Kamis, 15 Juli 2010

Berbicara dan/atau Menulis

Berbicara dan/atau Menulis

Tema yang diusung kali ini ialah mengenai berbicara dan/atau menulis, dua hal yang satu sama lainnya saling melengkapi dan melekat erat di dalam kehidupan kita sekalian. Ketika berbicara mengenai bagaimana menulis yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia EYD "Ejaan Yang DIsempurnakan", tentunya dibutuhkan seorang penyampai atau pengajar, misalnya sewaktu jaman SMP ataupun SMA yakni seorang guru Bahasa Indonesia yang sudaha barangtentu menguasai dengan baik dan benar mengenai berbahasa Indonesia.

Hal ini mengingatkan diri saya kepada sesosok Ibu Guru Bahasa Indonesia yang sangat disayangkan sekali, saya sudah lupa nama Beliau. Namun yang masih teringat ialah di setiap pelajaran Beliau, kita benar-benar dituntut untuk bisa "Berbicara dan/atau Menulis" tentusaja dalam bahasa Indonesia sesuai dengan EYD. Acapakali tiap jengkal kata demi kata hanya bisa saya pahami pada saat itu saja, walhasil hingga saat ini saya tidak tahu pasti dan sudah barangtentu pula tiap tulisan yang tertulis di dalam blog ini tidak memenuhi atau mematuhi kaedah-kaedah penulisan bahasa Indonesia yang baku.

Kebakuan dalam penulisan dan dalam bicara tentusaja ada penempatannya, dan apabila ditempatkan pada forum yang tidak sesuai seringkali hal tersebut menjadi bahan yang sangat asyik diperbincangkan. Dikarenakan sudah menjadi tradisi ataukah kebiasaan orang-orang di sekitar kita (termasuk saya, mmm,,,,kadang) selalu tertarik untuk turut campur urusan orang lain. Terlebih ada kosakata yang terangkai indah berbunyi, "rumput tetangga jauh lebih hijau", "wang sinawang", dan lain sebagainya. Hal tersebut menurut tulisan atau pembicaraan dari orang yang dikatakan bijak oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri yang kemudian diiyakan oleh khalayak umum bahwa adalah suatu kerugian bagi kita yang hanya hidup dalam melirik kehidupan orang lain, karena apabila kita terus membanding-bandingkan maka sudah barangtentu hasilnya ialah seringkali kita lebih rendah. Terkecuali bagi orang-orang yang menjadikan hal tersebut sebagai pemicu dalam kehidupannya untuk berbuat lebih baik dengan tujuan yang jelas, bukan semata-mata dikarenakan pembicaraan atau tulisan orang lain.

Hal tersebut cukuplah susah, cobalah lihat fenomena sekarang ini dimana PEMBICARAAN dan TULISAN lebih cepat menyebar layaknya virus yang secara cepat dan tepat mengenai sendi-sendi kehidupan, bahkan menyerang dari yang masih muda atau di bawah umur (menurut para ahli keumuran) dan/atau yang sudah berumur alias sudah melewati masa-masa mudanya terlena untuk menikmati indahnya dunia perbincangan atau yang dari sisi lain disebut sebagai gosip atau berita dalam sisi lain. Sekarang ini susah untuk membedakan mana yang disebut sebagai berita ataupun infotainment. Menilik kata infotainment ialah informasi yang dibuat untuk menghibur masyarakat dan membuat mereka terlena untuk mengikutinya di tiap jam tayang.

Dunia ini panggung sandiwara...
Ceritanya mudah berubah...
Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura...

Kurang lebih demikian cuplikan lirik lagu yang saat ini menjadi hal yang biasa dan kita mengamininya.

Dunia Nyata ialah panggung sandiwara, demikian juga dengan dunia maya...

Berhadapan dengan gaya bicara dan gaya menulis yang berbeda-beda, dengan beranekaragam logat, bergaya ala orang terpelajar ataukah bergaya apa adanya...

Sekarang saatnya, cabut sebentar karena dunia sudah tidak kondusif. Oleh karena itu kita harus berhari-hati dalam berbicara dan/atau menulis.

Alhamdulillah masih diberi nikmat berbicara dan/atau menulis,baik di dunia nyata maupun di dunia maya...Apapun yang tertulis hari ini ialah sekedar barisan huruf yang melintas, tanpa ada maksud dan tujuan apapun yang tidak jelas...

MERDEKA !!!

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya.

Terimakasih atas kesediaanya membaca...

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar