Selasa, 29 Juni 2010

Merindu Untuk (tidak berhenti) Menulis

Merindu untuk (tidak berhenti) Menulis

Jogja, 29 Juni 2010

Kepada Yang Mempunyai Mimpi Untuk Maju

Dengan ini tak terlampir apapun, hanyalah rangkain kata yang tersurat dalam sebuah personal blog terkait sebuah keinginan untuk menulis. Tema yang diusung ialah "Merindu untuk (tidak berhenti) Menulis" berisi berbagai rangkaian kata dari yang serius tapi santai hingga yang seakan santai tapi serius, kupasan mengenai perjalanan ruang dan waktu, alunan kata yang mengalir begitu saja di dalam pribadi yang mempunyai mimpi untuk maju.

Di awali dengan pagi yang cerah untuk memulai secercah mimpi bahwa aku bisa menulis, entah apapun itu yang kutulis, tapi perlahan nan pasti tulisan itu hendaklah jadi sesuatu yang pastinya bisa terbaca, dibaca bahkan mendapatkan kelayakan untuk dibaca.

Teringat seketika akan perjalanan ruang dan waktu dan sebuah lagu yang dengan tegasnya menyatakan pula bahwa cinta adalah ruang dan waktu. Darisitu bisa dimaknai bahwa ruang dan waktu selalu memegang peranan penting, bagaimana kita bisa bermain dengan indahnya bersama ruang dan waktu yang kita diami dan jalani. Jadi teringat lebih dalam lagi, akan tulisan MT bahwa MANUSIA ITU INDAH. Aku pun setuju akan ungkapan tersebut, keindahan manusia kini sedang kurasakan juga yakni adanya kepuasan untuk bisa menuliskan apa yang terlintas di alam pikiran (baca: berfikir) karena kita memiliki cipta, rasa dan karsa (kurang lebih demikian tiga kata yang ada, entah sejak kapan itu berada). Manusia memiliki hati yang dengannya pula kita harus berhati-hati karena hati itu begitu halus dan susah sekali kita mendefiniskan isi hati.

Seiring itu pula INDAHNYA MANUSIA melahirkan pembelajaran mengenai MANAJEMEN KALBU, pengelolaan sumberdaya, potensi dan ancaman bahaya HATI. Banyak pula lagu mencoba mengkupas masalah HATI dan tulisan-tulisan yang dibukukan maupun yang berupa lembaran elektronik layaknya kerinduan HATI ku untuk (tidak berhenti) Menulis.

Kembali ke tujuan utama penulisan surat ini ialah untuk membangkitkan gairah penulis untuk menulis secara ilmiah walaupun tulisan yang sedang ditulisnya ini adalah tulisan lahiriah. Maksudnya ialah tulisan yang lahir sedemikian rupa sehingga terangkai dalam nada dan bait sendu akan kerinduan untuk menulis terkategori dalam low quality but high quantity (kualitas rendah tapi tulisane seenaknya sendiri banyak jumlah katanya, karena tidak ada batasan jumlah kata di dalamnya).

Di sela-sela mencari kata yang akan tertulis; aku pun keliling Pulau Jawa melalui teknologi yang dikemas oleh Google yakni Google Earth melihat perbatasan darat dan laut (baca : wilayah pesisir). Kadang ingin ku berhenti menulis, karena adanya pembatasan dalam imajinasi kata dimana tidak semua disampaikan melalui tulisan. Adakalanya berbicara itu bisa lebih bebas, tapi yang harus selalu dipegang ialah adanya norma dan rasa tanggungjawab dalam apa yang tertulis dan terkatakan melalui nada suara maupun irama kata.

Dulu, aku mencoba menjadi seorang penulis kata yang tak ada rupa karena aku bukanlah sang perupa. Kini, aku menulis seadanya sembari menanti kata yang nyata sedemikian rupa sekedar memenuhi panggilan jiwa. Yach, bertarung dengan ruang dan waktu itulah perjalanan hidup ini. Hari ini aku bisa terduduk di depan layar monitor dan terkoneksi dengan dunia maya. Kemarin aku terduduk di depan layar monitor dan tidak terkoneksi dengan dunia maya.

Ahhhh...aku benar-benar Merindu untuk (tidak berhenti) Menulis. Ingin lagi membaca ulang, merangkai kembali, melakukan kajian lebih mendalam dan lebih lebih baik dalam berbagai pembelajaran entah menggunakan pendekatan indera jarak jauh maupun pendekatan community-based, maupun berbagai metode dalam upaya mendekatkan jarak dan melakukan optimalisasi dalam tiap waktu. Menjadi orang bodoh yang senantiasa ingin belajar dalam memerangi ketidaktahuannya dan memenuhi rasa keingintahuannya ialah orang yang selalu termotivasi untuk maju dan tidak berhenti hanya sekedar penilaian dari orang lain.

Kecenderungan yang terjadi ialah orang terlena dalam menilai orang lain (selama dalam batas kewajaran setidaknya itu seringkali diucap manusiawi, namun apabila berlebihan dan menggunakan berbagai dalih, argumen, teoritis dan lain sebagainya itu ialah silahkan dinilai sendiri). Hal ini dikarena tulisan ini bukanlah sebuah tulisan penilaian akan mana yang baik dan mana yang benar, mana yang jelek dan mana yang buruk. Akantetapi hanyalah pandangan si penulis dalam menanggapi situasi yang marak terjadi, sendiri kita merasa sepi dan tanpa daya tapi bila bersatu kita seakan kuat dan punya kuasa. The most important thing is Allah SWT Maha Segala Sesuatu. Jauh dan jauh banyak kesalahan dalam tulisan kerinduan ini dan dalam pribadi si penulis, oleh karenanya mohon dimaafkan duhai para pembaca.

Kepada Yang Mempunyai Mimpi Untuk Maju marilah terus berkreasi dalam ruang dan waktu.

*Maaf tulisan kali ini tidak memuat unsur yang menarik dibaca terkait pembelajaran geospasial, tidak ada maksud dan tujuan apapun, namun yang pasti tulisan kali ini ialah suatu upaya untuk membangkitkan gairah si penulis sendiri untuk bisa menulis ilmiah nantinya.

Terimakasih atas kesediaanya membaca...

Salam,
^app^

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
http://ajiputrap.blogspot.com/
http://geospatialvision.blogspot.com/
http://bumiwisata.blogspot.com/
http://gisresetutor.blogspot.com/
http://ajiputrap.wordpress.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar