Senin, 26 Oktober 2009

Geospatial Weekend...

Geospatial Weekend...

Welcome to the readers of this blog that not always go blog anymore due to very hard to get connected with this world. Thole and Cakep as the main actors is coming back to this blog, just wanna say Hey..to everybody or followers or readers of geospatial blog ala thole cakep.

Today, October 26th in 2009 is Monday, is the first day of this week. Start with an End in mind, what am I gonna do this week...hopefully must be better than before. Weekend or the end of a week is Saturday from morning until Saturday night and wake up early morning at Sunday. Thole and cakep was enjoy as Geospatial Weekend, why ? Because of thole and cakep deal with mapping and his friends.

Fiuuuh,,,,, i am give up to write this blog on English languange. peace...as peace of this world...

Minggu-minggu kemarin menjadi minggu geospasial bagi thole dan cakep. Dimulai dengan tanggal 19 Oktober 2009, geospatial learning pun diselenggarakan di Jogja bertemakan Technical Drawing. Akan tetapi materi tidak lagi berkutat pada bagaimana menggambar secara teknik, namun berkembang ke arah isu-isu data geospasial terkini diantaranya terkait data interoperability, pembuatan skema geodatabase, digitasi bumi dengan mobile GIS, hingga perngenalan pada interaksi yang lebih dari satu komputer.

Di sisi lain, kala thole sedang sibuknya dengan persiapan dan pelaksanaan geospatial learning di pondok spasial ala thole di JOgja Never Ending Spatial...cakep mendapat serah terima geospatial planning dua wilayah dan masing-masing untuk tujuan planning semi detil dan detil dari mantan partner kerjanya yang sedang merespon kejadian gempa di padang.

Di saat yang bersamaan pula, thole dan cakep harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah geospasial ala corelgis di Jogja Jateng dengan model titipan kilat dan kerja dulu baru ada balas jasa. Berbicara mengenai jasa, teringat akan perkuliahan geospasial yang diikuti oleh thole di minggu itu juga, dimana perkuliahan dimulai pada tanggal 19 Oktober 2009 juga di kampus geospasial Jogja Kota budaya geospasial. Dalam perkuliahan tersebut disinggung mengenai data sharing dan data interoperability. Thole pun mencoba meresapinya, data spasial sekarang ini free, akan tetapi ada fee yang mesti dibayarkan untuk jasa atau pelayanan spasial... hhhhmmmm..until big questions comes up, when ??? is that possible in Indonesia we can access or get data free no charge at all ?

Hal yang semakin membuat minggu-minggu kemarin sebagai geospasial weeks ialah kehadiran thole untuk mengikuti tes psiko di lembaga geospasial Indonesia. Setelah mendapat ijin dari pemberi kuliah, thole pun menuju ke tempat geospatial learning berlangsung untuk bertemu dan berdiskusi dengan peserta. Seketika itu cakep meminta tolong kepada kawan spasialnya untuk memesankan tiket penerbangan darat ala kereta api menuju ibukota Indonesia guna mengikuti tes spasialpsiko. Di kala siangnya pula, thole menuju ke sebuah lembaga akademik guna mengikuti pertemuan dan diskusi detil mengenai geospasial planning. Bertemu dengan para tim surveyor yang telah mengunjungi lokasi kajian dan mendapatkan geospasial informations and data related to detailed information we need for next process mapping.

Waktupun semakin terasa sempit, sesempit panjang gelombang yang tampak. Dimana semakin sempit maka semakin detil informasi yang diperoleh, begitu pula waktu yang dijalani thole dan cakep pada tanggal 19 Oktober 2009. Siang hari dalam perjalanannya menuju akademi tersebut, hapenya pun bergetar tertera nomer dengan kode 021..al alamat maka nomer tersebut pasti dari ibukota, dan benar adanya nomer tersebut merupakan nomer lembaga asing bergerak di bidang urban planning dimana mereka sedang mencari geospatial person untuk penanganan post earthquake at padang. Perbincangan berlangsung singkat karena masih dalam perjalanan dan bunyi motor lalu lalang sangatlah mengganggu.

Hari senin, sebuah hari pada siang harinya yang aktif dimanfaatkan thole dan cakep biasanya dari jam 07.00 wib until 17.00 wib terasa begitu padat, dengan struktur ruang hampir tertata namun kurang sempurna, terdapat aliran sungai yang mesti dilewati dan tanjakan serta perjalanan yang tidak senyaman karena cuaca yang begitu panas.

Ke jakarta aku kan kembali...begitulah nyanyian thole kala menikmati kereta malam di kesunyian kelam dalam perjalanan menuju perenungan akan kemana kaki di esok nanti. Singkat cerita, karena cerita hendak disingkat, seminggu itupun thole cakep melaluinya dengan kepadatan lalu lintas dari utara ke selatan, dari timur ke barat, kembali lagi bolak dan balik hingga membentuk jaringan yang unik dan begitu kompleks terkait dalam ruang dan waktu.

Minggu berikutnya berharap akan adanya ketenangan..kala hari sabtu dan minggu telah tiba. Namun yang terjadi tumpukan dan revisi geospasial activities mesti dan harus dilakukan. Hingga memerlukan tenaga ekstra karena thole dan cakep tidak mampu jika bertahan dalam kesendirian menyelesaikan problematika spasial yang ada. Memulai dari pembangunan basis data spasial, konversi data analog ke dalam data digital, melalukan proses input data dari data hardcopy, koordinat yang tersimpan dari GPS hasil dari pengukuran sewaktu survey lapangan, pemilihan dan penentuan data spasial dasar yang akan digunakan dikarenakan beda sumber peta, kadang atau seringkali beda batas yang ada, ditambah pula dengan data-data geospasial ala peta hardcopy yang tidak bereferensi geografis. Hal ini menyebabkan para pelaku geospasial diharapkan dapat melakukan georeferencing untuk data rasternya dan spatial adjustment untuk data format vektornya.

Waktupun terus berlalu, geospatial learning bulan oktober telah terlaksana dan kini menjelang bulan november segera datang geospatial learninag di bulan November. Tiap bulan adalah spesial for spatial learning, tiap minggu adalah geospatial education, tiap hari adalah geospatial activities dan tiap jam, menit dan detiknya adalah geospatial planning, sebuah perencanaan untuk memanfaatkan ruang dan waktu untuk efisiensi dan efektifitas dalam hidup guna berbagi dan berbuat lebih tepat lebih baik lebih spasial dan on-time.

Sangatlah susah untuk bisa melepaskan geospasial dari kehidupan, ketika kita masih hidup di planet bumi ini dan berada dalam ruang (spasial) meski hanya sekotak kehidupan yang kita miliki. Hidup hanyalah sementara, maka lestarikanlah Planet Bumi ini guna kesinambungan kelak. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi, berfikir global bertindak lokal, sekecil apapun itu beryukur dan berusaha lah...

Menulis tanpa arah, karena arahan yang tidak ada pada kerangka menulis di blog ini. Hanya menyampaikan yang terlintas dalam benak pikiran dan menuangkannya dalam kerangka imajinasi ala thole dan cakep.

Salam geospasial imajinasi,

Aji Putra Perdana
-thole and cakep-

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan imajinasi geospatial ala thole cakep*

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar