Jumat, 08 Januari 2010

Geospatial Learning at 2010...

Geospatial Learning at 2010...

Mengawali tahun 2010 dengan pembelajaran geospasial sebuah fenomena pembelajaran yang kian marak diikuti oleh berbagai kalangan dari berbagai disiplin ilmu dan instansi/lembaga/perusahaan. Pembelajaran mengenal ilmu kebumian dengan lebih mendalam memanfaatkan informasi dan teknologi geospasial yang berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologinya untuk berbagai aplikasi atau terapan. Berkembang dengan nama Geographic Information Science...
According to Goodchild in Spatial Information Science and Geographical Information Science, also from Wilson and Fotheringham in The Handbook of Geographic Information Science. Geographic information science (GISc or GISci) is the academic theory behind the development, use, and application of geographic information systems (GIS). It is concerned with people, hardware, software, and geospatial data. GISc addresses fundamental issues raised by the use of GIS and related information technologies (Goodchild 1990, 1992; Wilson and Fotheringham 2007).
Geographic Information Science...
Figure 1. Aji Putra Perdana @ geospatial learning office

Informasi dan teknologi geospasial yang mencakup perkembangan teknologi Global Positioning System (GPS), teknologi Penginderaan Jauh (Remote Sensing) dengan Pengolahan Citra Digital nya (Image Processing), dan teknologi (software-software geospasial) Sistem Informasi Geografis sungguh sangat luar biasa (extraordinary), sehingga semakin memudahkan kita dalam pengumpulan data (collecting data), penyimpanan data (data storage), data analysis hingga representasi data dalam tampilan 2Dimensi hingga 3 Dimensi atau bahkan multidimensi.

Adanya dunia maya internet ini dan fasilitas searchingnya yang juga luar biasa membantu kita dalam belajar dan berbagi informasi, ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi. Let's start from the smallest thing...mencari apa itu GPS di google maka kita akan menemukan Wikipidea bahasa Indonesia (dengan referensinya dari 2 sumber) pada halaman pertama dan teratas (saat thole and cakep melakukan googling hari ini). Berikut definisi dari GPS dan sedikit history nya yang dirangkumkan oleh Wikipidea bahasa Indonesia:

Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS anatara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.

Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS).[1] Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun,[2] termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.


Untuk belajar mengenai GPS dan berbagai aplikasinya sebuah situs Indonesia bernama Navigasi dot net GPS dan Informasi Wisata Indonesia memberikan kemudahan beserta informasi wisata di Indonesia. Dalam menu utama dari website tersebut dituliskan oleh sang administrastor bahwa situs Navigasi dot net ini dibangun dengan tujuan memberi kemudahan untuk melakukan perjalanan di wilayah Indonesia dengan menggunakan perangkat GPS. Dengan bantuan perangkat GPS disamping akan mempermudah untuk menentukan arah juga akan mecegah atau memperkecil resiko tersesat maupun kehilangan arah saat dalam perjalanan.
Keterbatasan dan/atau ketidak-tersediaan peta GPS wilayah Indonesia bukanlah suatu penghalang dalam menggunakan perangkat GPS. Dengan kerjasama dan saling tukar-menukar informasi akan letak (kordinat) suatu lokasi, diharapkan akan membantu pengguna situs ini untuk mencapainya.

Kemanapun Anda melangkah GPS will help you to find it...

Let's continue...

Teknologi selanjutnya ialah Penginderaan Jauh,,,hal yang menarik thole dan cakep ialah di Wikipidea bahasa Indonesia belum ada definisi mengenai Penginderaan Jauh. Oleh karenanya thole mengambil dari apa yang pernah ditulis oleh cakep dalam salah satu blognya http://gisresetutor.blogspot.com/2009/02/penginderaan-jauh-remote-sensing.html

Penginderaan Jauh atau Remote Sensing....

Berikut definisi atau pengertian Penginderaan Jauh menurut Lillesand dan Kiefer.

Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990).
Lillesand, T.M. & Kiefer, R.W,1990, Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra (Terjemahan Dulbahri, dkk), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Citra penginderaan jauh dapat menggambarkan obyek suatu daerah dan gejala di permukaan bumi dengan: (a) ujud dan letak obyek yang mirip dengan ujud dan letaknya di permukaan bumi, (b) relatif lengkap, (c) meliputi daerah yang luas, dan (d) permanen (Sutanto, 1992).
Sutanto. (1992). Penginderaan Jauh Jilid 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Banyak berbagi definisi lainnya yang bisa kita dapatkan baik dari literatur atau referensi di dunia maya maupun dari buku-buku sesungguhnya di dunia nyata.

Untuk lebih lanjutnya mungkin kita kaji di lain waktu, mari lanjutkan dengan topik teknologi Sistem Informasi Geografis. Menggunakan metode searching yang sama yakni googling dan mengetikkan kata Sistem Informasi Geografis maka muncullah di halaman pertama definisi dari Sistem Informasi Geografis yang tertuliskan dalam wikipedia bahasa Indonesia :

Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

Dalam blog tutorial gis and remote sensing : http://gisresetutor.blogspot.com/2009/02/sig-gis-definisi.html juga terdapat tulisan beberapa definisi SIG dari referensinya sebagai berikut:
What is GIS??
Geographic Information System ...
Apa itu SIG??
Sistem Informasi Geografis..

Berikut beberapa definisi SIG :

SIG adalah seperangkat alat-alat untuk mengumpulkan, menyimpan, memanggil kembali, merubah dan menampilkan data spasial dari real world untuk suatu tujuan tertentu. Data geografis (keruangan) menampilan dunia nyata (real world) yang mencakup : a) posisi berdasarkan sistem koordinat, b) atributnya atau kelengkapannya yang tidak berhubungan secara langsung dengan posisi (seperti warna, harga, lokasi penyebaran penyakit), c) hubungan spasialnya antara satu dengan yang lainnya yang menjelaskan bagaimana mereka saling berhubungan (biasa disebut dengan topologi dan penjelasan perangkat ruang dan spasial seperti keterkaitan yang tidak berpengaruh oleh distorsi / kesalahan yang berkelanjutan) (Burrough, et. al., 1986).
Burrough, Peter A & McDonnel, Rachel A., 1986, Principles of Geographical Information System, University Press, Oxford, New York.

SIG merupakan sistem informasi kebumian berbasis sistem komputer. Dalam berbagai perencanaan SIG merupakan suatu model alternatif dari kegiatan dan proses dalam lingkungan dimana dapat dilakukan aktivitas pengukuran (measurement), pemetaan (mapping), monitoring (monitoring) dan pemodelan (modeling) (Star dan Etes, 1990)
Star J. dan J. Etes, 1990, Geography Information System : An Introduction, Prentice-Hall, Inc.,Engglewood Cliffs, New Jersey.

Komponen dalam SIG adalah data masukan (input data raster and vector), manajemen data, manipulasi dan analisis data, serta keluaran (output data). Data masukan didapat dengan cara mengkonversi atau merubah bentuk data mentah (foto udara, citra satelit, peta-peta) menjadi bentuk data yang sesuai untuk digunakan pada lingkungan SIG. Manajemen data mencakup penyimpanan data dan pertukaran data pada lingkungan SIG. Manipulasi dan analisis merupakan komponen SIG yang berfungsi untuk membuat atau memproses data menjadi informasi yang bermanfaat. Untuk visualisasi atau tampilan hasil akhir SIG dilakukan pada tahapan keluaran data (output) (Aronoff, 1989).
Aronoff, Stan, 1989, Geographic Information System : A Management Perpective, WDL Publications, Ottawa, Canada.
Kurang lebih itulah sekelumit ringkas mengenai ketiga teknologi yang dipelajari dalam pembelajaran Geospasial Learning at 2010, meliputi juga Pelatihan GPS, Pelatihan SIG Tingkat Dasar, Lanjut/Analis, Manajerial dan Pelatihan Aplikasi Penginderaan Jauh dan SIG, Pengolahan Citra Digital dan lain sebagainya.

Jadi teringat lagi, ketika belajar sewaktu TK hingga kini Mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi kita selalu dituntut untuk membaca buku dan buku...Perkembangan teknologi informasi memudahkan kita dalam memperoleh buku yang tidak lagi lembaran nyata namun dapat berupa e-books...Dalam rangka geospasial learning at 2010 tidak henti-hentinya thole and cakep berbagi gos ebooks sekedar buat belajar bersama-sama mengenai penggunaan Global Positioning System (GPS), pengolahan citra penginderaan jauh digital dan pemetaan menggunakan software Sistem Informasi Geografis, manajemen basisdata spasial dengan teknologi dan fasilitas yang disediakan oleh software-software geospasial untuk data bereferensi kebumian. Apa itu bereferensi kebumian sila bebaca di http://ajiputrap.blogspot.com/2009/12/berkoordinat-bumi-alias-georeference.html.

Berikut sedikit ebooks yang bisa di bebaca, kini tlah banyak teman-teman pemerhati geospasial saling sharing dan berbagi berbagai informasi dan perkembangan yang ada, silahkan searching dan keep learning...Semoga bisa bermanfaat...Salam Geospasial Indonesia...MERDEKA!!!

GIS E-book Series merupakan kumpulan tulisan e-book yang di-share di dalam milist atau komunitas GIS.

Berikut kumpulan Geovisi GIS E-book Series :
GPS:
1. Geovisi GIS Textbooks Series GPS
2. BEKERJA DENGAN GPS-Komunitas GIS
3. TRACK DAN MARK LOKASI DENGAN GPS
Perpetaan :
4. Membaca Koordinat Peta
GIS dan WEBGIS :
5. Pengantar mapping dengan arcview
6. GIS Programming Using MapInfo
7. MODUL MAPINFO
8. PCD ARCGIS GEOVISI dan PCD ARCGIS GEOVISI-2
9. ALOVMAP
10. Disain Geodatabase

Komunitas GIS ialah Komunitas atau Group ini diperuntukkan bagi rekan-rekan yang akan, sedang, atau pernah belajar bersama mengenai Sistem Informasi Geografis bersama dengan Geovisi Mitratama.

Silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group Geovisi untuk berbagi bersama dan saling berdiskusi mengenai persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apabila menghendaki mengikuti Geospatial Learning at 2010 bersama kami silahkan hubungi:

Informasi lebih lengkap mengenai Pelatihan GPS, SIG, Penginderaan Jauh, Geospatial Learning dapat menghubungi :
P.T. Geovisi Mitratama
Alamat :
Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564.
Telpon/Fax : (0274)798306
Email : info[at]geovisi.com
http://groups.google.com/group/komunitas-gis


"Saat ini tidak memiliki cabang dimanapun dan hanya berkantor pusat di Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564"

Salam Hormat,

Aji Putra Perdana
Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial training ala thole cakep*

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.


Jumat, 01 Januari 2010

ArcGIS Diagrammer-GIS E-book...

Sekedar re-posting dan update status GIS E-book...yakni ArcGIS Diagrammer...

Teringat postingan thole and cakep beberapa waktu yang lalu di tahun 2008 mengenai ArcGIS Diagrammer...Kala itu thole menggunakan ArcGIS Diagrammer untuk mengemas geodatabase dari nyamuk-nyamuk di Kota Yogyakarta saat hendak dipresentasikan di Hyderabad City..

http://ajiputrap.blogspot.com/2008/10/arcgis-diagrammer.html


Documenting your geodatabase design is important. At the ArcGIS data models Web site (http://support.esri.com/datamodels), a series of diagrams is used to represent the key design concepts and to document the specifications of geodatabase elements, metadata, and map layers in each of the data model templates.

There are five key elements to represent the contents of your geodatabase design. These include:
1.Datasets—These are specifications for how to record the properties of feature classes, rasters, and attribute tables as well as the set of columns in each table. For spatial representations you'll see some geometric properties (such as point, line, and polygon and types of coordinates). Often, you'll see a specification for subtypes.

2.Relationship classes—Attribute relationships are widely used in GIS, just as they are in all DBMS applications. They define how rows in one table can be associated with rows in another table. Relationships have a direction of cardinality and other properties (for example, is this a one-to-one, one-to-many, or many-to-many relationship?).

3.Domains—These represent the list or range of valid values for attribute columns. These rules control how the software maintains data integrity in certain attribute columns.

4.Spatial Rules—A number of advanced data modeling capabilities are available for geodatabases. For example, data elements, such as topologies and their properties, are used to model how features share geometry with other features. Topologies, along with network datasets, address locators, terrains, cartographic representations, geometric networks, and many other advanced geodatabase types, provide a very critical and widely used GIS mechanism to enable spatial behaviors and to enforce integrity in GIS databases.

5.Map Layers—GIS includes interactive maps and other views. A critical part of each dataset is the specification for how it is symbolized and rendered in maps. These are typically defined as layer properties in ArcMap, which specify how features are assigned map symbology (colors, fill patterns, line and point symbols) and text labels. Layers are not managed in geodatabases but are an important aspect in helping to define some key dataset properties in a geodatabase schema. Layer specifications are shown in yellow. Layers can be stored as .lyr files or as elements in an ArcMap document (.mxd).


ArcGIS Diagrammer is a productivity tool for GIS professionals to create, edit or analyze geodatabase schema. Schema is presented as editable graphics in an environment familiar to users of Microsoft Visual Studio 2005. Essentially ArcGIS Diagrammer is a visual editor for ESRI’s Xml Workspace Document which are created by ArcCatalog, the management application in the ArcGIS Desktop product suite.

You can download a tool, Geodatabase Diagrammer, that will generate a series of Visio graphics of your datasets and elements in your geodatabase. Search for "Geodatabase Diagrammer" at http://arcscripts.esri.com.

source information : ArcGIS Dekstop Help
http://arcscripts.esri.com/details.asp?dbid=15166

Kini sebuah tulisan mengenai ArcGIS Diagrammer berbahasa Indonesia yang dikemas oleh tim PT. Geovisi Mitratama guna berbagi dalam geospatial learning...
New Upload GIS E-book di milist komunitas-gis...

GIS E-book with the title is "Disain Geodatabase
dengan ArcGIS Diagrammer". Please feel free to get and distribute it..
Its filename is "Disain Geodatabase.pdf"

Below short information what its content is :
BAGIAN PERTAMA : PENGANTAR
MEMULAI ARCGIS DIAGRAMMER
BAGIAN DUA : MENYUSUN MODEL DIAGRAM
MEMBUAT DOMAIN
MEMBUAT FEATURE DATASET
MEMBUAT FEATURE CLASS
MEMBUAT TABLE
MEMBUAT RELATIONSHIPS
MEMBUAT TOPOLOGY
BAGIAN TIGA : IMPLEMENTASI DIAGRAM
CHECKING ERROR
MENGEKSPOR KE XML DAN GENERATE DI LINGKUNGAN ARCGIS
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

What is "GIS E-book Series" and "Komunitas GIS" ???

GIS E-book Series merupakan kumpulan tulisan e-book yang di-share di dalam milist atau komunitas GIS.

Berikut kumpulan Geovisi GIS E-book Series :
GPS:
1. Geovisi GIS Textbooks Series GPS
2. BEKERJA DENGAN GPS-Komunitas GIS
3. TRACK DAN MARK LOKASI DENGAN GPS
Perpetaan :
4. Membaca Koordinat Peta
GIS dan WEBGIS :
5. Pengantar mapping dengan arcview
6. GIS Programming Using MapInfo
7. MODUL MAPINFO
8. PCD ARCGIS GEOVISI dan PCD ARCGIS GEOVISI-2
9. ALOVMAP
10. Disain Geodatabase

Komunitas GIS ialah Komunitas atau Group ini diperuntukkan bagi rekan-rekan yang akan, sedang, atau pernah belajar bersama mengenai Sistem Informasi Geografis bersama dengan Geovisi Mitratama.

Silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group Geovisi untuk berbagi bersama dan saling berdiskusi mengenai persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Salam Hormat,

Aji Putra Perdana
Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial thinking ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.



Belajar Bukan Emosi...Belajar Tidak Emosi...

Belajar Bukan Emosi...Belajar Tidak Emosi...

Tulisan ini sengaja thole ungkapkan karena barusaja membuka blog dan menerima sebuah komentar dari seorang Anonim. Alangkah lebih baik jika sang anonim meninggal pesan dengan lebih baik sehingga komunikasi dapat dijalin dengan lebih lancar. Bukan sekedar menyalahkan maintenance tapi tidak berani mengungkap siapa jati diri sang anonim sendiri. Di dalam belajar dan berbagi berbagai pengetahuan sekirannya bukanlah emosi semata yang ditonjolkan. Terima kasih sudah mengingatkan akan perlunya menjaga link/url tutorial yang ada. Apabila ada yang menghendaki untuk memperoleh beberapa tutor yang susah diakses dapat sent me an email, its better than you just posting as anonim and said in unregistered words...

Belajar bukan emosi inilah sebuah postingan blog yang sekedar mengingatkan untuk penulis pribadi dan rekan-rekan sekalian. Jangan tonjolkan emosi, dalam hal ini amarah semata ataupun tulisan yang kurang pas sedianya apabila kita termasuk orang yang notabene belajar untuk menulis dan membaca. Belajar untuk tidak emosi, itulah juga yang sedang dipelajari oleh thole dan cakep dalam kehidupannya sehari-hari guna memperoleh pemaknaan akan hidup yang hakiki.

Life is too short for being angry only...terjemahan ala thole and cakep mengartikan bahwa hidup itu terlalu singkat kalau kita hanya meliputinya dengan amarah semata.

Mungkin kuterpancing juga nie sampai menulis di blog..hehe., jadi teringat betapa mudahnya ku terpancing dan masuk dalam dunia emosional.

Akantetapi inilah reflektansi di hari pertama tahun 2010, penggunaan bahasa atau kosakata yang baik akan lebih memudahkan kita dalam berkomunikasi dan bekerjsama dalam kehidupan yang sangat singkat ini. We can ask in better word with better question rather than blame someone or something.

Betul juga kata yang dirangkai bahwa "Kuncinya ialah Pengendalian Diri". That's what i need...how thole and cakep can control their emotions, not only with emoticon but truly from deep inside their hearts.

Saking emosinya, kujuga masih menanti satu pemberesan administrasi geospatial learning yang belum juga beres hanya karena adanya seseorang yang mengaku Mr.X tlah menerima sebuah letter akan tetapi tidak disampaikan ke pihak yang bersangkutan sehingga administrasi pun belum kunjung diproses. Padahal geospatial learning sudah berlangsung di bulan kedua akhir di tahun 2009 dan kini tlah menginjak tahun 2010, tapi belum juga terproses dan tidak ada komunikasi yang jelas dari yang bersangkutan. Tampaknya lagi dan lagi kuncinya ialah komunikasi, mestinya emailnya dibaca dan sekiranya dibalas sehingga ada kejelasan sudah sampai mana dan apa yang sebenarnya terjadi. So thole and cakep cannot enjoy holiday, still wait and see..hopefully will be clear in this new year.

Tidak hanya geospatial learning, geospatial planning juga mengalami kendala di hal komunikasi. Padahal sudah dengan jelas thole mengutarakan bahwa he needs information which maps file you use for this projects? tapi informasi yang sampai berbeda sehingga pencatatan atau recording atas informasi yang diterima untuk kemudian disampaikan kepada yang lain sangat diperlukan. Perlu adanya pendokumentasian yang baik, walaupun thole and cakep sendiri masih belum bisa melakukan hal tersebut...hehe. Inginnya ideal tapi susah sekali mewujudkannya, setidaknya kita berusaha untuk itu. That's what we should do!!!

Fenomena "belajar bukan emosi...belajar tidak emosi" juga terjadi dan sedang marak-maraknya di Bangsa Indonesia tercinta ini di akhir penghujung tahun 2009. Menimpa berbagai kalangan dari rakyat biasa, artis, hingga politisi bahkan para penulis seperti thole and cakep ini juga ikutan terbawa arus emosional tinggi.

Konteks emosi yang tertulis di atas dari awal sampai ini ialah sisi negatifnya yakni emosi dalam awujud marah. Akantetapi emosi itu mempunyai banyak dimensi yakni dari suka, duka, sedih, senang, empati, simpati, m3, xl...uuppss..I'm sorry wis mulai ngelantur. Yang jelasnya ialah belajar bukan emosi akan tetapi belajar ialah saling memahami dan mengerti dalam berbagi...Belajar tidak emosi akan sangat mendukung dalam kehidupan kita sehari-hari. Maafkan thole and cakep apabila ada emosi yang berlebihan dari thole and cakep selama kita bersinggungan secara ruang dan waktu dalam kehidupan yang singkat ini.

Keep learning...Sinau terus...Sinau ora mung ning kampus...Sinau ora mung moco buku...Sinau dari ayat-ayat kehidupan...

Sebuah reflektansi, emisi dan radiasi di awal tahun 2010...
Hope the best for Indonesia tercinta...

Aku Bangga Berbangsa Indonesia...mengingatkanku akan sebuah rangkaian kata "Pertahankan Budaya Nusantara"...

Jangan sampai budaya kita dicuri bangsa lain...Mari generasi muda pertahankan budaya, jaga pulau-pulau terluar bangsa Indonesia...Jaga Jati diri Bangsa...MERDEKA !!!

Salam hormat,
Aji Putra Perdana
Belajar Bukan Emosi...Belajar Tidak Emosi...

Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial thinking ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.