Kamis, 08 Oktober 2009

Hampa Menulis

Jogja, 08-10-2009

Hampa Menulis

Alkisah di negeri entah berantah, negeri yang tak tampak dengan mata telanjang bahkan menggunakan teknologi satelit penginderaan jauh sekalipun dengan tingkat resolusi spektral yang luar biasa. Hal ini karena kisahnya berlangsung di dunia khayal sang penulis, sebuah dunia imajinasi dan hanya terpetakan oleh mental atau jiwa yang dikelola dalam sebuah geodatabase otak dan terangkai di dalam geodatabase tersebut beribu hingga jutaan atau mungkin milyaran relationship class yang terjadi baik dengan sesama feature class maupun dengan tabel-tabel atributal yang tidak brutal.

Wadah imajinasi geodatabase ala thole ini mengambil sebuah kisah di suatu area yang densenly populated dalam bahasa Englishnya, jika diperbolehkan mengumpamakannya ialah sebuah kota seperti Kota Yogyakarta. Negeri ini bernama "Negri Imajinasi", sebuah kota kecil dan tunggal yang seakan mengapung di samudera yang luas, yakni samudera impian. Layaknya seekor semut yang terapung di atas secangkir teh manis dan dia menikmati kemanisan tapi hampir kehilangan jiwanya.

Negeri Imajinasi...di dalamnya hiduplah berjuta manusia imajinasi dengan sosok yang unik bernama Thole dan Cakep. Kedua sosok ini kadang menyatu tapi acapkali terpisah karena perbedaan cara pandang, cara makan, cara tidur hingga manajemen emosi secara konteks keruangan hingga kompleks wilayah.

Sebuah pekerjaan yang dahulu kala digeluti thole dan cakep, kini masih berlanjut tapi tampaknya hanya berkutat pada kesibukan dan kesibukan tanpa mengindahkan makna sesungguhnya.

Thole dan cakep dahulu kala bekerja di sebuah gedung eh gudang penyimpanan barang bekas, tiap harinya thole mesti mengangkat kardus-kardus yang berisi beraneka ragam dari pecah belah hingga yang susah teruraikan oleh decomposer. Sedangkan di sisi lain, kang cakep bekerja sebagai pimpinan dari thole yang kerjaannya tiap hari mencatat barang yang masuk dan keluar. Kerjaan yang monoton dan tak sesuai dengan bidangnya membuat thole lelah dan lelah, karena background dari thole ialah seorang peramal. Walhasil, ditambah dengan kekisruhan yang terjadi yakni berkutat personal problemo...


capek ah,,ga jadi bercerita yach...maaf...maaf...saya terlalu sibuk untuk menulis nie...jadinya hampa menulis...lagie asyik chating ma fesbukan euy...

*tulisan ini bukan tulisan geospasial*

mumpung masih Syawal...thole cakep mohon dimaapken yaw...
tulisan ini tertulis hanya iseng semata dan tidak ada tendensi apapun, karena hanyalah permainan khayalan dan imajinasi ala thole dan cakep di depan komputer sembari mencari bahan yang bisa dipelajarinya di kehidupan ini guna esok yang lebih baik tuk semuanya...

Gambar 1. Aji Putra Perdana menyampaikan ucapan maaf lahir batin...


Salam hormat,
Aji Putra Perdana

-end right now-
-to be continued kapan-kapan lagi-

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan imajinasi geospatial ala thole cakep*

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar