Selasa, 15 September 2009

September is the month...

September is the month...thole is not o'on

Thole kangen menulis di pertengahan bulan september ini tepatnya tanggal 15/09/2009 hari kedua dari tujuh hari yang ada jika perhitungan dimulai dari hari senin sebagai hari pertama. Badan masih capek terasa, pikiran seakan lelah merana, jiwa pun melanglang buana, roh masih menyatu dengan raga dan terbawa ke dunia maya.

Thole kembali bermain dengan kata-kata yang tersusun menjadi kalimat nyata. Bukan cerita bukan juga novel kehidupan yang Anda baca, akan tetapi hanyalah kata-kata acak tak beraturan tanpa arah jelas dan tujuan pasti yang bisa diterka. Mungkin panjang hingga tanpa koma ataupun terlalu banyak koma dalam rangkaian kalimat yang diakhiri dengan titik, hingga dianggap bahwa itu adalah satu kalimat cerita.

Paragraf yang terangkai pun, tak khayal tapi nyata-nyata tak berurutan tanpa adanya konektifitas atau ketersambungan antar paragraf. Bahkan satu paragraf bisa terdiri dari hanya satu kalimat atau pun dua, jika dan hanya jika thole menghendaki untuk memencet tombol ENTER pada keyboard, hingga terbentuk jeda antara kalimat yang awal dengan yang berikutnya dan terbentuklah paragraf baru dengan memungkinkan thole untuk menulis sesuatu yang baru lagi.

Menulis seperti ini bagaikan merangkai kata dan bercerita secara langsung terhadap monitor yang ada di depan mata, serta menyampaikannya melalui nada tak tiktuk tok suara keyboard yang terhentak akibat tekanan dari lembut hingga keras dari jari jemari thole.

Langkah thole menulis di blog post terhenti sejenak kala dentingan chating YM berbunyi, pertanda ada sapaan dari seorang teman. Proses chating pun berlangsung hingga blog pun ditinggal sesaat, ketika ada pengumuman di YM bahwa seseorang berkomentar atas status FB thole, thole pun tertarik untuk membuka tab FB yang beberapa saat lalu thole cuekin begitu saja kala asyik menulis di blog ini.

Berkutat dengan geospatial learning kembali, thole pun mencoba bangkit dan start to learn again and again. Berbagi itu menyenangkan, bekerja itu menakjubkan, belajar itu keharusan, tidur itu ada waktunya, istirahat atau get refresh itu perlu biar ga heng ato error, berfikir itu sudah keseharian, bertindak itu juga sudah jadi bagian, berlaku dengan sopan kalau tidak banyak kena tilang, alhasil FB, YM, GoBlogjadi bagian dari yang menyenangkan, menakjubkan, keharusan, ada waktunya, tindakan dan kelakuan harian thole, sopan dalam berkomentar dan menulis...hehe.

Belalang kupu-kupu, siang makan nasi kalau malam minum susu...eh tiba-tiba thole teringat lagu itu dan melintas di benaknya. Sontak pun terperanga, teringat akan belalang yang tersiksa, tergoreng bersama bumbu-bumbunya dan dinikmati manusia secara bersama-sama dalam rangka mencoba dan penasaran, kenapa belalang di jual di tepi jalan. Tertawar seharga sepuluh ribu rupiah serenteng kumpulan belalang yang diikat dalam setangkai paket belalang. Terbelilah tiga ikat yang terdiri dari kumpulan belalang. Belalang berjalan menyusuri jalan di dalam kendaraan kotak yang rusak pendinginnya. Dia mendengarkan riuh renyah dan ramai suara kendaraan dan manusia yang sedang asyik bercakap dan bercerita, kadang tertawa, mendengarkan cerita dan penuh cengkerama dengan berbagai topik yang aneka warna.

Beberapa belalang tampak tertidur dan berkeringat, beberapa lagi mengeluh dan tersiksa, beberapa lagi harap-harap cemas dan bertanya-tanya, akan dibawa kemana daku ?. Kendaraan berhenti manusia berhamburan keluar, namun belalang masih bergelantungan menanti dan menanti ketidakpastian. Hingga sore menjelang buka puasa di bulan ramadhan tahun 2009 ini, di kala matahari tenggelam dan adzan maghrib berkumandang, belalang terbawa menikmati desir pasir pantai yang berbisik kepadanya dengan pelan penuh alunan duka. Dia berkata, wahai belalang sebentar lagi kalian akan menuju telaga bumbu dan mengapung di atas panasnya minyak dalam penggorengan.

Beberapa belalang terpaku, beberapa lagi tak percaya, beberapa lagipun berdoa, semoga itulah yang terbaik baginya daripada dia terus tergantung dan terikat dalam paket belalang untuk dimakan. Manusia tak mendengar jerit rintih tangis belalang, karena suara belalang terlalu kecil dan semakin mengecil seiring suara gorengan di wajan mulai mengeras akibat beradunya panas dan bumbu yang mengolesi belalang. Bagai udang yang tergoreng belalang pun memiliki kandungan protein tinggi, demikianlah perbincangan yang ada di antara manusia. Belalang pun tersantap begitu nikmat dan masuk ek dalam kerongkongan hingga dasar perut tergelincir bersama air kelapa muda yang menyejukkan.

Demikian thole berkisah mengenai belalang yang digoreng, mencoba berkhayal dan imajinasi menjadi sesosok belalang. Capek juga menulis tanpa arah dan tujuan yang pasti dan jelas...hehe, demikian ungkap thole kepada Cakep yang barusaja kembali dari kesibukannya mencari yang belum ditemukan.

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan imajinasi geospatial ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar