Jumat, 01 Januari 2010

Belajar Bukan Emosi...Belajar Tidak Emosi...

Belajar Bukan Emosi...Belajar Tidak Emosi...

Tulisan ini sengaja thole ungkapkan karena barusaja membuka blog dan menerima sebuah komentar dari seorang Anonim. Alangkah lebih baik jika sang anonim meninggal pesan dengan lebih baik sehingga komunikasi dapat dijalin dengan lebih lancar. Bukan sekedar menyalahkan maintenance tapi tidak berani mengungkap siapa jati diri sang anonim sendiri. Di dalam belajar dan berbagi berbagai pengetahuan sekirannya bukanlah emosi semata yang ditonjolkan. Terima kasih sudah mengingatkan akan perlunya menjaga link/url tutorial yang ada. Apabila ada yang menghendaki untuk memperoleh beberapa tutor yang susah diakses dapat sent me an email, its better than you just posting as anonim and said in unregistered words...

Belajar bukan emosi inilah sebuah postingan blog yang sekedar mengingatkan untuk penulis pribadi dan rekan-rekan sekalian. Jangan tonjolkan emosi, dalam hal ini amarah semata ataupun tulisan yang kurang pas sedianya apabila kita termasuk orang yang notabene belajar untuk menulis dan membaca. Belajar untuk tidak emosi, itulah juga yang sedang dipelajari oleh thole dan cakep dalam kehidupannya sehari-hari guna memperoleh pemaknaan akan hidup yang hakiki.

Life is too short for being angry only...terjemahan ala thole and cakep mengartikan bahwa hidup itu terlalu singkat kalau kita hanya meliputinya dengan amarah semata.

Mungkin kuterpancing juga nie sampai menulis di blog..hehe., jadi teringat betapa mudahnya ku terpancing dan masuk dalam dunia emosional.

Akantetapi inilah reflektansi di hari pertama tahun 2010, penggunaan bahasa atau kosakata yang baik akan lebih memudahkan kita dalam berkomunikasi dan bekerjsama dalam kehidupan yang sangat singkat ini. We can ask in better word with better question rather than blame someone or something.

Betul juga kata yang dirangkai bahwa "Kuncinya ialah Pengendalian Diri". That's what i need...how thole and cakep can control their emotions, not only with emoticon but truly from deep inside their hearts.

Saking emosinya, kujuga masih menanti satu pemberesan administrasi geospatial learning yang belum juga beres hanya karena adanya seseorang yang mengaku Mr.X tlah menerima sebuah letter akan tetapi tidak disampaikan ke pihak yang bersangkutan sehingga administrasi pun belum kunjung diproses. Padahal geospatial learning sudah berlangsung di bulan kedua akhir di tahun 2009 dan kini tlah menginjak tahun 2010, tapi belum juga terproses dan tidak ada komunikasi yang jelas dari yang bersangkutan. Tampaknya lagi dan lagi kuncinya ialah komunikasi, mestinya emailnya dibaca dan sekiranya dibalas sehingga ada kejelasan sudah sampai mana dan apa yang sebenarnya terjadi. So thole and cakep cannot enjoy holiday, still wait and see..hopefully will be clear in this new year.

Tidak hanya geospatial learning, geospatial planning juga mengalami kendala di hal komunikasi. Padahal sudah dengan jelas thole mengutarakan bahwa he needs information which maps file you use for this projects? tapi informasi yang sampai berbeda sehingga pencatatan atau recording atas informasi yang diterima untuk kemudian disampaikan kepada yang lain sangat diperlukan. Perlu adanya pendokumentasian yang baik, walaupun thole and cakep sendiri masih belum bisa melakukan hal tersebut...hehe. Inginnya ideal tapi susah sekali mewujudkannya, setidaknya kita berusaha untuk itu. That's what we should do!!!

Fenomena "belajar bukan emosi...belajar tidak emosi" juga terjadi dan sedang marak-maraknya di Bangsa Indonesia tercinta ini di akhir penghujung tahun 2009. Menimpa berbagai kalangan dari rakyat biasa, artis, hingga politisi bahkan para penulis seperti thole and cakep ini juga ikutan terbawa arus emosional tinggi.

Konteks emosi yang tertulis di atas dari awal sampai ini ialah sisi negatifnya yakni emosi dalam awujud marah. Akantetapi emosi itu mempunyai banyak dimensi yakni dari suka, duka, sedih, senang, empati, simpati, m3, xl...uuppss..I'm sorry wis mulai ngelantur. Yang jelasnya ialah belajar bukan emosi akan tetapi belajar ialah saling memahami dan mengerti dalam berbagi...Belajar tidak emosi akan sangat mendukung dalam kehidupan kita sehari-hari. Maafkan thole and cakep apabila ada emosi yang berlebihan dari thole and cakep selama kita bersinggungan secara ruang dan waktu dalam kehidupan yang singkat ini.

Keep learning...Sinau terus...Sinau ora mung ning kampus...Sinau ora mung moco buku...Sinau dari ayat-ayat kehidupan...

Sebuah reflektansi, emisi dan radiasi di awal tahun 2010...
Hope the best for Indonesia tercinta...

Aku Bangga Berbangsa Indonesia...mengingatkanku akan sebuah rangkaian kata "Pertahankan Budaya Nusantara"...

Jangan sampai budaya kita dicuri bangsa lain...Mari generasi muda pertahankan budaya, jaga pulau-pulau terluar bangsa Indonesia...Jaga Jati diri Bangsa...MERDEKA !!!

Salam hormat,
Aji Putra Perdana
Belajar Bukan Emosi...Belajar Tidak Emosi...

Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial thinking ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar