Kamis, 31 Juli 2008

Citra Aster-Klasifikasi Supervised

Berikut klasifikasi penggunaan lahan dari citra satelit Terra-Aster yang dikerjakan oleh mahasiswa D3 PJSIG Fakultas Geografi UGM angkatan 2007 dalam Studi Kasus 1.
Tema yang diambil PEMROSESAN CITRA DIGITAL MULTISPEKTRAL (ASTER) UNTUK PEMETAAN PENGGUNAAN LAHAN DAERAH YOGYAKARTA.

Klasifikasi citra untuk pemetaan penggunaan lahan pada Studi Kasus 1 ini menggunakan klasifikasi secara digital dengan metode Maximum Likelihood menggunakan software ErMapper 7.0.

Langkah – langkah pengolahan citra:
1)Menjalankan program ErMapper.
2)Mengaktifkan program untuk pengolahan citra Aster di ErMapper 7.0

Sehingga akan muncul:

3)Untuk proses klasifikasi klik ASTER Data Processing Wizard dan pilih Classification

4)Lalu pilih Supervised Classification dan klik Next (untuk klasifikasi supervised, atau bisa memilih opsi lainnya kalau menghendaki klasifikasi lainnya).

5)Mengisi Specify an Input Dataset sesuai dengan citra yang akan digunakan untuk klasifikasi dengan mengklik Open dan memilih citra yang akan digunakan dan kemudian Next.
6)Untuk mengisi Load From File pilih Raster Region dan klik OK (untuk mulai pengambilan training area(sampel) berdasarkan dari data citra).

Senin, 28 Juli 2008

Landsat untuk Sedimen

Sekedar sharing dengan temen-temen pengguna data penginderaan jauh..

Selain data citra Landsat dengan resolusi spasial 30 M dapat kita manfaatkan untuk ekstraksi garis pantai (http://ajiputrap.blogspot.com/2007/07/landsat-for-coastline.html).
Penulis sempat membuat petunjuk sederhana untuk pengolahan data lansat untuk sedimen. Dulu dibuat untuk membantu temen di Geodesi ITS yang sedang mengerjakan Tugas Akhirnya.Petunjuk ini menggunakan software ErMapper 6.4, karena saat itu belum keluar ErMapper versi 7.0

Berikut link petunjuknya, jika berminat.semoga bermanfaat...
download landsat_sedimen

atau bisa di link berikut:
landsat untuk sedimen

semangat9x

salam dan sukses selalu

Aji Putra Perdana
PT. GEOVISI MITRATAMA

Jumat, 25 Juli 2008

Pelatihan SIG Agustus 2008

Coming Soon...
GIS Training in August 2008 by P.T. Geovisi Mitratama

Kembali P.T. Geovisi Mitratama menawarkan Pelatihan Sistem Informasi Geografis (SIG)

Pelatihan GIS Tingkat Dasar (Operator) di Bulan Agustus 2008.

Pelatihan GIS tersebut dijadwalkan pada minggu ke IV bulan Agustus,
tanggal 26 - 30 Agustus 2008.

Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari, 4 hari kelas dan 1 hari lapangan.

Dengan rincian Jadual dan Materi Pelatihan SIG :
Hari I, Pengenalan SIG dan aplikasinya
Hari II, Dasar-dasar Input Data, Teknik input Data
Hari III, Dasar-dasar Manajemen Data SIG, Teknik Manajemen Basis Data SIG
Hari IV, Manajemen Keluaran/Output
Hari V, Kelas Lapangan

Namun jika ada permintaan khusus kami dapat menyelenggarakan dengan perubahan jadual. Untuk persyaratannya, minimal peserta adalah 5 orang.

Demikian penawaran kami sampaikan, dan kami mengharapkan dan menunggu kehadiran Bapak/Ibu/Saudara, terima Kasih.


Hormat Kami,
Divisi Kerjasama dan Pemasaran

A. Anam
Office : (0274) 798306 (telp/fax)
web : http://geovisi.com
e-mail : info@geovisi.com

silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group geovisi untuk bersama-sama menyamakan persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis

Kamis, 24 Juli 2008

Citra ASTER untuk Klasifikasi Penggunaan Lahan

Beberapa hari yang lalu (21-22 Juli 2008), mahasiswa D3 PROGRAM DIPLOMA SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH FAKULTAS GEOGRAFI UGM baru saja menyelesaikan Studi Kasus I yang merupakan salah satu mata kuliah di tahun pertama untuk melihat kemampuan mahasiswa tersebut di dalam membuat tulisan ilmiah.

Dalam mengerjakan Studi Kasus I tersebut dibuat dalam kelompok yang beranggotakan 2 orang. Penyusunan dari Bab I Pendahuluan hingga Metode Penelitian dalam satu kelompok tersebut sama, tetapi dibedakan dalam pembahasannya.

Hal yang menarik bagi saya ialah begitu melihat metode penelitiannya dituliskan di dalam karya tulisannya langkah-langkah pengolahan citra Aster untuk klasifikasi penggunaan lahan menggunakan software Er-Mapper 7.0 dan layout data menggunakan ArcGIS 9.2.

