Rabu, 21 Juli 2010

Geospatial Magazine and Geospatial Forum

Geospatial Magazine and Geospatial Forum

Gambar 1. Majalah Geospasial dari GISDevelopment Edisi Juni 2010
(ada undangan Geospatial World Forum 2011)

Sumber : difoto pake hape lg gw300, itu tangannya si pemoto alias penulis surat ini, terus diedit ben rodo ketok kepiye gitu...


Yogyakarta, 21 Juli 2010

Kepada Yth.
Para Penggiat Geospatial
di Indonesia

Dengan hormat,

Bersama ini ijinkan saya berbagi sedikit pandangan dan tulisan mengenai Geospatial Magazine and Geospatial Forum. Munculnya ide untuk kembali menulis terkait Geospasial dari sudut pandang penulis sendiri yang notabene hanyalah sesosok yang bersyukur atas nikmat dan kesempatan untuk bergabung di sebuah dunia terkait GeoInformation Science dan mendapatkan kesempatan berlangganan sebuah Majalah Geospasial dari GISDevelopment.

Langganan tersebut tadinya hanya berlaku selama setahun setelah mengikuti Seminar Map World Forum, 10-13 Februari 2009 di Hyderabad, India (http://mapworldforum.org/2009/conference/EmergingTrendsandTechnology.htm), akan tetapi ketika GISDevelopment memberikan penawaran untuk berlangganan seterusnya secara free maka saya pun segera mendaftarkan dirinya untuk bisa berlangganan.

Sebuah kenangan yang sangat indah dan perjalanan yang luar biasa dan tak henti-hentinya ketika mengingat akan perjalanan tersebut, ucapan Terima Kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan TAHIJA, PDM, PM, TL DMU, dan kawan-kawan semua di Dengue Project Tahija Foundation Phase 2 Yogyakarta. serta Warga Kota Jogja. Berkat perjalanan bersama merekalah, sebuah kisah indah terangkai dalam buku perjalanan hidup yang masih membekas hingga sekarang. Apapun dibalik itu semua dan yang terjadi sesudahnya ialah sebuah rangkaian kehidupan yang memang harus dilalui dan diyakini bahwa semua ada hikmahnya.

Kembali ke topik yang diangkat kali ini yakni Majalah Geospasial dan Forum Geospasial, awalnya saya hendak mengupas dengan studi komparasi antara India dan Indonesia, namun sangat ditakutkan bahwa yang terjadi ialah penilaian picik dari diri saya pribadi. Hal ini bangkit, ketika melihat cover dari Majalah GISDevelopment June 2010 Volume 14 Issue 06 (Gambar 1) yang baru saya terima dengan tema yang menantang : "WANTED Data policy to unlock potential" dengan simbol gembok yang terbuka dan di dalam gembok tersebut ada huruf i kecil dimana titik kecil di atas huruf i merupakan gambar bumi. Berlatar belakang garis-garis yang tidak beraturan berwarna hitam dan di bawahnya ada promosi mengenai "G
eospatial World Forum" dengan tema Dimensions and Directions of Geospatial Industry, 18-21 January 2011 Hyderabad, India.

Perubahan nama dari Map World Forum menjadi Geospatial World Forum, bukanlah tanpa suatu sebab. Saat pertama kali mendapatkan imel mengenai perubahan nama tersebut (Map World Forum is now Geospatial World Forum), sebenarnya thole hendak menulisnya di blogspot ini, tapi belum kesampaian. Oleh karena itu, di dalam kesempatan di sebuah sepucuk surat yang ditujukan kepada para penggiat Geospatial di Indonesia ini. Kurang lebih berikut alasannya ialah terminologi Geospatial, Geomatika, GISains, Geoinformasi merupakan beberapa terminologi yang sudah diadopsi oleh para profesional, organisasi dan lain sebagainya.

Geoinformatics, GIScience, Geomatics, Geospatial….. are a few terms for geographical information science. In recent times many organizations and professionals have adopted and accepted the usage of ‘Geospatial’ as an all encompassing terminology. In order to maintain our pace with the changing world we are glad to adopt this term to re-brand our conference. Pursuing our earlier objectives and recognizing our expanding role, we are pleased to announce that - the very successful ’Map World Forum’ is being renamed as ‘Geospatial World Forum’ so as to expand the scope and reach of the technology and also to provide a complete definition to this ever growing industry. We will continue to put together our endeavors to develop awareness campaigns, advocacy programs and business development platforms for geospatial world through our conference.
Hasrat yang memuncak pun menyebabkan majalah tersebut di foto, sekedar ingin menunjukkan kepada yang dituju bahwa ini loch, ada majalah geospasial dari negeri sono, bagaimana dengan nagari kita? Apakah saya yang tidak tahu-menahu? Ya sudahlah...demikian salah satu lirik lagu yang sempat terdengar...

Yang selanjutnya, ketika di dunia ini ada Geospatial World Forum yang digagas oleh teman-teman penggiat Geospasial dari negeri seberang? Bagaimana dengan Geospasial di nagari kita? Memang sudah begitu banyak Forum, Seminar, Organisasi, Perkumpulan baik dari kalangan akademisi, peneliti, LSM lokal, internasional, pribadi, perusahaan dan lain sebagainya. Akan tetapi pernahkah kita duduk sejenak bersama-sama dalam suasana untuk Indonesia Tercinta dan kemajuan Masyarakat, bukan semata-mata egoisme mengejar angka-angka karena telah melakukan penelitian, ataupu mengejar yang dikejar sudah barangtentu. Saya pun tidak menutup mata, bahwa saya sendiri masih perlu banyak dan terus belajar dari semua pihak.

Sebenarnya sangatlah indah dan menarik apabila tiap jengkal perkembangan informasi dan teknologi geospasial yang terjadi di Nagari kita ini bisa terdokumentasikan dan disajikan secara elok dan tak lupa untuk tunjukkan pada dunia bahwa Majalah Geospasial Indonesia, bukan sekedar majalah tapi merupakan penyelesaian Masalah kebumian yang bermanfaat hingga masyarakat desa. Jadi teringat, dulu ada A masuk desa...mungkinkah adanya Geospasial Masuk Desa ? Jawab thole: mungkin dan pasti...buktinya saja beberapa waktu lalu ada salah satu desa di Pulau Jawa, Indonesia tertarik untuk melakukan pemetaan wilayah desanya atas inisiatif salah satu warga desanya. Di lain sisi, banyak lembaga non-pemerintah yang mencari dana dari pihak-pihak asing, dan biasanya ada orang asing nya juga melakukan pemetaan hingga level desa untuk sebuah perencaan kekotaan. Ehmmm...dan pastinya kita tidak bisa seenak kita sendiri menilai satu hal dari satu sudut pandang, karena begitu banyak sudut di dunia geospasial Indonesia seperti suku bangsa yang begitu beranekaragam budayanya.

Bhinneka Tunggal Ika...itulah yang mesti kita pegang jika hendak mengembangkan Geospasial Magasin dan Forum Geospasial.

MERDEKA !!! MERDEKA GEOSPASIAL FORUM DI INDONESIA !!!

SAATNYA TUNJUKKAN PADA DUNIA...

SUKSES UNTUK BERBAGAI ACARA GEOSPASIAL FORUM YANG TELAH DISELENGGARAKAN MAUPUN YANG AKAN DISELENGGARAKAN...SEMOGA BERMANFAAT BAGI PERKEMBANGAN DUNIA GEOSPASIAL DI INDONESIA...


Mari kembali lagi, ke laptop atau PC masing-masing, India, Malaysia, berbicara mengenai perkembangan industri geospasial di negaranya, bagaimana dengan perkembangan industri geospasial di nagari kita? Indonesia sudah pasti bicara mengenai Geospasial, terlebih didukung oleh saudara-saudara sekalian...Salam dan Sukses...

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, (*sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Postingan ke-200 mencoba menulis mumpung ada kesempatan, walaupun awalnya bukan seperti ini yang dikehendaki, tapi itulah yang terlintas...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

List of blog posts related to unrelated stories of geospatial in thole version or point of view...
http://ajiputrap.blogspot.com/2010/05/peta-sebagai-tools-dalam-komunikasi.html
http://ajiput
rap.blogspot.com/2010/02/kritik-terhadap-geospatial-sharing.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/11/sesuap-nasi-dalam-pembelajaran.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/10/geospatial-opportunity-and-challenge.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/08/geospatial-learning-dari-pemantau-demam.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/08/geospatial-learning-in-combating-dengue.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/05/my-learning-in-combating-dengue-fever.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/03/map-world-forum-2009-press-release.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/03/map-world-forum-2009-conference.html
http://ajiputrap.blogspot.com/map-gis-health.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/02/gis-geodatabase-and-dengue.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/01/mapworldforum-spatial-dat-infrastructur.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2008/02/gis-penginderaan-jauh-gps-dbd.html

Selasa, 20 Juli 2010

ke-199 postingan cerita ala thole

199

Satu Sembilan Sembilan...sesudah cukup lelah serasa berKEJAR-KEJARan dengan waktu, tapi tetap saja waktu masih secara konsisten berjalan detik demi detik tak kenal untuk istirahat sejenak. Sungguh berbeda dengan si fulan, yang bisa menyempatkan dirinya sejenak untuk beristirahat dan menatap kehidupan di dunia maya.

Tertariklah ia kembali untuk menulis sesuatu yang mengalir begitu saja layaknya air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah dan bermuara pada satu titik. Kembali menilik ke judul di atas yakni 199 (baca: satu sembilan sembilan), ini bukanlah angka telpon 911 (baca: nine one one). Hanya sekedar postingan ke 199 yang akan diisi dengan berbagai ilustrasi kata sebagaimana mestinya.

Let's start with "What a meaningful day"...kurang lebih demikian posting status si fulan di salah satu media komunikasi dunia maya yakni efbi atau pacebok. Mencoba memaknai bahwa hari yang dilaluinya ialah bermakna dan bagaimana kita menggali proses yang ada di dalamnya itulah yang sangat menarik. Hari itu dan saat ini tadi dan beberapa hari yang lalu adalah hari-hari distribusi dan meeting yang sangat padat (NB: meeting disini ialah bertemu bukan dalam artian rapat atau pertemuan formal). Ya...betul sekali dua kali bahkan bisa berkali-kali, bertemu itulah pemaknaan yang kudapati. Kata dasarnya ialah "TEMU", ketika terangkai dengan kata-kata imbuhan lainnya dapat menjadi beragam makna, misal: TEMU + pe-an = PENEMUAN. Atau TEMU + -an = TEMUAN. Hilangnya awalan pe, maka makna yang dikandung di dalamnya pun jadi berbeda, efeknya pun berbeda. Dimana PENEMUAN bisa berdampak positif pada sesuatu yang baru yang sekiranya itu adalah sesuatu yang bermanfaat, sedangkan hilangnya awalan pe, menjadi TEMUAN, kata ini sekarang ini kerapkali digunakan dan berimplikasi negatif, menyebabkan orang ketakutan dan berkaitan erat dengan dunia politik keuangan.

Mari kembali ke depan layar monitor masing-masing, lihatlah apa yang telah kita lakukan hari ini. Adakah terlalui dengan kepadatan aktivitas ataukah kebebasan beraktivitas? Ehmm...Mari kita loncat ke sesuatu yang berbeda...Sebut saja percakapan di atas adalah kode 1 (baca: satu), sekarang kita loncat ke kode 9 yang pertama (baca: sembilan a) dan nanti akan kita akhiri di kode 9 yang terakhir atau kita sebut 9 o (baca: sembilan omega).

9 a (sembilan a)

Topik kali ini mencoba mengupas, perlehatan di dunia tulis menulis terkait ilmu kebumian. Hampir kian hari dan boleh dikatakan seiring perkembangan dunia informasi dan teknologi geospasial, banyak orang berbicara dan/atau menulis mengenai aplikasi-aplikasi ataupun kajian ilmiah lainnya terkait bidang ilmu kebumian atau geoscience. Baik dari kalangan akademisi (mahasiswa, dosen, profesor dan lain sebagainya), praktisi, user/pengguna dan masyarakat geospasial yang pernah, sering, kadang, atau memang berkutat dengan yang namanya GEO. Cukuplah banyak AHLI-AHLI alias para GIS'er yang sangat berkompeten untuk berbincang mengenai dunia Geospasial ini. Kiranya si fulan ini hanya bisa berbicara dari sudut pandangnya sendiri, bahwa Indonesia sangatlah KAYA dan dilirik serta menjadi ladang bercocok tanam bagi dunia ilmu kebumian oleh para praktisi, ilmuwan, peneliti, konsultan, mahasiswa, penggiat peta, planner, dan lain sebagainya. Tapi seringkali kita terlalu asyik dalam menikmati kehidupan di KOTAK kita sendiri, jarang sekali kita mencoba berfikir out of the box , termasuk si fulan sendiri :).

9 o (baca : sembilan omega)

Ingat omega, jadi teringat akan my little sister...Di tiap waktu yang terlalui adalah sejuta informasi yang bisa digali dan dirangkai menjadi kumpulan dataset yang disimpan dalam sebuah wadah geodatabase. Dimana di dalamnya kita bisa membuat serangkaian jaringan jalan (networking) untuk kita analisa, akan kemana kita melangkah esok. Selesaikan satu-persatu dan cek tiap rangkain gerbong kehidupan kita, selalu lakukan maintenance dan satukan serakan-serakan file yang belum tertata secara rapi ke dalam folder-folder kisah kehidupan kita. Melakukan perancangan basisdata kehidupan untuk masa depan dengan menyiapkan wadah-wadah wacana kehidupan berbasis pada kekuatan hati dan perjuangan atas kehidupan yang LUAR BIASA indahnya. Teka-teki kehidupan semakin terurai satu demi satu, lembar demi lembar, ketika hari yang kita lalui dimaknai dengan senyum dan sabar, diiringi doa dan ikhtiar.

We should or must define our future...

Keep Learning and doing something for better future...

MERDEKA !!!

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, (*sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya.

Terimakasih atas kesediaanya membaca...

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Jumat, 16 Juli 2010

Import dan/atau Export Blog

Import dan/atau Export Blog

Di sela-sela waktu yang disediakan, maka disempatkanlah untuk melakukan aktivitas secara cepat dan dirasa tepat yakni melakukan import dan/atau export blog.

Berhubung ada blog yang tidak bisa diakses via internet di kampus, maka blog http://gisresetutor.blogspot.com/ dipindahkan isinya ke http://geospatialinfo.blogspot.com/. Sekedar tulisan-tulisan lama yang masih berada di dunia maya dan sayang untuk dibuang walaupun tidak diketahui apakah memang betul-betul sayang. Ya..setidaknya, tiap rentetan kata yang terbaca masih bisa dilihat di papan tulis ala blog.

Yang disesalkan ialah import para followers yang telah bergabung tidak bisa ditarik secara otomatis ke blog yang terbaru. Aktivitas import export ini, berawal dari permasalahan susahnya diakses salah satu blog, dilanjutkan dengan rasa penasaran melakukan uji coba fasilitas blogger.com. Ternyata ketika muncul blog baru banyak menu yang menarik, maklumlah saya hanya sekedar pengguna blog yang menerima seadanya alias tidak menyempatkan waktu untuk merenovasi blog sedemikian rupa sehingga dan walhasil dengan menggunakan template yang ada ternyata masih cukup manis juga. Ada link to share ke beberapa media pertemanan online seperti t,f, dan google buzz, dimana di blog lama yang ini nich tidak ada, yang ada cuma post mail.

Keisengan hari ini dicukupkan sekian dulu, terimakasih kepada para pengunjung stand dongeng tidak jelas ini dan atas pesan kesannya. Sungguh menarik karena ada beberapa yang ternyata terbawa pada in the middle of nowhere dan bahkan ada yang ikut memetakan dunia mimpi (baca: ikut bermimpi). Ketika berkunjung ke blog mereka ternyata sungguh luar biasa, salut dan saya hanya bisa terkagum-kagum karena mereka adalah para blogger sejati, berbeda dengan saya tentunya yang hanya seorang penulis kata-kata yang terlintas di atas kepala dan melintas kemudian ditangkap oleh jari-jemari untuk dilontarkan di dunia maya.

Selingan cerita sedikit, ketika tadi ke kampus bertemulah dengan salah seorang staf pengajar. Di situ terjadilah perbincangan yang intinya mengarah kepada, dunia geospasial berkembang dengan sangat luar biasa dan hampir seperti virus yang secara cepat menjalar ke berbagai sektor ataupun bidang. Terlebih Indonesia, yang terkenal sebagai negeri yang kaya raya akan seumberdaya hayati yang tentusaja diikuti dengan kekayaan penyakit (*Semoga kita senantiasa diberi kesehatan). Walhasil berbagai peneliti melirik dan mengarahkan matanya melihat Indonesia sebagai potensi yang cukup luar biasa terkait mengkawinkan dunia geospasial dengan dunia kesehatan. Lihatlah saja bagaimana dunia kesehatan mencoba memetakan persebaran penyakit, angka kesakitan dan lain sebagainya, baik itu dilakukan oleh lembaga yang bertanggungjawab terhadap kesehatan maupun kerjasama-kerjasama atau proyek yang dilakukan oleh lembaga non-pemerintah serta akademisi.

Sungguh sangat luar biasa, apabila perkawinan dunia geospasial dengan dunia kesehatan ini memiliki sebuah forum yang tertata rapi sedemikian rupa sehingga kita akan memiliki database berbasis spasial terkait kesehatan dan dilanjutkan dengan penyelesaian permasalahan dengan pengambilan kebijakan yang tepat dan terarah. Tapi coba, lihatlah sekarang ini dimana masih-masih bergerak dengan jalannya sendiri-sendiri. Ya..sangatlah susah untuk melakukan sinkronisasi ataupun mungkin standarisasi karena mencapai kata mufakat itu cukup susah, sedangkan berdebat itu lebih mudah. Ya..semoga saja semuanya dapat bermanfaat bagi umat sehingga dunia dan seisinya tetap sehat walafiat.

Demikian celoteh hari ini, berimajinasi dalam tulisan tanpa arah juga sebenarnya dan kesimpulan serta saran dikembalikan kepada para pemerhati sekalian. Sekedar cuplikan gambar biar agak sedikit lebih seru, mari kita cermati gambar 1 di bawah ini yang memperlihatkan bebek yang mau diatur sedemikian rupa sehingga tertib dalam proses perjalanannya.

Bebek aja Bisa, bisakah kita !?!
Duck can do it, why we cannot ?!?
Gambar 1. Antrian bebek yang difoto oleh Aji Putra Perdana sewaktu mengunjungi tempat KKN adiknya di daerah Bantul pada tanggal 4 April 2007
Figure 1. Queue duck photographed by Aji Putra Perdana when visiting her sister in Bantul area on 4 April 2007

sumber : http://ajiputrap.blogspot.com/2009/11/spatial-learning-from-duck.html

Keep Learning and doing something for better future...

MERDEKA !!!

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, (*sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya.

Terimakasih atas kesediaanya membaca...

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Kamis, 15 Juli 2010

Berbicara dan/atau Menulis

Berbicara dan/atau Menulis

Tema yang diusung kali ini ialah mengenai berbicara dan/atau menulis, dua hal yang satu sama lainnya saling melengkapi dan melekat erat di dalam kehidupan kita sekalian. Ketika berbicara mengenai bagaimana menulis yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia EYD "Ejaan Yang DIsempurnakan", tentunya dibutuhkan seorang penyampai atau pengajar, misalnya sewaktu jaman SMP ataupun SMA yakni seorang guru Bahasa Indonesia yang sudaha barangtentu menguasai dengan baik dan benar mengenai berbahasa Indonesia.

Hal ini mengingatkan diri saya kepada sesosok Ibu Guru Bahasa Indonesia yang sangat disayangkan sekali, saya sudah lupa nama Beliau. Namun yang masih teringat ialah di setiap pelajaran Beliau, kita benar-benar dituntut untuk bisa "Berbicara dan/atau Menulis" tentusaja dalam bahasa Indonesia sesuai dengan EYD. Acapakali tiap jengkal kata demi kata hanya bisa saya pahami pada saat itu saja, walhasil hingga saat ini saya tidak tahu pasti dan sudah barangtentu pula tiap tulisan yang tertulis di dalam blog ini tidak memenuhi atau mematuhi kaedah-kaedah penulisan bahasa Indonesia yang baku.

Kebakuan dalam penulisan dan dalam bicara tentusaja ada penempatannya, dan apabila ditempatkan pada forum yang tidak sesuai seringkali hal tersebut menjadi bahan yang sangat asyik diperbincangkan. Dikarenakan sudah menjadi tradisi ataukah kebiasaan orang-orang di sekitar kita (termasuk saya, mmm,,,,kadang) selalu tertarik untuk turut campur urusan orang lain. Terlebih ada kosakata yang terangkai indah berbunyi, "rumput tetangga jauh lebih hijau", "wang sinawang", dan lain sebagainya. Hal tersebut menurut tulisan atau pembicaraan dari orang yang dikatakan bijak oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri yang kemudian diiyakan oleh khalayak umum bahwa adalah suatu kerugian bagi kita yang hanya hidup dalam melirik kehidupan orang lain, karena apabila kita terus membanding-bandingkan maka sudah barangtentu hasilnya ialah seringkali kita lebih rendah. Terkecuali bagi orang-orang yang menjadikan hal tersebut sebagai pemicu dalam kehidupannya untuk berbuat lebih baik dengan tujuan yang jelas, bukan semata-mata dikarenakan pembicaraan atau tulisan orang lain.

Hal tersebut cukuplah susah, cobalah lihat fenomena sekarang ini dimana PEMBICARAAN dan TULISAN lebih cepat menyebar layaknya virus yang secara cepat dan tepat mengenai sendi-sendi kehidupan, bahkan menyerang dari yang masih muda atau di bawah umur (menurut para ahli keumuran) dan/atau yang sudah berumur alias sudah melewati masa-masa mudanya terlena untuk menikmati indahnya dunia perbincangan atau yang dari sisi lain disebut sebagai gosip atau berita dalam sisi lain. Sekarang ini susah untuk membedakan mana yang disebut sebagai berita ataupun infotainment. Menilik kata infotainment ialah informasi yang dibuat untuk menghibur masyarakat dan membuat mereka terlena untuk mengikutinya di tiap jam tayang.

Dunia ini panggung sandiwara...
Ceritanya mudah berubah...
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura...

Kurang lebih demikian cuplikan lirik lagu yang saat ini menjadi hal yang biasa dan kita mengamininya.

Dunia Nyata ialah panggung sandiwara, demikian juga dengan dunia maya...

Berhadapan dengan gaya bicara dan gaya menulis yang berbeda-beda, dengan beranekaragam logat, bergaya ala orang terpelajar ataukah bergaya apa adanya...

Sekarang saatnya, cabut sebentar karena dunia sudah tidak kondusif. Oleh karena itu kita harus berhari-hati dalam berbicara dan/atau menulis.

Alhamdulillah masih diberi nikmat berbicara dan/atau menulis,baik di dunia nyata maupun di dunia maya...Apapun yang tertulis hari ini ialah sekedar barisan huruf yang melintas, tanpa ada maksud dan tujuan apapun yang tidak jelas...

MERDEKA !!!

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya.

Terimakasih atas kesediaanya membaca...

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Jumat, 02 Juli 2010

In the middle of no where

In the middle of no where

Ditujukan untuk yang menjadi tujuan

Di tengah entah dimana, kurang lebih demikian yang hendak dituliskan pada kesempatan kali ini. Mengawali dengan membuka blog ini dan hendak menulis sebuah judul "Jejak Flashdisk", kemudian niat itu diurungkan olehnya dikarenakan tulisan tidak sesegera mengalir. Sementara si penulis disibukkan dengan mencari-cari file yang ada di flashdisk, kebetulan ada tiga flashdisk yang dibawanya dan ternyata di dalam ketiganya itu tidak ditemukan secuil file yang berupa gambar untuk diungkapkan.

Akhirnya perjalanan diubah ke jelajah gambar di komputer yang digunakan oleh si penulis untuk melakukan online journey di dunia maya. Ditemukanlah gambar yang sangat menarik untuk dilakukan regitrasi, editing dan manipulasi menggunakan software editing seadanya yang tersedia. Sebuah gambar yang setidaknya bisa menggambarkan in the middle of no where dan berhubung ada tiga flashdisk maka dibuatlah tiga sosok berdiri di tengah perbukitan pasir menatap ke arah masa esok yang lebih baik. Sila lihat gambar di bawah ini, cermati dan komentarilah, adakah udang di balik batu, adakah besi di balik pasir ?

Figure 1. Aji PP in the middle of ex Sand Mining Area in Coastal Zone of Purworejo, Central Java (edited picture by app)

Di tengah sesuatu yang belum kita ketahui ialah ketika kita berada dalam posisi tidak di atas, bawah, kiri, kanan tetapi kita berada di center (tengah). Apa yang kita ketahui memang terbatas yang telah kita tahu, meskipun acapkali kita sok tahu dengan apa yang tidak kita tahu sesungguhnya. Belajar dari pengalaman, ilmu pengetahuan, informasi, komunikasi dan lain sebagainya yang setidaknya hal-hal tersebutlah yang membuat kita lebih tahu. Akan tetapi apabila "ketahuan" ini menyangkut person, maka kita mesti menggali tidak hanya dari satu telinga. Kasihan telinga satunya jika hanya dijadikan sebagai pembuangan semata (baca: masuk telinga kanan, keluar telinga kiri) dan yang dimaksud disini ialah kita mesti mendengarkan dari berbagai pihak yang terkait untuk dapat mencernanya dengan lebih seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Semakin ngelantur dan semakin menunjukkan bahwa kita terbawa pada situasi in the middle of no where. Perasaan ini pernah menghinggapi sewaktu si penulis dalam perjalanan di atas udara dimana suara sekelilingnya menggunakan bahasa-bahasa yang asing di telinganya. Ditambah pula wajah dan rupa yang berbeda, rasa loneliness seakan mendalam terasa. Akantetapi sujud syukur akan keAgungan Allah SWT, sesuatu yang tidak mungkin apabila kita meyakininya dan berusaha tidak hanya berdiam diri maka hal itu InsyaAllah akan terwujud, tentusaja dengan diiringi do'a. Melihat keranekaragaman suku-suku, bangsa-bangsa, bahasa, logat, budaya dan lain sebagainya ialah suatu ketakjuban yang dikaguminya.

Saat ini, benar-benar di tengah-tengah entah dimana dari ide-ide yang bergentayangan mencoba menggeliat dan menunjukkan batang hidungnya. Tapi yang pasti, the show must go on...sehingga aktivitas geospatial sharing, geospatial learning terus berlangsung, sedangkan self study juga mesti maju dunk... ^_^

Ah, sudahlah sudah mulai rame di sini, jadi serasa angin-angin berhembus entah dari arah mana saja...Lanjutkan mimpi kita dan wujudkanlah....

Kepada Yang Mempunyai Mimpi Untuk Maju marilah terus berkreasi dalam ruang dan waktu.

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya.

Terimakasih atas kesediaanya membaca...

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Kamis, 01 Juli 2010

Memetakan (dunia) Mimpi di Bulan Juli

Memetakan (dunia) Mimpi di Bulan Juli

Jogja, 01 Juli 2010
Sepucuk surat bagi yang suka bermimpi

Sesaat sebelum terbangun dari tidurnya, seakan kita tersadar bahwa kita masih terlelap dalam tidur dan menikmati alam mimpi dimana kita bisa mengubah sekehendak kita dalam sadar keadaan lingkungan dimana kita berada di alam mimpi. Hal ini disebut sebagai "lucid dreaming" yakni sebuah mimpi dimana bahwa kita menyadari bahwa kita sedang bermimpi dan kita mampu mengubah kondisi di dunia mimpi tadi. Disinilah keadaan dimana ketika kita bangun, kadang mimpi itu masih terngiang-ngiang atau masih berada di sebagian otak kita yang merekam perjalanan spasial atau keruangan kita di sebuah dunia yang amat susah untuk digambarkan lokasinya di permukaan bumi ini.

Akantetapi, mari kita coba memetakan (dunia) mimpi kita (baca : penulis). Semalam sebelum tertidur kita belum memiliki rencana akan berkunjung ke (dunia) mimpi belahan utara atau selatan, bahkan tidak tahu dengan kendaraan apa kita akan menuju ke lokasi-lokasi imajinasi di alam mimpi tersebut. Seketika tiba di dunia mimpi, kita dihadirkan pada pilihan -pilihan yang biasanya kejadian di alam mimpi ini adalah kejadian yang mustahil di dunia nyata, walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa itu bisa terjadi atau terjadi berkebalikan dengan yang dimimpikannya.

Keunikan dari kegiatan saat kita tidur lelap dan membiarkan tubuh kita beristirahat sejenak, sementara kita berjalan di bawah alam sadar ialah kegiatan ini hampir melibatkan seluruh jiwa kita bahkan mungkin hati kita, yang pastinya indra kita ikut bergerak di dalamnya. Lokasi-lokasi yang muncul ialah beberapa lokasi yang sudah terekam di dalam indera kita baik lokasi yang sudah pernah kita datangi, ingin kita datangi, yang sekedar kita lihat lewat visualisasi di gambar ataupun video atau televisi, bahkan lokasi imajinasi dunia khayalan kita yang tercipta lewat keindahan kemampuan kita berimajinasi yang luar biasa. Walhasil lokasi-lokasi tersebut kadang susah untuk dipetakan secara pasti menggunakan Global Positioning System (GPS) dengan koordinat x dan y (bujur dan lintang) hingga ketinggian, tentusaja ada pengecualian diman lokasi-lokasi mimpi yang kita kunjungi ada di permukaan bumi. Atau bisa saja kita membuat mental mapping dari mimpi kita, kemudian kita gambarkan pada sebuah bidang datar (bisa kertas ataupun lainnya yang dirasa datar dan bisa sebagai alas) dengan alat gambarnya.

