Senin, 16 Agustus 2010

From Pemalang to Mekah (my pray at this Ramadhan)

From Pemalang to Mekah
(my pray at this Ramadhan)


Menuju ke Mekah untuk menunaikan Ibadah Haji itulah tujuan tiap sosok muslim di Dunia jika dia telah 'mampu' dan'mau'. Tulisan kali ini terinspirasi oleh beragam pemberitaan terkait "Mekah menjadi sentral waktu Dunia" dan di sisi lain, ada keinginan yang dalam dan terpendam Semoga Kelak fly to Mekah dengan sebenar-benarnya.

Sementara keinginan tersebut belum dapat terlaksana, si fulan ini teringat akan fasilitas yang disediakan oleh Google yakni Google Earth. Maka terbanglah dia ke Mekah via Google Earth dan dalam hitungan 17detik sampailah pada saat yang berbahagia yakni menatap indahnya dunia. Saking penasarannya, maklum si fulan jarang sekali berhubungan dengan dunia maya. Fulan mengaktifkan informasi 3D Buildings di fasilitas Layer pada Google Earth untuk melihat adakah bangunan model 3 dimensi Mekah.

Begitu dicentang dan proses berlangsung, seketika muncullah ada dua lokasi yang dimodelkan ke dalam 3Dimensi di Mekah yaitu hotel boast (Modeled by: rami.bana) dan Mekah (Modeled by: Omar Mougharbel). Silahkan akses sendiri via Google fulan dan fulana masing-masing, berikut hasil pencetan tombol Alt+PrtScr untuk menangkap gambar tersebut:

Gambar 1. 3D Model Mekah dan hotel boast via Google Earth
hotel boast (Modeled by: rami.bana) dan Mekah (Modeled by: Omar Mougharbel)

Ketakjuban luar biasa menatap putih cerahnya dunia (baca: Mekah) dari atas...Rasa penasaran semakin menjadi terkait Mekah sebagai pusat bumi. Maka searching pun mulai dilakukan oleh si fulan dan ditemukanlah beberapa artikel, diantaranya yang dimuat di dalam eramuslim dan blog-blog lainnya.

Berikut cuplikan yang dikutip dari website eramuslim terkait Mekah sebagai Pusat Bumi dan Pusat Waktu Dunia :

Prof. Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa Makkah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.

Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesudah itu ia mengamati dengan seksama posisi ketujuh benua terhadap Makkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.

Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program komputer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukan, bahwa Makkah merupakan pusat bumi.

Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Makkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama, ia bergerak bersamaan dengan keliling luar benua-benua tersebut. (Majalah al-Arabiyyah, edisi 237, Agustus 1978).

....................................................................

Makkah atau Greenwich

Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Makkah berada tengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa Kota Suci Makkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.

Ada banyak argumentasi ilmiah untuk membuktikan bahwa Makkah merupakan wilayah nol bujur sangkar yang melalui kota suci tersebut, dan ia tidak melewati Greenwich di Inggris. GMT dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri di dunia berada di bawah jajahan Inggris. Jika waktu Makkah yang diterapkan, maka mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat.

(http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/makkah-sebagai-pusat-bumi.htm)

Fulan pun hanya bisa bergumam dan meyakini bahwa banyak ilmuwan, ahli kebumian di dunia dan khususnya di Indonesia yang bisa mencoba 'mempraktekkan' perhitungan atau cara yang dilakukan oleh Profesor.

Upps...sekian saja yang terulas hari ini. Seperti kutipan salah seorang mantan petinggi NKRI yang berkata bahwa "butuh Kesapakatan Dunia" terkait Mekah sebagai pusat waktu dunia.

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, (*sok sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya.

Terimakasih atas kesediaanya membaca...

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

2 komentar: