Rabu, 03 Juni 2009

GIS Data - Kualitas Data SIG

The quality of data sources for GIS processing is becoming an ever increasing concern among GIS application specialists.


Kualitas Data setidaknya ada tiga komponen di dalamnya:
akurasi data (Accuracy), kualitas (Quality), dan kesalahan (Error).


1. akurasi data (Accuracy)
Isu dasar terkait dengan data ialah keakuratan/akurasi data. Seperti yang diungkapkan Pak Fatur dan Pak Edi dalam bincang-bincangnya...

Accuracy is the closeness of results of observations to the true values or values accepted as being true.
Keakuratan adalah kedekatan dari hasil pengamatan terhadap nilai-nilai benar atau nilai-nilai yang diterima sebagai benar.

Pada dasarnya ada dua jenis akurasi. Yaitu Akurasi Posisi dan Atribut.

2.Quality

Quality can simply be defined as the fitness for use for a specific data set.
Kualitas secara sederhana dapat dikatakan sebagai kesesuaian untuk digunakan untuk sebuah dataset tertentu.

Data yang sesuai untuk digunakan dengan satu aplikasi mungkin tidak cocok untuk digunakan dengan yang lain. Hal ini sepenuhnya bergantung pada skala, akurasi, dan cakupan data yang ditetapkan, serta kualitas data set yang akan digunakan.

US Spatial Data Transfer Standard (SDTS) mengidentifikasi lima komponen data kualitas definisi:

- Lineage (Riwayat Data) : sumber, isi, spesifikasi, cakupan geografis, metode kompilasi (digitasi vs scanning), metode tranformasi,
penggunaan algoritma yang relevan selama kompilasi, misalnya generalisasi (linear simplification, feature generalization)
- Positional Accuracy - sangatlah penting, Hal ini termasuk pertimbangan atas kesalahan sumber dan operasional error
- Attribute Accuracy - membantu juga untuk menentukan kualitas data
- Logical Consistency - Komponen ini berkaitan dengan menentukan kesetiaan struktur data dari sebuah dataset. Biasanya ialah inkonsistensi data spasial yakni spatial atau topological errors : line intersections, duplicate lines atau boundaries, atau gaps di lines
- Completeness - Kelengkapan data. Hal ini termasuk pertimbangan dari lubang pada data, daerah unclassified, dan prosedur kompilasi.

3. Error
Ada dua yaitu Kesalahan SUMBER dan OPERASIONAL.
SUMBER
: kesalahan karena dari sumber dokumen dan data.
Operasional kesalahan
adalah jumlah kesalahan yang dihasilkan melalui data capture dan manipulasi fungsi dari GIS.
Kemungkinan kesalahan operasional:
- Mis-label pada peta tematik;
- misplacement dari horisontal (positional) batas;
- human error dalam digitasi
- kesalahan klasifikasi
- ketidakakuratan algoritma GIS,dan
- human bias


*The accuracy of a GIS-derived product is dependent on characteristics inherent in the source products, and on user requirements, such as scale of the desired output products and the method and resolution of data encoding (Marble, Peuquet, 1983). *


All the best,

Aji Putra Perdana
` http://ajiputrap.blogspot.com/ `

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar