Rabu, 17 Juni 2009

Spatial Adjustment and Georeferencing

"Spatial Adjustment and Georeferencing" adalah dua tools yang tersedia di software ArcGIS 9.x. Keduanya merupakan tools untuk menempatkan atau memposisikan dengan benar data secara spasial ke posisi sebenarnya di permukaan bumi ini. Kalau dalam bahasa inggrisnya bisa dikatakan: Spatial Adjustment and Georeferencing use to Correctly positioning data to its true world location.

Spatial Adjustment digunakan untuk mengkoreksi posisi dari data spasial yakni data vektor - melalui Spatial Adjustment toolbar, sedangkan Georeferencing digunakan untuk mengkoreksi posisi dari data spasial yakni data raster - melalui Georeferencing toolbar (biasanya digunakan untuk : citra satelit (satellite images), foto udara (aerial photographs), dan scanned CAD drawings.

* CAD drawings yang telah dibuat dengan lokasi sistem koordinat yang benar/sesuai (bereferensi kebumian/geografis) dapat diberi atau dipilih sistem koordinatnya, dalam geografis atau projected. Sedangkan data CAD yang masih berkoodinat layar/kertas, harus ditransformasikan secara benar ke sistem koordinat seharusnya. Hal ini diperlukan agar data CAD terposisikan ke dalam sistem koordinatnya.

Klik disini untuk mempelajari bagaimana mengidentifikasi spatial reference dari data CAD Anda.

Spatial Adjustment

Kemampuan Spatial Adjustment
Spatial Adjustment Toolbar menyediakan tiga kemampuuan spatial adjustment:

1.Repositioning of a source vector layer to correspond with a correctly positioning target layer (which may be vector or raster)
- Via Homogeneous transformations (overlay)
Can select among Affine, Similarity, or Projective transforms
- Via Differential Transformation (overlay)
Rubber sheeting via 1st, 2nd or 3rd order polynomial transformations
2. Edge Matching (side-by-side)
- Use Edge Snapping of features at map edges to align two adjacent data sets (map sheets)

3. Attribute Transfer (non-spatial attributes)
- Transfer of non-spatial attributes from a feature in one layer to a feature in another layer
- Intended for Conflation applications

more detailed information about Spatial Adjustment, please click here

Georeferencing
Untuk memposisikan citra - data raster

Georeferencing definition from ESRI :
Aligning geographic data to a known coordinate system so it can be viewed, queried, and analyzed with other geographic data. Georeferencing may involve shifting, rotating, scaling, skewing, and in some cases warping, rubber sheeting, or orthorectifying the data.

1. 1st order polynomial (affine):
- requires a minimum of 3 displacement links, but should have more even though 3 gives RMS=0!
- is a homogeneous transformation: only shifts origin, scales and rotates
- straight lines will be preserved
2. 2nd order polynomial
- requires 6 points (displacement links) minimum
- is a differential transformation so it “warps” the raster
straightlines on raster may no longer be straight
3. 3rd order polynomial
- requires 10 points minimum

Select by going to: Georeferencing ->Transformation





Spatial Adjustment dan Georeferencing merupakan cara transformasi untuk data vektor dan data raster.

Proses transformasi mengkonversi data dari satu koordinat sistem satu ke yang lainnya. Biasanya digunakan untuk konversi data dari digitizer atau scanner ke koordinat real-world. Selain itu dapat juga digunakan untuk konversi sistem koordinat data dari feet ke meter.

Best Regards,
Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar