Kamis, 18 November 2010

Informasi Geospasial untuk Bencana Gunung Merapi, sebuah trend atau kebutuhan ?

Informasi Geospasial untuk Bencana Gunung Merapi, sebuah trend atau kebutuhan ?

Berawal dari ketidaksengajaan dan rasa penasaran akan fenomena yang sedang terjadi di Bangsa Indonesia ini terkait Bencana Gunung Merapi dan Informasi Geospasial. Disadari ataupun tidak penyajian informasi berbasis keruangan atau yang kini semakin dikenal dengan informasi geospasial, tidaklah luput dari peran serta para pegiat dunia Geospasial baik dari kalangan akademisi maupun praktisi. Fenomena yang disoroti dalam postingan kali ini ialah semakin membahananya orang berbicara mengenai lokasi berkoordinat, PETA, CITRA, GoogleMaps, Google Earth, hingga tampilan 3 Dimensional yang secara visual menarik orang untuk melihat lebih jelas seakan seperti aslinya di dunia nyata.

Fenomena ini tentusaja sangatlah berkaitan erat dengan perkembangan informasi dan teknologi geospasial yang begitu cepat dan tanggap terhadap bencana. Teknologi geospasial yakni teknologi penginderaan jauh dengan berbagai satelit-satelit berkemampuan resolusi tinggi (GeoEye-1, Ikonos, WorldView-2 DigitalGlobe) * disediakan oleh www.crisp.nus.edu.sg, hingga citra satelit resolusi rendah (citra satelit Terra/Aqua MODIS oleh NASA http://earthobservatory.nasa.gov/NaturalHazards/view.php?id=46837 atau disajikan juga di dalam http://cybergisforum.blogspot.com/2010/11/citra-merapi-terbaru.html). Mereka telah merekam baik dengan disengaja ataupun memang berada di atas Indonesia (baca: Gunung Merapi) pada jam lintasnya menghasilkan potret (baca: gambaran) dari atas langit ala citra satelit. Yang sangat menarik ialah bahwa informasi geospasial yang tersaji baik berupa PETA ataupun CITRA telah membuka mata dan membuka hati (baca: semoga) untuk lebih peduli dengan lingkungan dan bencana yang terjadi.

Pertanyaan yang muncul kemudian di benak penulis ialah :

1. Apakah ini sebuah trend ?

*teringat beberapa waktu lalu kala bencana tsunami melanda Aceh, tampaklah beragam internasional NGO berdatangan dan di sanalah berkembang pemanfaatan Informasi dan Teknologi Geospasial. Bahkan pembelajaran hingga mengenai warga lokal, salah satu teman penulis adalah warga Aceh seorang PNS yang belajar SIG (Sistem Informasi Geografis) berkat kejadian di Aceh. Di lain sisi, gempa bumi yang terjadi di Jogja 27 Mei 2006 melahirkan salah satu tulisan berjudul Geoinformation-Based Response to the 27 May Indonesia Earthquake – an Initial Assessment dan berbagai tulisan-tulisan lainnya. Dimana di dalam tulisan tersebut mengemukakan informasi berbasis keruangan atau informasi geospasial sebagai respon terhadap kejadian bencana gempa bumi sangatlah penting. Trend berikutnya ialah akan muncul berbagai tulisan terkait Merapi dengan informasi geospasialnya. Semoga bukan sekedar trend dalam penulisan atau kegiatan proyek semata ?

* Tapi trend yang dimaksud di sini ialah, Apakah informasi geospasial 'muncul' dan menjadi 'perlombaan' sesaat, saat, setelah bencana terjadi ? *habis itu ya sudah dilupakan...

2. Ataukah informasi geospasial itu sebuah Kebutuhan ?

* Jika berbicara kebutuhan, ada papan sandang pangan sebagai kebutuhan pokok atau kebutuhan primer. Lalu masuk kategori yang manakah informasi geospasial ini ? Kemudian pada level apa sajakah informasi geospasial dibutuhkan dan seberapa detil yang perlu disajikan ? Sebenarnya siapa saja yang butuh akan informasi geospasial ? Bukankah dalam sebuah perencanaan pembangunan dibutuhkan informasi geospasial ? Konon kabarnya dalam rencana tata ruang hingga tingkat detil pun memerlukan apa yang disebut sebagai PETA ?
* Begitu banyak tanda tanya yang mungkin bisa dijawab oleh para ahli dan pegiat GIS di Indonesia. Yang acapkali menjadi permasalahan ialah bagaimana kita mengkomunikasikan 'Kebutuhan' serta keberadaan informasi geospasial ini kepada yang meng-ACC kebutuhan tersebut.

Informasi Geospasial untuk Bencana Gunung Merapi, sebuah trend atau kebutuhan ?
Ini hanyalah tulisan selingan semata tatkala menatap betapa indahnya dunia Geospasial dengan warna-warni PETAnya, ramai koneksi informasinya ala-webbasedmapping, hingga citra satelit yang tak kenal lelah menatap abu vulkanik Merapi. Tapi sangatlah disayangkan bahwa informasi geospasial tersebut begitu banyak terserak-serak di berbagai sudut dunia maya seakan berdiri sendiri-sendiri di setiap laci tanpa adanya komunikasi yang saling melengkapi. "Perlu sebuah WADAH, bukan sekedar menyimpannya ke dalam Project (MXD atau APR) *baca: proyek", celetuk fulan.

Solusinya : Apapun itu baik trend atau memang menjadi sebuah Kebutuhan, maka inilah saatnya Wujudkan Informasi Geospasial bagian dari Hidup Kita untuk siapapun,kapanpun, dimanapun, tidak terpatok pada koneksi internet, peta cetak pun jadi, apapun PETA/CITRAnya minumnya ambil di tempat masing-masing :)

*mengkritik itu mudah dan sederhana, sehingga kemudahan dan kesederhanaan itu tersaji di dalam postingan kali ini...hehe :)*

--- yang jelas, kalau bisa sich semua dikomunikasikan dan bukannya menjadi ajang perlombaan di tengah bencana Merapi ---

--- janganlah money-oriented tetapi kalau memang berbicara relawan ya...harus rela dunk :). It's better to be humanitarian-oriented... ----

--- kalau partisipatif, ya semoga bener-bener melibatkan masyarakat atau stakeholder2x maupun yang hendak dilibatkan secara betul-bener... ---

--- dibutuhkan peta-peta yang terupdate dan tentusaja dibutuhkan dukungan data-data yang valid hari demi hari dan semoga tidak terjadi overlapping antar pihak pengumpul data ---


*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, kebencanaan, dan lain sebagainya (*sok sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar