Sabtu, 05 September 2009

Mudik = GeoSpatial Temporal phenomena...

thumbnail map of route of journey from jogja to pemalang and the landmark of cities
source : my sister map was created as a assignment @ d3pjsig


Libur hampir tiba...libur hampir tiba...hore..hore...

Pagi ini thole ingin berbagi mengenai fenomena mudik ala thole cakep yakni mudik spatial temporal with spiritual imagination. Thole adalah sesosok yang dengan seenaknya sendiri bermain dengan dunia kata hingga tidak mengindahkan kaidah kata, hanya dikarenakan thole belum belajar menulis yang baik dan benar. Oleh karena itu, sekiranya diterimakan maaf dari thole kepada semua pihak yang membaca tulisan imajinasi spasial ala thole ini.

Al kisah, entah kapan mudik menjadi fenomena di permukaan bumi ini. Entah kenapa, mudik ini menjadi aktifitas manusia yang memakan banyak hal dan ternyata kepuasan batin tersendiri yang tidak bisa dinilai dengan materi belaka. Thole pun penasaran, benarkah fenomena mudik ini hanya dialami oleh orang Indonesia ??? Ataukah di permukaan bumi ini, terjadi persebaran fenomena mudik dengan gegaris arah mudik yang beraneka ragam dan sangatlah unik untuk di petakan dalam imaji kita.

Membayangkan perjalanan yang dilalui, menggambarnya ke dalam garis merah dalam mental map kita. Menambahkan titik-titik lokasi yang kita lalui, dari hanya sekedar pom bensin, restoran ataupun warung tegal, warung pemalang juga ada. Thole melihat adanya warung pemalang di stasiun pasar senen, jakarta. Kembali ke mental map, jika area atau region tempat kita berada sekarang dan tempat asal kita dimana mudik akan menuju ke sana, wilayah tersebut bisa digambarkan menjadi area atau poligon dengan batas-batas khayal resmi yakni batas administasi. Batas antar wilayah ini menjadi kepuasan tersendiri bagi thole dalam perjalanan spatial temporal spiritualnya, karena dengan melewati suatu wilayah bagaikan games, akan menuju to the next level.

Tiap wilayah memiliki landmark atau tanda lahan, suatu simbolisasi yang menunjukkan kekhasan daerah tersebut. Misalnya alun-alun, patung, tugu, bangunan bersejarah, kenampakan alam seperti bukit, gunung merapi, dan lain sebagainya. Kesemuanya itu merupakan point identitas tiap wilayah dan menjadi penciri yang unik.

Keunikan muncul juga di saat fenomena mudik berlangsung yakni akan munculnya tanda-tanda yang menunjukkan jalur alternatif dimana jalan-jalan kecil yang jarang dilalui kendaraan akan menjadi salah satu pilihan. Hal ini dikarenakan akan padat merayapnya jalan utama yang biasa dilalui, sehingga jalan-jalan alternatif unjuk gigi untuk membantu dan memberi kemudahan bagi aktifitas manusia. Jalan-jalan utama pun saat ini sedang gencar-gencarnya ditambal sulam guna mencapai target menjadi jalan berseri di saat mudik.

Pemilihan opsi-opsi for the best landuse mulai dilakukan, pemerintah setempat mulai menyiapkan rambu-rambu dan menata jalur utama dan alternatif, petugas mulai bersiaga 24jam, bahkan tidak kalah pula pihak swasta melihat adanya sisi bisnis yang bisa dilakukan. Mereka mulai membuka hotspot-hotspot, yakni bengkel dadakan, warung istirahat dadakan, dan fasilitas-fasilitas lainnya di kanan kiri jalan dengan tujuan mulia demi keselamatan saudara di dalam perjalanan jauh dan melelahkan. Gangguan pandangan pun mulai nampak terpasang dan terpampang, yakni spanduk-spanduk ucapan, baliho, dan sebagainya.


Perjalanan spasial temporal spiritual mudik ini adalah fenomena yang menarik apabila bisa kita tangkap dari kacamata udara dan kacamata seorang geograf. Dapat dilihat di atas adalah peta jalur mudik thole apabila melakukan perjalanan dari jogja ke pemalang, bisa melalui jalur utara maupun jalur selatan. Peta tersebut dibuat oleh adiknya kang cakep yang kuliah di D3 Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi, Fakultas Geografi dalam rangka studi kasusnya...Gudlak to kang cakep sister...Keep learn and do the best as you can do !!!

Cakep bertanya : "thole, kenapa koq thole menyebutkan bahwa mudik itu spasial temporal spiritual ?"

Thole memberi jawaban : "Kang cakep, thole sebut spasial karena ada sisi keruangan di dalamnya, dimana manusia berpindah dari satu ruang privatnya di lokasi dia sekarang, menuju ruang privatnya di lokasi dia asal melalui sebuah jejaring atau network yakni jalan. Perjalanan tersebut juga ada sisi temporal yakni waktu jarak tempuh, lama perjalanan, masa tinggal di kampung halaman, dan jika dianalisa thole sendiri semenjak kuliah hingga usai kuliah dan menguli di kota jogja ini ternyata waktu yang dihabiskan thole di daerah rantau jauh-jauh lebih banyak ketimbang thole di tempat asalnya. Kemudian sisi spiritual, karena mudik ini adalah fenomena tahunan, yang dilakukan dalam rangka lebaran atau perayaan hari besar Islam Idul Fitri. Mudik adalah ajang menuju pertemuan sanak-saudara, keluarga kecil hingga besar, satu bani, satu keturunan dari buyut, cicit dan sebagainya. Bahkan nuansa spiritual semakin terasa, ketika dalam perjalanannya kita berpuasa dan mencapai rumah di kala buka puasa maka akan menjadi kekenyangan lahir dan batin. Banyak alasannya kang, thole capek euy...mungkin teman-teman yang membaca bisa ikut membantu thole berbagi."

Cakep berkata : "OK dech thole...sip and mantaps..oh ya, mari kita siap-siap untuk lakukan perjalanan hari ini dan besok. Waktu terus berlalu nie, kita perlu melakukan persiapan sebelum berjalan dalam fenomena spasiap temporal spiritual... :) "

Thole menjawab dengan kelopak mata mulai menutup : "Hooh Kang..ayo siap-siap,,,Maaf teman-teman imajinasi thole cukup sekian dulu. Silahkan memulai perjalanan spasial temporal spiritual kita. BERGERAK dan BERGERAK sekalipun tidur, kita juga bergerak-gerak...hehe."

Sekian dongeng spasial ala thole...dipersembahkan untuk alm. mbah bie, mbah midah, mbah rakim, mas kiki, and all that already back to Allah SWT...i love you full...
juga thole persembahkan untuk keluarga besar from bapak and ibu, my family also (bapak, ibu dan adik2ku), semua teman-teman setia thole...
geospatial stories ala thole akan terus berlangsung selagi thole masih suka berimajinasi dan ada waktu luang
tertulis pada hari sabtu is today, tanggal is date hari ke-5 di bulan September,
bertepatan pada Bulan Ramadhan, bulan Puasa , tahun
2009

***Menulislah dengan apa adanya, sebelum menulis itu dilarang***


* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan imajinasi geospatial ala thole cakep*

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar