Senin, 01 November 2010

Apakah bencana itu latah ? ataukah lainnya ?

Apakah bencana itu latah ? ataukah lainnya ?

Demikian celetuk fulan di siang bolong, menatap, melihat, mendengar hiruk pikuk kejadian bencana yang menimpa Indonesia tercinta ini. Yang uniknya lagi ialah di tengah-tengah kejadian bencana yang luar biasa (Wasior, Mentawai, Merapi,....) maupun sudah jadi biasanya (baca: seperti kejadian banjir di Ibukota tercinta Jakarta), fenomena permasalahan pun kian mencuat ialah bencana akibat manusia yakni berupa kata-kata yang tidak pas atau sesuai, tindakan yang kurang tepat dan lain sebagainya.

Ups...sudahlah, mari kta alihkan ke topik yang lain...Pertanyaan di atas bukan dalam rangka menyalahkan siapapun, tapi merupakan upaya interospeksi diri, termasuk si fulan itu sendiri.

"Apakah bencana itu latah?", tanya si fulan pada fulana...

"Tentusaja tidak, jika hendak kait-mengkaitkan kejadian bencana itu tentusaja butuh ilmunya dan kita tidak pada kapasitasnya untuk membahas itu. Toch, kita sekedar numpang lewat via tulisan ini. Kalau dibilang latah dengan tanda kutip; boleh juga. Latahnya ialah bukan bencananya, akan tetapi manusianya."

"Lho koq bisa?", potong si fulan.

"Begini maksudnya, tanpa ada maksud dan tujuan apapun. Coba bayangkan berapa banyak organisasi atau lembaga atau kumpulan atau apapun itu dadakan dalam upaya penanggulangan bencana? Baik dari dalam negeri hingga luar nagari, baik dari satu universitas dengan berbagai fakultas dan program studi di dalamnya maupun hingga berbagai hingga gelaran-gelaran di pinggir-pinggir jalan mengatasnamakan yang dibawahnamanya (baca: dibawanya). Ini merupakan kelatahan yang positif, karena hal tersebut menunjukkan betapa pedulinya dan besarnya rasa kesetiakawanan sosial seluruh rakyat Indonesia hingga seluruh dunia. Semoga saja semua kelatahan tersebut demi kebaikan bersama dan bukan dengan maksud dan tujuan tersembunyi alias udang di balik batu."

"OK lah kalau begitu", jawab fulan.

Jadi teringat, kebiasaan yang ada bahwa tiap event seakan menjadi celah untuk tiap hal yang bisa disimpan ke dalam project-project (baca: proyek). Seperti di dalam software-software GIS keluaran ESRI yang menyimpan, mengolah, hingga menyajikan data dan save as project. :)

Tinggal orientasinya ke Utara atau ke Selatan, dan sebagainya...(baca: money-oriented or murni humanitarian-oriented???). Let's see...

--- silahkan cermati sendiri-sendiri, ini hanyalah tulisan yang numpang lewat sesaat ---

Salam,
app

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial,, kebencanaan, dan lain sebagainya (*sok sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Sekedar iseng semata setelah melihat kejadian nyata...upss :). piss..piss...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...
Bagi para blog walker, follower, reader, etc...mari berjalan-jalan bersama-sama...for better Indonesia... MERDEKA !!!

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar