Rabu, 21 Juli 2010

Geospatial Magazine and Geospatial Forum

Geospatial Magazine and Geospatial Forum

Gambar 1. Majalah Geospasial dari GISDevelopment Edisi Juni 2010
(ada undangan Geospatial World Forum 2011)

Sumber : difoto pake hape lg gw300, itu tangannya si pemoto alias penulis surat ini, terus diedit ben rodo ketok kepiye gitu...


Yogyakarta, 21 Juli 2010

Kepada Yth.
Para Penggiat Geospatial
di Indonesia

Dengan hormat,

Bersama ini ijinkan saya berbagi sedikit pandangan dan tulisan mengenai Geospatial Magazine and Geospatial Forum. Munculnya ide untuk kembali menulis terkait Geospasial dari sudut pandang penulis sendiri yang notabene hanyalah sesosok yang bersyukur atas nikmat dan kesempatan untuk bergabung di sebuah dunia terkait GeoInformation Science dan mendapatkan kesempatan berlangganan sebuah Majalah Geospasial dari GISDevelopment.

Langganan tersebut tadinya hanya berlaku selama setahun setelah mengikuti Seminar Map World Forum, 10-13 Februari 2009 di Hyderabad, India (http://mapworldforum.org/2009/conference/EmergingTrendsandTechnology.htm), akan tetapi ketika GISDevelopment memberikan penawaran untuk berlangganan seterusnya secara free maka saya pun segera mendaftarkan dirinya untuk bisa berlangganan.

Sebuah kenangan yang sangat indah dan perjalanan yang luar biasa dan tak henti-hentinya ketika mengingat akan perjalanan tersebut, ucapan Terima Kasih sebesar-besarnya kepada Yayasan TAHIJA, PDM, PM, TL DMU, dan kawan-kawan semua di Dengue Project Tahija Foundation Phase 2 Yogyakarta. serta Warga Kota Jogja. Berkat perjalanan bersama merekalah, sebuah kisah indah terangkai dalam buku perjalanan hidup yang masih membekas hingga sekarang. Apapun dibalik itu semua dan yang terjadi sesudahnya ialah sebuah rangkaian kehidupan yang memang harus dilalui dan diyakini bahwa semua ada hikmahnya.

Kembali ke topik yang diangkat kali ini yakni Majalah Geospasial dan Forum Geospasial, awalnya saya hendak mengupas dengan studi komparasi antara India dan Indonesia, namun sangat ditakutkan bahwa yang terjadi ialah penilaian picik dari diri saya pribadi. Hal ini bangkit, ketika melihat cover dari Majalah GISDevelopment June 2010 Volume 14 Issue 06 (Gambar 1) yang baru saya terima dengan tema yang menantang : "WANTED Data policy to unlock potential" dengan simbol gembok yang terbuka dan di dalam gembok tersebut ada huruf i kecil dimana titik kecil di atas huruf i merupakan gambar bumi. Berlatar belakang garis-garis yang tidak beraturan berwarna hitam dan di bawahnya ada promosi mengenai "G
eospatial World Forum" dengan tema Dimensions and Directions of Geospatial Industry, 18-21 January 2011 Hyderabad, India.

Perubahan nama dari Map World Forum menjadi Geospatial World Forum, bukanlah tanpa suatu sebab. Saat pertama kali mendapatkan imel mengenai perubahan nama tersebut (Map World Forum is now Geospatial World Forum), sebenarnya thole hendak menulisnya di blogspot ini, tapi belum kesampaian. Oleh karena itu, di dalam kesempatan di sebuah sepucuk surat yang ditujukan kepada para penggiat Geospatial di Indonesia ini. Kurang lebih berikut alasannya ialah terminologi Geospatial, Geomatika, GISains, Geoinformasi merupakan beberapa terminologi yang sudah diadopsi oleh para profesional, organisasi dan lain sebagainya.

Geoinformatics, GIScience, Geomatics, Geospatial….. are a few terms for geographical information science. In recent times many organizations and professionals have adopted and accepted the usage of ‘Geospatial’ as an all encompassing terminology. In order to maintain our pace with the changing world we are glad to adopt this term to re-brand our conference. Pursuing our earlier objectives and recognizing our expanding role, we are pleased to announce that - the very successful ’Map World Forum’ is being renamed as ‘Geospatial World Forum’ so as to expand the scope and reach of the technology and also to provide a complete definition to this ever growing industry. We will continue to put together our endeavors to develop awareness campaigns, advocacy programs and business development platforms for geospatial world through our conference.
Hasrat yang memuncak pun menyebabkan majalah tersebut di foto, sekedar ingin menunjukkan kepada yang dituju bahwa ini loch, ada majalah geospasial dari negeri sono, bagaimana dengan nagari kita? Apakah saya yang tidak tahu-menahu? Ya sudahlah...demikian salah satu lirik lagu yang sempat terdengar...

Yang selanjutnya, ketika di dunia ini ada Geospatial World Forum yang digagas oleh teman-teman penggiat Geospasial dari negeri seberang? Bagaimana dengan Geospasial di nagari kita? Memang sudah begitu banyak Forum, Seminar, Organisasi, Perkumpulan baik dari kalangan akademisi, peneliti, LSM lokal, internasional, pribadi, perusahaan dan lain sebagainya. Akan tetapi pernahkah kita duduk sejenak bersama-sama dalam suasana untuk Indonesia Tercinta dan kemajuan Masyarakat, bukan semata-mata egoisme mengejar angka-angka karena telah melakukan penelitian, ataupu mengejar yang dikejar sudah barangtentu. Saya pun tidak menutup mata, bahwa saya sendiri masih perlu banyak dan terus belajar dari semua pihak.

Sebenarnya sangatlah indah dan menarik apabila tiap jengkal perkembangan informasi dan teknologi geospasial yang terjadi di Nagari kita ini bisa terdokumentasikan dan disajikan secara elok dan tak lupa untuk tunjukkan pada dunia bahwa Majalah Geospasial Indonesia, bukan sekedar majalah tapi merupakan penyelesaian Masalah kebumian yang bermanfaat hingga masyarakat desa. Jadi teringat, dulu ada A masuk desa...mungkinkah adanya Geospasial Masuk Desa ? Jawab thole: mungkin dan pasti...buktinya saja beberapa waktu lalu ada salah satu desa di Pulau Jawa, Indonesia tertarik untuk melakukan pemetaan wilayah desanya atas inisiatif salah satu warga desanya. Di lain sisi, banyak lembaga non-pemerintah yang mencari dana dari pihak-pihak asing, dan biasanya ada orang asing nya juga melakukan pemetaan hingga level desa untuk sebuah perencaan kekotaan. Ehmmm...dan pastinya kita tidak bisa seenak kita sendiri menilai satu hal dari satu sudut pandang, karena begitu banyak sudut di dunia geospasial Indonesia seperti suku bangsa yang begitu beranekaragam budayanya.

Bhinneka Tunggal Ika...itulah yang mesti kita pegang jika hendak mengembangkan Geospasial Magasin dan Forum Geospasial.

MERDEKA !!! MERDEKA GEOSPASIAL FORUM DI INDONESIA !!!

SAATNYA TUNJUKKAN PADA DUNIA...

SUKSES UNTUK BERBAGAI ACARA GEOSPASIAL FORUM YANG TELAH DISELENGGARAKAN MAUPUN YANG AKAN DISELENGGARAKAN...SEMOGA BERMANFAAT BAGI PERKEMBANGAN DUNIA GEOSPASIAL DI INDONESIA...


Mari kembali lagi, ke laptop atau PC masing-masing, India, Malaysia, berbicara mengenai perkembangan industri geospasial di negaranya, bagaimana dengan perkembangan industri geospasial di nagari kita? Indonesia sudah pasti bicara mengenai Geospasial, terlebih didukung oleh saudara-saudara sekalian...Salam dan Sukses...

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, (*sedikit menyerempet) tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya. Postingan ke-200 mencoba menulis mumpung ada kesempatan, walaupun awalnya bukan seperti ini yang dikehendaki, tapi itulah yang terlintas...

Terimakasih atas kesediaanya membaca...

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/ diganti dengan http://geospatialinfo.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

List of blog posts related to unrelated stories of geospatial in thole version or point of view...
http://ajiputrap.blogspot.com/2010/05/peta-sebagai-tools-dalam-komunikasi.html
http://ajiput
rap.blogspot.com/2010/02/kritik-terhadap-geospatial-sharing.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/11/sesuap-nasi-dalam-pembelajaran.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/10/geospatial-opportunity-and-challenge.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/08/geospatial-learning-dari-pemantau-demam.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/08/geospatial-learning-in-combating-dengue.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/05/my-learning-in-combating-dengue-fever.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/03/map-world-forum-2009-press-release.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/03/map-world-forum-2009-conference.html
http://ajiputrap.blogspot.com/map-gis-health.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/02/gis-geodatabase-and-dengue.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2009/01/mapworldforum-spatial-dat-infrastructur.html
http://ajiputrap.blogspot.com/2008/02/gis-penginderaan-jauh-gps-dbd.html

2 komentar: