Jumat, 13 November 2009

Sesuap Nasi dalam Pembelajaran Geospasial

Sesuap Nasi dalam Pembelajaran Geospasial

Kisah perjalanan sesosok thole yang tanpa disadarinya menikmati sesuap demi sesuap nasi dalam kehidupannya dari sebuah barisan kata yakni pembelajaran geospasial. Berawal dari masuknya thole ke dalam sebuah Perguruan Tinggi Negeri terkemuka dan merakyat di sebuah Negeri Kerajaan di Pulau terpadat dari sebuah Negara sedang Berkembang dan semoga berkelanjutan. Melalui perjuangan yang cukup melelahkan karena thole harus menempuh perjalanan darat menggunakan dua kakinya yang melangkah tak kenal lelah, menembus keramaian lalu lintas jalan raya. Ujian tertulis selama dua hari, meskipun ketika berangkat dua kaki tersebut bersandar pada motor yang bergerak dan membawa serta jiwa dan raga thole. Akan tetapi ketika pulangnya, thole tanpa pikir panjang dan hanya berkeyakinan bahwa kemanapun dia melangkah pasti akan mencapai tujuan yang pasti yakni Masa Depan Yang Lebih Baik dari waktu ke waktu.

Walhasil, hari pengumuman pun tiba. Secarik kertas bagian dari koran atau surat kabar harian mengabarkan bahwa nama Thole lolos dan berhak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya yakni belajar mengenai ilmu kebumian. Tanpa panjang lebar dan tanpa mengurangi adanya keinginan dari tinggi untuk bergabung sehingga membentuk bangun tiga dimensi, thole menuju ke kota pendidikan dan budaya guna menuntut ilmu yang bermanfaat bagi Nusa dan Bangsa, especially buat diri thole pribadi dan keluarga thole yang selalu mendukung di tiap waktu.
Geographic Information Science...

Figure 1. Aji Putra Perdana @ geospatial learning office
Masa demi masa telah dilalui thole, hingga datanglah suatu masa dimana thole harus menentukan ke Jurusan mana thole akan fokus untuk melakukan pengembangan diri. Tahapan seleksi adminstrasi dilalui, tes pun dijalani dengan menatap di atas kertas foto yang kono dijepret dari udara atau lebih populer disebut foto udara. Menatap dengan perantara stereoskopis, tampaklah bangunan di daerah kawasan pesisir layaknya kolam renang di sebuah hotel...itulah jawaban yang dilontarkan thole ketika ditanya kenampakan apa yang tampak di foto udara tersebut. Andai dapat menerawang lebih jauh, mengindera lebih jauh dengan resolusi lebih tinggi hingga tingkat kedetilan akan menampakkan siapa yang sedang berenang...(upsss...imajinasi thole mulai liar,,,time to stop and make it easy to read...).

Dalam perjalanannya sampailah pada saat yang berbahagia yang mengantarkan thole menjadi mahasiswa yang lolos masuk ke Jurusan yang inovatif, update teknologi dan mengikuti perkembangan jaman. Belajarlah thole ke dalam sebuah sistem yang didalamnya berisi informasi spasial dan non-spasial yang dikelola dalam komputer, belajarlah thole mengenai teori konspirasi penggambaran permukaan bumi, yang kini thole sebut sebagai pembelajaran geospasial. Tanpa disangka pula, sesuap nasi dalam bungkusan nasi kucing bisa thole nikmati berkat belajar sebuah sains atau ilmu pengetahuan yakni geografi teknik, belajar informasi dan teknologi geospasial yang merupakan bagian dari sains informasi geografis, keilmuan mengenai kartografi dan penginderaan jauh.

Sesuap nasi dari pembelajaran yang diperoleh seiring waktu dan ruang yang dilalui dan dihinggapi selama masa kuliah hingga berhasil mengenakan toga di bulan Agustus, 5 tahun setelah thole masuk ke dunia spasial ini. Tak membayangkan pula bahwa geoscience telah membawa thole untuk bisa menikmati berbagai suapan nasi dari beberapa daerah bahkan dari negeri di luar tempat thole berpijak sekarang. Sebuah angan yang masih melayang-layang dalam imajinasi spasial ala thole dan menempati tempat terindah adalah keinginannya untuk sungguh-sungguh belajar di dunia baru yang bisa memacunya untuk lebih maju ke depan, fokus pada satu tujuan yakni meraih ilmu yang bermanfaat.

Sesuap nasi adalah rezeki yang tiada terkira besarnya bagi thole dalam perjalanan geospasialnya. Berbagi ketika memiliki roti adalah ucapan syukur atas nikmat yang diperoleh dan semoga dapat menjadi pintu pembuka rezeki.

Berbagi...berbagi...berbagi..saling memahami dan mengerti..bahwa life is too short bagi kita untuk saling membenci satu dengan lainnya...Kebanggaan yang harus dimiliki ketika teman seperjuangan kita meraih mimpinya dan tanamkan dalam hati bahwa tiap diri ini memiliki kemampuan untuk menggapai mimpi...Jangan pernah putus asa, karena sesuap nasi sungguh bermakna..belajarlah dalam setiap waktu yang dilalui dan ruang yang disinggahi...ada makna yang perlu digali didalamnya...

Salam CaKep,

Aji Putra Perdana

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar