Selasa, 20 Juli 2010

ke-199 postingan cerita ala thole

199

Satu Sembilan Sembilan...sesudah cukup lelah serasa berKEJAR-KEJARan dengan waktu, tapi tetap saja waktu masih secara konsisten berjalan detik demi detik tak kenal untuk istirahat sejenak. Sungguh berbeda dengan si fulan, yang bisa menyempatkan dirinya sejenak untuk beristirahat dan menatap kehidupan di dunia maya.

Tertariklah ia kembali untuk menulis sesuatu yang mengalir begitu saja layaknya air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah dan bermuara pada satu titik. Kembali menilik ke judul di atas yakni 199 (baca: satu sembilan sembilan), ini bukanlah angka telpon 911 (baca: nine one one). Hanya sekedar postingan ke 199 yang akan diisi dengan berbagai ilustrasi kata sebagaimana mestinya.

Let's start with "What a meaningful day"...kurang lebih demikian posting status si fulan di salah satu media komunikasi dunia maya yakni efbi atau pacebok. Mencoba memaknai bahwa hari yang dilaluinya ialah bermakna dan bagaimana kita menggali proses yang ada di dalamnya itulah yang sangat menarik. Hari itu dan saat ini tadi dan beberapa hari yang lalu adalah hari-hari distribusi dan meeting yang sangat padat (NB: meeting disini ialah bertemu bukan dalam artian rapat atau pertemuan formal). Ya...betul sekali dua kali bahkan bisa berkali-kali, bertemu itulah pemaknaan yang kudapati. Kata dasarnya ialah "TEMU", ketika terangkai dengan kata-kata imbuhan lainnya dapat menjadi beragam makna, misal: TEMU + pe-an = PENEMUAN. Atau TEMU + -an = TEMUAN. Hilangnya awalan pe, maka makna yang dikandung di dalamnya pun jadi berbeda, efeknya pun berbeda. Dimana PENEMUAN bisa berdampak positif pada sesuatu yang baru yang sekiranya itu adalah sesuatu yang bermanfaat, sedangkan hilangnya awalan pe, menjadi TEMUAN, kata ini sekarang ini kerapkali digunakan dan berimplikasi negatif, menyebabkan orang ketakutan dan berkaitan erat dengan dunia politik keuangan.

Mari kembali ke depan layar monitor masing-masing, lihatlah apa yang telah kita lakukan hari ini. Adakah terlalui dengan kepadatan aktivitas ataukah kebebasan beraktivitas? Ehmm...Mari kita loncat ke sesuatu yang berbeda...Sebut saja percakapan di atas adalah kode 1 (baca: satu), sekarang kita loncat ke kode 9 yang pertama (baca: sembilan a) dan nanti akan kita akhiri di kode 9 yang terakhir atau kita sebut 9 o (baca: sembilan omega).

9 a (sembilan a)

Topik kali ini mencoba mengupas, perlehatan di dunia tulis menulis terkait ilmu kebumian. Hampir kian hari dan boleh dikatakan seiring perkembangan dunia informasi dan teknologi geospasial, banyak orang berbicara dan/atau menulis mengenai aplikasi-aplikasi ataupun kajian ilmiah lainnya terkait bidang ilmu kebumian atau geoscience. Baik dari kalangan akademisi (mahasiswa, dosen, profesor dan lain sebagainya), praktisi, user/pengguna dan masyarakat geospasial yang pernah, sering, kadang, atau memang berkutat dengan yang namanya GEO. Cukuplah banyak AHLI-AHLI alias para GIS'er yang sangat berkompeten untuk berbincang mengenai dunia Geospasial ini. Kiranya si fulan ini hanya bisa berbicara dari sudut pandangnya sendiri, bahwa Indonesia sangatlah KAYA dan dilirik serta menjadi ladang bercocok tanam bagi dunia ilmu kebumian oleh para praktisi, ilmuwan, peneliti, konsultan, mahasiswa, penggiat peta, planner, dan lain sebagainya. Tapi seringkali kita terlalu asyik dalam menikmati kehidupan di KOTAK kita sendiri, jarang sekali kita mencoba berfikir out of the box , termasuk si fulan sendiri :).

9 o (baca : sembilan omega)

Ingat omega, jadi teringat akan my little sister...Di tiap waktu yang terlalui adalah sejuta informasi yang bisa digali dan dirangkai menjadi kumpulan dataset yang disimpan dalam sebuah wadah geodatabase. Dimana di dalamnya kita bisa membuat serangkaian jaringan jalan (networking) untuk kita analisa, akan kemana kita melangkah esok. Selesaikan satu-persatu dan cek tiap rangkain gerbong kehidupan kita, selalu lakukan maintenance dan satukan serakan-serakan file yang belum tertata secara rapi ke dalam folder-folder kisah kehidupan kita. Melakukan perancangan basisdata kehidupan untuk masa depan dengan menyiapkan wadah-wadah wacana kehidupan berbasis pada kekuatan hati dan perjuangan atas kehidupan yang LUAR BIASA indahnya. Teka-teki kehidupan semakin terurai satu demi satu, lembar demi lembar, ketika hari yang kita lalui dimaknai dengan senyum dan sabar, diiringi doa dan ikhtiar.

We should or must define our future...

Keep Learning and doing something for better future...

MERDEKA !!!

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, (*sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya.

Terimakasih atas kesediaanya membaca...

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar