baik dari aliran piroklastik atau lahar) mengisi aliran sungai Gendol. Hanya utara Merapi Golf Course (obyek warna merahcerah) adalah daerah yang lebih luas di mana aliran piroklastik tersebar di seluruh lanskap, menyebabkan kehancuran hampir total. Dalam hal ini daerah abu-abu gelap, sebagian besar pohon rusak dan tanah dilapisi dengan abu dan batu. Deposito arus sebagian besar dikelilingi oleh vegetasi sehat, berwarna merah cerah. Abu berwarna abu-abu cerah meluas ke arah barat gunungapi Merapi, mengikuti arah angin yang bergerak. Dekat pusat abu, hujan abu yang tebal telah dilapisi ladang dan hutan, mewarnai mereka dari merah kusam menjadi abu-abu.

References

  1. Digital Globe. (2010, November). Mount Merapi, Indonesia. Accessed November 15, 2010.
  2. USGS. (n.d.) Pyroclastic Flows and Pyroclastic Surges. Accessed November 15, 2010.

Source : http://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=46975


---- Selain Gunungapi Merapi, NASA juga memantau dan menjadikan Gunung Krakatau, Indonesia sebagai image of d-day mereka---

Krakatau, Indonesia

Posted November 23, 2010 Krakatau, Indonesia
download large image (952 KB, JPEG) acquired November 17, 2010
download Google Earth file (KML) acquired November 17, 2010

source and detail info from NASA : http://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=47143

++ Informasi kondisi Gunung Krakatau dari Badan Geologi berdasarkan Perkembangan Kegiatan G. Krakatau hingga tanggal 16 Desember 2007 pukul 06.00 WIB diperoleh kesimpulan bahwa :

Berdasarkan data visual dan kegempaan, maka status G. Krakatau masih dalam status SIAGA (Level III) sejak 26 Oktober 2007 pkl. 16.00 WIB.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikian pantauan di dunia maya menatap kondisi Gunung di Indonesia. Semoga semua pergolakan akan segera reda dan tidak akan menjadi project semata.

Lokasi Merapi (A), Krakatau (B) dan Bromo (C) pada googlemaps :


View Larger Map

Demikian pantauan iseng hari ini, tulisan di atas sebagian besar merupakan cuplikan alias tampil ulang dari berbagai sumber yang telah disebutkan ditambah sedikit sekali ulasan.

Salam,
app (aji pantau peta)

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*cuman mantau peta-peta gaweane para pemeta) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!


Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/
diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Rabu, 24 November 2010

(Potret) Merapi masih AWAS, kini (Potret) Bromo ikutan AWAS

(Potret) Merapi masih AWAS, kini (Potret) Bromo ikutan AWAS

Postingan kali ini menampilkan informasi dari Badan Geologi mengenai kondisi AWAS Gunung Merapi dan Gunung Bromo ditambahi beberapa gambar citra satelit dari NASA. Hal ini mengingatkan akan postingan sebelumnya yang mengambil judul Apakah bencana itu latah ? ataukah lainnya ? . Merapi masih AWAS dan kini pun Bromo naik tingkat ke level AWAS.

Gunung Merapi masih berstatus AWAS.
Berdasarkan Laporan aktivitas G. Merapi tanggal 23 November 2010 pukul 00:00 sampai dengan pukul 18:00 WIB yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Dapat diketahui kesimpulan bahwa Berdasarkan pemantauan instrumental dan visual, aktivitas G. Merapi masih tinggi. Maka stastus aktivitas G. Merapi pada tingkat AWAS (Level 4). Ancaman bahaya langsung erupsi G. Merapi berupa awanpanas dan ancaman tidak langsung berupa lahar.

Ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi (juga sudah diturunkan) dengan deskripsi sebagai berikut:

No.

Kabupaten

Ancaman Bahaya Erupsi G. Merapi

dalam radius dari puncak (km)

1

Sleman

Sebelah Barat K. Boyong

10

Sebelah Timur K. Boyong

15

2

Magelang

10

3

Boyolali

5

4

Klaten

10

Ancaman bahaya lahar adalah wilayah yang berada pada jarak 300 m dari bibir semua sungai yang berhulu di puncak G. Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat hingga Barat Laut meliputi, K. Woro (Kab. Klaten), K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong (Kab. Sleman), K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising (Kab. Magelang), dan K. Apu (Kab. Boyolali).


sumber : Laporan Aktivitas Merapi 23 Nov. 2010-Badan Geologi

-------------------------------------- erupsi gunung merapi dari atas by NASA -------------------------

Gambar di bawah ini menunjukkan konsentrasi sulfur dioksida pada November 4-8, 2010, seperti yang diamati oleh Ozone Monitoring Instrument (OMI) pada pesawat ruang angkasa NASA Aura. Sulfur dioksida yang diukur di sini di Dobson Unit: Konsentrasi terbesar muncul dalam gelap merah-coklat; yang terendah di persik cahaya. Biasanya digunakan untuk mengukur ozon, Unit Dobson adalah jumlah molekul gas yang akan diperlukan untuk membuat lapisan tebal 0,01 mm pada temperatur 0 derajat Celcius dan tekanan 1 atmosfer (tekanan udara di permukaan bumi).

Eruption at Mount Merapi, Indonesia Posted November 11, 2010

Eruption at Mount Merapi, Indonesia
Color bar for Eruption at Mount Merapi, Indonesia
acquired November 4 - 8, 2010
download Google Earth file (KML) acquired November 4 - 8, 2010

source and detail information : http://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=46881


-------- di lain sisi ------------

Gunung Bromo naik kelas ke AWAS

Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terkait Peningkatan status Gunungapi Bromo, dari Siaga (Level II) ke Awas (Level IV), tanggal 23 November 2010, pukul.16.30 WI. Dapat diketahui bahwa adanya potensi bahaya sebagai berikut :

1. Aktivitas letusan G. Bromo tahun 2004 berlangsung singkat dengan karakter letusan freatik dan ciri-ciri awal yang kurang jelas.Ciri aktivitas dan resiko erupsi bencana G. Bromo:
2. Hembusan asap berwarna putih tipis tekanan lemah, tinggi 100 - 150 meter di atas bibir kawah, condong ke arah utara.
3. G. Bromo mempunyai potensi letusan freatik yang tiba-tiba, di sisi lain menarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.

--------------------------------------- potret gunung bromo dari atas by NASA --------------------------

Seperti halnya Gunung Merapi, Gunung Bromo pun termasuk dalam satu image of d-day dari NASA. Erupsi terbesar Gunung Bromo terjadi pada tahun 2004 dan menewaskan turis. Berikut adalah gambar yang terekam oleh Satelit IKONOS yang diambil pada tanggal 8 Juli 2001.

Gunung Bromo, Indonesia Posted December 7, 2004

Gunung Bromo, Indonesia
download large image (4 MB, JPEG)


Gunung Bromo (Mount Bromo) is a small but active volcanic cinder cone on the Indonesian island of Java. Bromo is located in the center of the Sandsea Caldera, itself only a portion of the larger Tengger Caldera (a caldera is the circular depression in the center of a volcano’s summit). The Sandsea caldera formed around 8,000 years ago, in what must have been a massive eruption. Subsequent volcanic activity formed the cluster of cinder cones in the caldera’s center, including Bromo.

The historical record indicates eruptions of Bromo every few years since 1804, and geologic evidence indicates eruptions at least several hundred years earlier. The most recent eruption occured in 2004, and tragically killed two tourists.

This image shows most of the Sandsea Caldera, along with Gunung Bromo and the older volcanoes on the caldera floor. A small plume of steam is visible rising out of Mt. Bromo. Space Imaging’s IKONOS satellite, capable of 4-meter per-pixel color imagery, and 1-meter per-pixel resolution panchromatic imagery, acquired the data on July 8, 2001.

NASA image by Robert Simmon, based on data copyright Space Imaging.

source : http://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=5062

Semoga semua baik-baik saja, demikian celetuk fulan menatap fenomena alam yang sedang terjadi di negeri tercinta ini INDONESIA.

Dimana sich letak Gunung Bromo ? Apakah dekat dengan Gunung Merapi ?, tanya sesosok anak kecil yang tiba-tiba muncul.

Kalau dari googlemaps ini dia lokasi kedua Gunung tersebut (ditampilkan dalam simbol titik segitiga yakni warna merah untuk Gunung Merapi dan hijau untuk Gunung Bromo, dan garisnya itu jalur kalau mau jalan-jalan dari Merapi ke Bromo):


View Directions From Merapi to Mt Bromo in a larger map

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikian pantauan iseng hari ini, tulisan di atas sebagian besar merupakan cuplikan alias tampil ulang dari berbagai sumber yang telah disebutkan ditambah sedikit sekali ulasan.

Salam,
app (aji pantau peta)

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*cuman mantau peta-peta gaweane para pemeta) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!


Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Senin, 22 November 2010

Akhirnya datang juga : Peta Kerusakan Akibat Merapi

Akhirnya datang juga : Peta Kerusakan Akibat Merapi

Seperti halnya pasca kejadian bencana alam lainnya, setelah tahapan mengungsi dilalui dan kondisi secara perlahan kian membaik, maka muncullah saatnya "perhitungan" yang berupa kerusakan akibat bencana Merapi atau basa londone Damage caused by Merapi Disaster, demikian ujar fulan di pagi ini (22/11/2010) kala akses internet mulai berjalan dan kembali menatap 3 dunia peta bencana Merapi (http://ajiputrap.blogspot.com/2010/11/memetakan-peta-peta-merapi-ala-3-dunia.html).

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tampak di sudut geospasial bnpb mengeluarkan Peta Jumlah Kerusakan Rumah di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Prov. D.I. Yogyakarta.

Jumlah kerusakan rumah di Kec. Cangkringan Kab. Sleman

Jumlah kerusakan rumah di Kec. Cangkringan Kab. Sleman

Peta di atas memiliki resolusi rendah dan mengalami distorsi informasi. Untuk mendapatkan peta dalam ukuran sebenarnya, Anda bisa mendownload peta tersebut di sini, atau klik link download.

Detail:

Jenis Peta : Peta jumlah kerusakan rumah di Kec. Cangkringan, Kab. Sleman
Sumber : POKSO BNPB, 19 November 2010 jam 12.00
Tanggal Pembuatan : 19 November 2010
Format/Ukuran File : Pdf / 725 kb
Deskripsi : Menunjukkan jumlah kerusakan rumah pada tingkat dusun dan desa di Kec. Cangkringan


Selain itu, geospasial bnpb melakukan visualisasi dengan menumpangsusunkan wilayah Ancaman Bahaya Gunung Merapi di atas Peta RupaBumi Indonesia (RBI) keluaran BAKOSURTANAL.

Peta Rupabumi (RBI) wilayah ancaman bahaya G. Merapi skala 1 : 25.000

Peta Rupabumi (RBI) wilayah  ancaman bahaya G. Merapi skala 1 : 25.000

Peta di atas memiliki resolusi rendah dan mengalami distorsi informasi. Untuk mendapatkan peta dalam ukuran sebenarnya, Anda bisa mendownload peta tersebut di sini, atau klik link download.

Detail:

Jenis Peta : Peta Rupabumi wilayah ancaman bahaya G. Merapi
Sumber : POKSO BNPB, 21 November 2010 jam 12.00
Tanggal Pembuatan : 21 November 2010
Format/Ukuran File : Pdf / 6.23 mb
Deskripsi : Peta dasar wilayah Merapi 25K

sumber : geospasial bnpb
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Di sudut lain, pegiat kampus Fakultas Geografi UGM dalam wadahnya Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) via blog postingnya membagikan Peta Kerusakan Bangunan.

Berikut cuplikan dari postingan terkait dasar analisa (based on multisource data) yang dipergunakan untuk menurunkan Peta Kerusakan Bangunan tersebut. Secara ringkas peta dibuat berdasarkan tumpangsusun data bangunan (keberadaannya berdasarkan data dari Peta RupaBumi Indonesia keluaran BAKOSURTANAL dan ditinjau dengan citra satelit resolusi detil yakni Ikonos tahun 2006) lalu dikalkulasi.

Kerusakan bangunan yang terjadi akibat terjangan awan panas yang dikeluarkan oleh gunung Merapi kami coba estimasi dengan menggunakan beberapa sumber data. Pada dasarnya pendekatan yang kami gunakan adalah dengan mengidentifikasi dan menginventarisasi bangunan yang ada sebelum terjadinya erupsi Merapi 2010 yang kemudian dibandingkan dengan luasan yang tersapu awan panas. Kedua data tersebut kemudian kami bandingkan dan ditarik suatu model bahwa bangunan yang tersapu awan panas adalah bangunan yang rusak.

Data keberadaan bangunan sebelum kejadian erupsi Merapi 2010 kami ambil dari data Peta Rupa Bumi Indonesia Digital yang dikeluarkan oleh Bakosurtanal dan kami tinjau dengan menggunakan citra Ikonos tahun 2006 (Resolusi 1 m). Sementara itu data mengenai luasan daerah yang tersapu awan panas, kami dapatkan dengan menginterpretasi citra Aster perekaman setelah erupsi (15 November 2010). Untuk lebih jelasnya berikut kami sampaikan peta hasil analisis divisi SIG dan Basis Data KLMB.
Download ukuran penuh

sumber : KLMB Fakultas Geografi UGM

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Di sudut yang dekat dengan KLMB ada sudut partisipatif dengan fasilitas login serta pemanfaatan peta berbasis googlemaps api untuk Merapi yakni Peta Partisipatif Forum PRB yang beralamat di http://merapi-partisipasi.ugm.ac.id/.

Printscreen tampilan Peta Partisipatif PRB
sumber : http://merapi-partisipasi.ugm.ac.id/


Tampak terlihat titik-titik posko pengungsian padat berjejal diantara ukuran simbol titik yang relatif berukuran. Belum menampakkan adanya "perhitungan" alias peta kerusakan yang ditelorkan, mungkin sebentar lagi. Ada informasi di tiap simbol titik yang merepresentasikan lokasi posko, serta beberapa tab di dalamnya berisi informasi Info,Logistik,Kesehatan,Pendidikan. Tak lupa ada link untuk melihat detil kualitas posko yang disambungkan ke spreadsheet di googledocs.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikian pantauan iseng hari ini, tulisan di atas sebagian besar merupakan cuplikan alias tampil ulang dari berbagai sumber yang telah disebutkan ditambah sedikit sekali ulasan.

Salam,
app (aji pantau peta)

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*cuman mantau peta-peta gaweane para pemeta) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!


Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Jumat, 19 November 2010

Lokasi Posko data seko KLMB di visualisasi

Melu-melu dolanan visualisasi data nganggo fasilitase Google...

Lokasi Posko berdasarkan data dari KLMB http://cybergisforum.blogspot.com/2010/11/survey-18-nov-2010.html





*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*cuman melu-melu menggambarkan kondisi dan lokasi) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Memetakan Peta-Peta Merapi ala 3 Dunia

Postingan kali ini menatap dunia peta untuk kejadian yang melanda Gunung Merapi dan sekitarnya beserta dampaknya.
Kurang lebih ada 3 Dunia yang hendak kita tatap yakni :

1. Peta Merapi ala Geospasial-nya Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam websitenya...



2. Peta Merapi ala Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana KLMB dalam blogpost...


3. Peta Partisipatif ala Forum PRB dalam website Merapi Partisipatif UGM didukung oleh banyak lembaga termasuk BNPB dan tentusaja UGM


* Tulisan kali ini sekedar menatap dan memetakan peta-peta Merapi ala 3 Dunia*

Sukses dan Terima kasih tuk teman-teman para pembuat PETA dan pengumpul data atau yang terjun ke Lapangan semoga bisa membantu saudara-saudara kita dan menjadikan INDONESIA LEBIH BAIK
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika dijadikan kuis, silahkan cari perbedaan ataupun persamaannya ? Adakah overlapping di dalamnya ataukah saling melengkapi.

Ungkap seorang kawan bahwa: "Itulah INDONESIA. Betapa kayanya dunia geospasial dan pesat perkembangannya. BHINNEKA TUNGGAL IKA. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. So, kita tunjukkan pada dunia bahwa Geospasial di INDONESIA itu luar biasa dahsyatnya bukan sekedar bencananya saja. we can handle and manage the disaster with ourselves?"

Lalu datanglah fulana dan bertanya : "Siapa saja kah yang sudah menggunakan peta-peta tersebut ? Sudahkah dilakukan analisa secara spasial ? Ataukah baru sekedar visualisasi data ? Apakah rencana ke depan untuk Merapi dan area terdampaknya based on Geospatial Analysis ? Apakah di bagian manajerial bencana using GIS? not only as tools but for analysis or decision support system also ? or something like that lach..."

Jawab thole : "Serahkan saja pada Ahlinya...Indonesia kaya akan orang yang Ahli di bidangnya dan bidang yang lainnya."

-end-


--- yang jelas, kalau bisa sich semua dikomunikasikan dan bukannya menjadi ajang perlombaan di tengah bencana Merapi ---

--- janganlah money-oriented tetapi kalau memang berbicara relawan ya...harus rela dunk :). It's better to be humanitarian-oriented... ----

--- kalau partisipatif, ya semoga bener-bener melibatkan masyarakat atau stakeholder2x maupun yang hendak dilibatkan secara betul-bener... ---

--- dibutuhkan peta-peta yang terupdate dan tentusaja dibutuhkan dukungan data-data yang valid hari demi hari dan semoga tidak terjadi overlapping antar pihak pengumpul data ---


*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*sok sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Kamis, 18 November 2010

Informasi Geospasial untuk Bencana Gunung Merapi, sebuah trend atau kebutuhan ?

Informasi Geospasial untuk Bencana Gunung Merapi, sebuah trend atau kebutuhan ?

Berawal dari ketidaksengajaan dan rasa penasaran akan fenomena yang sedang terjadi di Bangsa Indonesia ini terkait Bencana Gunung Merapi dan Informasi Geospasial. Disadari ataupun tidak penyajian informasi berbasis keruangan atau yang kini semakin dikenal dengan informasi geospasial, tidaklah luput dari peran serta para pegiat dunia Geospasial baik dari kalangan akademisi maupun praktisi. Fenomena yang disoroti dalam postingan kali ini ialah semakin membahananya orang berbicara mengenai lokasi berkoordinat, PETA, CITRA, GoogleMaps, Google Earth, hingga tampilan 3 Dimensional yang secara visual menarik orang untuk melihat lebih jelas seakan seperti aslinya di dunia nyata.

Fenomena ini tentusaja sangatlah berkaitan erat dengan perkembangan informasi dan teknologi geospasial yang begitu cepat dan tanggap terhadap bencana. Teknologi geospasial yakni teknologi penginderaan jauh dengan berbagai satelit-satelit berkemampuan resolusi tinggi (GeoEye-1, Ikonos, WorldView-2 DigitalGlobe) * disediakan oleh www.crisp.nus.edu.sg, hingga citra satelit resolusi rendah (citra satelit Terra/Aqua MODIS oleh NASA http://earthobservatory.nasa.gov/NaturalHazards/view.php?id=46837 atau disajikan juga di dalam http://cybergisforum.blogspot.com/2010/11/citra-merapi-terbaru.html). Mereka telah merekam baik dengan disengaja ataupun memang berada di atas Indonesia (baca: Gunung Merapi) pada jam lintasnya menghasilkan potret (baca: gambaran) dari atas langit ala citra satelit. Yang sangat menarik ialah bahwa informasi geospasial yang tersaji baik berupa PETA ataupun CITRA telah membuka mata dan membuka hati (baca: semoga) untuk lebih peduli dengan lingkungan dan bencana yang terjadi.

Pertanyaan yang muncul kemudian di benak penulis ialah :

1. Apakah ini sebuah trend ?

*teringat beberapa waktu lalu kala bencana tsunami melanda Aceh, tampaklah beragam internasional NGO berdatangan dan di sanalah berkembang pemanfaatan Informasi dan Teknologi Geospasial. Bahkan pembelajaran hingga mengenai warga lokal, salah satu teman penulis adalah warga Aceh seorang PNS yang belajar SIG (Sistem Informasi Geografis) berkat kejadian di Aceh. Di lain sisi, gempa bumi yang terjadi di Jogja 27 Mei 2006 melahirkan salah satu tulisan berjudul Geoinformation-Based Response to the 27 May Indonesia Earthquake – an Initial Assessment dan berbagai tulisan-tulisan lainnya. Dimana di dalam tulisan tersebut mengemukakan informasi berbasis keruangan atau informasi geospasial sebagai respon terhadap kejadian bencana gempa bumi sangatlah penting. Trend berikutnya ialah akan muncul berbagai tulisan terkait Merapi dengan informasi geospasialnya. Semoga bukan sekedar trend dalam penulisan atau kegiatan proyek semata ?

* Tapi trend yang dimaksud di sini ialah, Apakah informasi geospasial 'muncul' dan menjadi 'perlombaan' sesaat, saat, setelah bencana terjadi ? *habis itu ya sudah dilupakan...

2. Ataukah informasi geospasial itu sebuah Kebutuhan ?

* Jika berbicara kebutuhan, ada papan sandang pangan sebagai kebutuhan pokok atau kebutuhan primer. Lalu masuk kategori yang manakah informasi geospasial ini ? Kemudian pada level apa sajakah informasi geospasial dibutuhkan dan seberapa detil yang perlu disajikan ? Sebenarnya siapa saja yang butuh akan informasi geospasial ? Bukankah dalam sebuah perencanaan pembangunan dibutuhkan informasi geospasial ? Konon kabarnya dalam rencana tata ruang hingga tingkat detil pun memerlukan apa yang disebut sebagai PETA ?
* Begitu banyak tanda tanya yang mungkin bisa dijawab oleh para ahli dan pegiat GIS di Indonesia. Yang acapkali menjadi permasalahan ialah bagaimana kita mengkomunikasikan 'Kebutuhan' serta keberadaan informasi geospasial ini kepada yang meng-ACC kebutuhan tersebut.

Informasi Geospasial untuk Bencana Gunung Merapi, sebuah trend atau kebutuhan ?
Ini hanyalah tulisan selingan semata tatkala menatap betapa indahnya dunia Geospasial dengan warna-warni PETAnya, ramai koneksi informasinya ala-webbasedmapping, hingga citra satelit yang tak kenal lelah menatap abu vulkanik Merapi. Tapi sangatlah disayangkan bahwa informasi geospasial tersebut begitu banyak terserak-serak di berbagai sudut dunia maya seakan berdiri sendiri-sendiri di setiap laci tanpa adanya komunikasi yang saling melengkapi. "Perlu sebuah WADAH, bukan sekedar menyimpannya ke dalam Project (MXD atau APR) *baca: proyek", celetuk fulan.

Solusinya : Apapun itu baik trend atau memang menjadi sebuah Kebutuhan, maka inilah saatnya Wujudkan Informasi Geospasial bagian dari Hidup Kita untuk siapapun,kapanpun, dimanapun, tidak terpatok pada koneksi internet, peta cetak pun jadi, apapun PETA/CITRAnya minumnya ambil di tempat masing-masing :)

*mengkritik itu mudah dan sederhana, sehingga kemudahan dan kesederhanaan itu tersaji di dalam postingan kali ini...hehe :)*

--- yang jelas, kalau bisa sich semua dikomunikasikan dan bukannya menjadi ajang perlombaan di tengah bencana Merapi ---

--- janganlah money-oriented tetapi kalau memang berbicara relawan ya...harus rela dunk :). It's better to be humanitarian-oriented... ----

--- kalau partisipatif, ya semoga bener-bener melibatkan masyarakat atau stakeholder2x maupun yang hendak dilibatkan secara betul-bener... ---

--- dibutuhkan peta-peta yang terupdate dan tentusaja dibutuhkan dukungan data-data yang valid hari demi hari dan semoga tidak terjadi overlapping antar pihak pengumpul data ---


*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*sok sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Senin, 15 November 2010

Peta-Peta Tematik Gunung Merapi

Peta-Peta Tematik Gunung Merapi dan romantikanya :)

Diseminasi peta-peta tematik terkait kejadian Gunung Merapi cukup luar biasa diproduksi oleh Badan terkait dan beberapa lembaga atau instansi pendidikan juga. Bahkan ada yang mengkemasnya berbasis googlemaps terkait informasi pengungsi ataupun lainnya sebagai dampak dari aktivitas Gunung Merapi.

Wilayah ancaman merapi pun telah di-up date dan berikut peta update zonasi ancaman bahaya merapi dari bnpb:


Informasi peta-peta tematik terkait Gunungapi Merapi dari bnpb silahkan akses di http://geospasial.bnpb.go.id/category/peta-tematik/gunungapi-peta-tematik/

Selain dari bnpb, Fakultas Geografi UGM membentuk Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana melakukan updating terkait perkembangan Gunung Merapi via blogspotnya di http://cybergisforum.blogspot.com/. Di antaranya berisi update peta-peta tematik yang cukup informatif dan berguna bagi para pihak yang hendak memberikan bantuan ataupun sekedar melihat perkembangan situasi. Ada data koordinat lokasi posko, meskipun ada keterbatasan dalam jumlah posko yang tercover.

Salah satu peta tematik ter-update nya ialah Peta Komposisi Pengungsi berdasarkan Usia Produktif dalam setiap posko pengungsian.

Dikatakan pula di dalam blog nya :
Hasil dari survey yang dilakukan 10 November 2010, kami olah menjadi Peta komposisi pengunggsi berdasarkan usia produktif setiap posko pengungsian daerah Sleman dan sekitannya. Silahkan di download, sebarkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin. Peta komposisi pengunsi ini kami buat berdasar data terakir survei tanggal 10 November 2010, kemungkinan hari ini sudah ada perubahan. Selain itu ada beberapa lokasi yang data nya kurang lengkap.


Selain itu, tampaknya UGM sendiri memiliki Peta Partisipatif ?
Dimana sedianya peta tersebut diharapkan dapat up to date dan meminta partisipasi dari berbagai pihak yang tentusaja dapat mempergunakan komputer dan mampu melakukan akses ke dunia maya serta mendaftarkan diri untuk dapat login hingga memberikan update informasi secara spasial baik berupa point maupun area. Memanfaatkan fasilitas googlemaps yang diotak-atik dengan APInya untuk Merapi. Yang berjudulkan Peta Partisipatif Forum PRB Tanggap Merapi . Apa itu PRB silahkan akses di http://fprb.wordpress.com/.

Di dunia lain, banyak iNGO-iNGO yang melakukan analisa terhadap Gunung Merapi berbasis GIS dengan data spasial serta tabular yang telah mereka miliki dan melakukan mapping hingga analisis spasial untuk kepentingan mereka sendiri dalam rangka kebaikan Merapi dan lingkungannya :).

--- yang jelas, kalau bisa sich semua dikomunikasikan dan bukannya menjadi ajang perlombaan di tengah bencana Merapi ---

--- janganlah money-oriented tetapi kalau memang berbicara relawan ya...harus rela dunk :). It's better to be humanitarian-oriented... ----

--- kalau partisipatif, ya semoga bener-bener melibatkan masyarakat atau stakeholder2x maupun yang hendak dilibatkan secara betul-bener... ---

--- dibutuhkan peta-peta yang terupdate dan tentusaja dibutuhkan dukungan data-data yang valid hari demi hari dan semoga tidak terjadi overlapping antar pihak pengumpul data ---


*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*sok sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Abu vulkanik Merapi dari Citra MODIS

Image of November 13, 2010 - Ash plume from Mount Merapi, Indonesia
Ash plume from Mount Merapi, Indonesia Image used for Spacing Purposes
Satellite: Terra
Date Acquired: 11/10/2010
Resolutions: 1km (38.2 KB)
500m (121.7 KB)
250m (290.4 KB)
Bands Used: 1,4,3
Credit: Jeff Schmaltz
MODIS Land Rapid Response Team,
NASA GSFC

View this image interactively

Sebuah bulu tebal abu bangkit dari Gunung Merapi pada tanggal 10 November 2010, ketika Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) di satelit Terra NASA menangkap gambar ini foto-suka. Gambar menyediakan tampilan satelit paling awan-bebas dari letusan to-date.Pada resolusi yang lebih tinggi, sebuah garis coklat tua di wajah selatan gunung berapi dapat dilihat. Ini adalah materi vulkanik abu dan lainnya disimpan oleh aliran piroklastik atau lahar.

Meskipun masih meletus dan berbahaya pada 10 November letusan lebih tenang daripada sebelumnya minggu sebelumnya.Bulu-bulu abu menyebabkan pembatalan penerbangan baik di Jakarta dan Yogyakarta, dilaporkan CNN. Pada 10 November letusan tersebut telah menewaskan sedikitnya 156 dan pengungsi sekitar 200.000.

Sumber : http://modis.gsfc.nasa.gov/gallery/individual.php?db_date=2010-11-13

Senin, 01 November 2010

Apakah bencana itu latah ? ataukah lainnya ?

Apakah bencana itu latah ? ataukah lainnya ?

Demikian celetuk fulan di siang bolong, menatap, melihat, mendengar hiruk pikuk kejadian bencana yang menimpa Indonesia tercinta ini. Yang uniknya lagi ialah di tengah-tengah kejadian bencana yang luar biasa (Wasior, Mentawai, Merapi,....) maupun sudah jadi biasanya (baca: seperti kejadian banjir di Ibukota tercinta Jakarta), fenomena permasalahan pun kian mencuat ialah bencana akibat manusia yakni berupa kata-kata yang tidak pas atau sesuai, tindakan yang kurang tepat dan lain sebagainya.

Ups...sudahlah, mari kta alihkan ke topik yang lain...Pertanyaan di atas bukan dalam rangka menyalahkan siapapun, tapi merupakan upaya interospeksi diri, termasuk si fulan itu sendiri.

"Apakah bencana itu latah?", tanya si fulan pada fulana...

"Tentusaja tidak, jika hendak kait-mengkaitkan kejadian bencana itu tentusaja butuh ilmunya dan kita tidak pada kapasitasnya untuk membahas itu. Toch, kita sekedar numpang lewat via tulisan ini. Kalau dibilang latah dengan tanda kutip; boleh juga. Latahnya ialah bukan bencananya, akan tetapi manusianya."

"Lho koq bisa?", potong si fulan.

"Begini maksudnya, tanpa ada maksud dan tujuan apapun. Coba bayangkan berapa banyak organisasi atau lembaga atau kumpulan atau apapun itu dadakan dalam upaya penanggulangan bencana? Baik dari dalam negeri hingga luar nagari, baik dari satu universitas dengan berbagai fakultas dan program studi di dalamnya maupun hingga berbagai hingga gelaran-gelaran di pinggir-pinggir jalan mengatasnamakan yang dibawahnamanya (baca: dibawanya). Ini merupakan kelatahan yang positif, karena hal tersebut menunjukkan betapa pedulinya dan besarnya rasa kesetiakawanan sosial seluruh rakyat Indonesia hingga seluruh dunia. Semoga saja semua kelatahan tersebut demi kebaikan bersama dan bukan dengan maksud dan tujuan tersembunyi alias udang di balik batu."

"OK lah kalau begitu", jawab fulan.

Jadi teringat, kebiasaan yang ada bahwa tiap event seakan menjadi celah untuk tiap hal yang bisa disimpan ke dalam project-project (baca: proyek). Seperti di dalam software-software GIS keluaran ESRI yang menyimpan, mengolah, hingga menyajikan data dan save as project. :)

Tinggal orientasinya ke Utara atau ke Selatan, dan sebagainya...(baca: money-oriented or murni humanitarian-oriented???). Let's see...

--- silahkan cermati sendiri-sendiri, ini hanyalah tulisan yang numpang lewat sesaat ---

Salam,
app

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial,, kebencanaan, dan lain sebagainya (*sok sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/