Pagi tadi seorang bernama si fulan, bangun dari tidurnya dan dia mencoba menceritakan sebuah perjalanan mimpinya untuk dipetakan. Sungguh perjalanan yang luar biasa dimana si fulan terbang dari Yogyakarta dan tibalah si fulan di bandara CGK, karena ini alam mimpi hal yang tidak mungkin pun bisa terjadi. Seketika tiba di bandara CGK berubahlah bandara tersebut menjadi Stasiun Kereta Api dengan tujuan ke Bandung. Naiklah si fulan menuju ke Bandung dan dalam perjalanannya Kereta Api tersebut berhenti di sebuah perbukitan karena ada kerusakan mesin. Akhirnya, si fulan turun dan bertemu dengan sesosok bapak yang relatif tidak begitu berumur sedang tertidur lelap di atas becaknya.

Foto 1. Aji Putra Perdana (sekedar ilustrasi untuk tokoh si fulan) di Stasiun Kereta Api (kecil) Plabuan, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang


Si fulan membangunkan si tukang becak, dan mengajak bapak becak untuk mengendarai becaknya menuju Yogyakarta Kembali melalui jalur pantai utara Jawa. Perjalanan pun berlanjut, melalui jalanan yang ramai hingga jalur yang sepi dan melewati pasar yang dihuni para penjaja dagangannya dan para calon pembeli. Menghitung waktu yang dilaluinya si fulan, terus merasa kelelahan, tiba-tiba dia tersadar (masih di alam mimpi) bahwa dirinya sedang mengayuh sepeda dan seorang bapak berada dibelakang membonceng si fulan. Tak kenal lelah si fulan pun terus mengayuh hingga hari demi hari dia lalui, tanpa tersadar (masih di alam mimpi) si fulan mencapai malam dimana dia merasa lelah.

Lokasi Stasiun Plabuan


View Stasiun Plabuan in a larger map

Dalam kelelahannya si fulan, menyandarkan sebuah sepeda seraya berucap kepada si bapak, mari kita istirahat sejenak perjalanan masih jauh. Tiba-tiba si fulan terbangun (masih di alam mimpi) dan sampailah si fulan di Yogyakarta, tepatnya di sebuah permukiman yang hampir dekat dengan lokasi tempat tinggalnya. Si fulan berjalan perlahan tapi pasti dan sampailah dia di rumahnya, ketika hendak mengetuk pintu; muncullah seorang Bapak (si tukang becak) sambil menunjukkan padanya sebuah buku tebal. Bapak tersebut meminta si fulan untuk membuka satu persatu dan membaca lembaran buku tersebut.

Si fulan menerima buku tersebut dan membukanya satu persatu (maaf si fulan tidak bisa membaca judul buku tersebut). Dimulai dari halaman satu, dua, tiga, hingga ribuan halaman hingga susah angka halaman tersebut dibaca. Si fulan pun menangis, sedih, gembira, ketawa, terharu, semua rasa seakan jadi satu. Buku itu adalah Buku Perjalanan Hidup si Fulan yang dilaluinya bersama orang-orang yang mengisi tiap ruang dan waktu. Si fulan segera bersujud (masih di alam mimpi) atas ketakjuban yang dia lihat. Maha Besar, Maha Suci Allah SWT dengan segala Keagungan-Nya.

Memetakan perjalanan di dunia nyata maupun di dunia mimpi adalah keindahan dan karunia kita sebagai manusia yang mempunyai cipta, rasa dan karsa. Mari raih mimpi yang indah dan jangan pernah takut pada mimpi yang tidak indah, karena sesungguhnya keindahan itu ialah kita yang memilihnya (kita berikhtiar) tentusaja dengan selalu bersujud syukur atas segala karunia kehidupan (kita juga berdoa).

Kepada Yang Mempunyai Mimpi Untuk Maju marilah terus berkreasi dalam ruang dan waktu.

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya.

Terimakasih atas kesediaanya membaca...

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/