Judul Studi Kasus I mahasiswa tersebut ialah Pemrosesan Citra Digital Multispketral (Aster) untuk Pemetaan Penggunaan Lahan Daerah Yogyakarta di bawah bimbingan Mas Karen (Staf Pengajar/Instruktur PROGRAM DIPLOMA SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH FAKULTAS GEOGRAFI UGM).

Pengetahuan mereka (2 mahasiswa tersebut yang notabene baru tahun pertama kuliah) mengenai citra satelit Aster menuntut mereka untuk mencari literatur dari perpustakaan, media internet, dan literatur bacaan lainnya yang membantu memahamkan mereka mengenai pengolahan citra digital. Bahkan, tak segan-segannya mereka bertanya kepada kakak angkatan sehingga mereka mengerti pengolahan citra Aster menggunakan Er-Mapper 7.0.

Untuk klasifikasi citra multispektral secara digital menggunakan Er-Mapper 7.0, telah tersedia fasilitas untuk Aster yakni ASTER Data Processing Wizard. Disitu sudah tersedia pilihan untuk klasifikasi citra satelit Aster, dengan menggunakan berbagai macam metode klasifikasi. Untuk Studi Kasus mereka menggunakan klasifikasi supervised dengan metode Maximum Likelihood Enhanced. Saluran-saluran yang digunakan ialah saluran Visible and Near Infra_Red (520 - 860 mikrometer) yakni saluran 1,2, dan 3 dari citra Aster dengan resolusi spasial 15 meter.

Hasil klasifikasi multispektral citra Aster daerah kajian sebagian daerah D.I.Yogyakarta diperoleh sejumlah 20 kelas penutup lahan. Awalnya citra hasil klasifikasi tersebut akan dilayout menggunakan Er-Mapper, setelah mencoba melayout dengan Er-Mapper 7.0 dan dirasa kurang fleksibel dalam pengaturan layoutnya. Ketika mereka bertemu dengan kakak angkatan mereka seorang mahasiswa KPJ disarankan untuk mencoba layout menggunakan software GIS, seperti ArcView 3.x maupun ArcGIS 9.2. Akan tetapi mereka belum mendapatkan praktikum GIS di tahun pertama. Oleh kakak angkatan mereka mahasiswa D3 PJSIG disarankan menggunakan ArcView, akan tetapi untuk pengaturan legenda dari klas-klas penggunaan lahan menggunakan atau membuat sendiri menggunakan software drawring (misal, paint untuk mengambil legendanya), bisa juga membuat secara manual di layout arcview dan mengatur warna-warna masing simbol klasifikasi penggunaan lahan. Hal tersebut karena arcview tidak bisa membaca legend dari data Er-Mapper (*.ers).

Akhirnya kakak angkatan (mahasiswa KPJ angkatan 2003) menyarankan untuk mencoba layout data hasil klasifikasi menggunakan Er-Mapper 7.0 tersebut dengan ArcGIS 9.2. Data format *.ers tersebut bisa dibaca di ArcGIS 9.2 dan bisa ditampilkan klas-klasnya kemudian diatur simbologinya, sehingga warna masing-masing klas direpresentasikan dengan baik.

Dengan pengetahuan yang masih baru mengenai software GIS ini yakni ArcGIS 9.2, secara bertahap dalam waktu yang relatif singkat dibimbing oleh mahasiswa KPJ tersebut untuk pengaturan layout menggunakan ArcGIS 9.2 . Dari mulai menjalankan ArcGIS 9.2, menambahkan data hasil klasifikasi Er-Mapper 7.0, menampilkan atau diplay simbologi dari data raster tersebut dan pengaturan warnanya, menampilkan anotasi dari data vektor administrasi, pembuatan atau penyusunan tata letak layout, menambahkan grid di data frame peta, memasukkan teks judul, orientasi, skala bar, legenda, membuat data frame baru untuk inzet peta, dan sebagainya.

Dalam waktu yang relatif singkat tersebut, dan kegigihannya untuk belajar dengan ArcGIS 9.2 yang diulang dan diulang lagi begitu tiba di kosnya membuahkan kepuasan tersendiri dalam Studi Kasusnya.

Kata yang bisa kuucapkan tuk semua yang tlah membantu adikq ialah "TERIMA KASIH"
dari hatiku terdalam...
Thank's to kakak angkatannya D (mahasiswa D3 PJSIG), NS (mahasiswa KPJ '03), dan Mas Karen atas bimbingannya selama Studi Kasus I adikq..
for my sister..i hope u can do more and more to get the best..don't ever stop to study,,,remember to pray and do the best so u can get the best..

Berikut layout citra hasil klasifikasi penggunaan lahan dengan Er-Mapper 7.0 dan menggunakan software SIG ArcGIS 9.2 yang disajikan dengan batas administrasi dan anotasinya.



sumber : Agustina, Gina D.F.2008. Pemrosesan Citra Digital Multispketral (Aster) untuk Pemetaan Penggunaan Lahan Daerah Yogyakarta. Laporan Studi Kasus I. Yogyakarta: Program Diploma Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada.


Salam Hangat Slalu to all my fren :)


Aji PP
"gis'er cakep 'n raster maniax"
ajiputrap.blogspot.com

Rabu, 23 Juli 2008

Aqua/Terra MODIS

The MODIS instrument is operating on both the Terra and Aqua spacecraft. It has a viewing swath width of 2,330 km and views the entire surface of the Earth every one to two days. Its detectors measure 36 spectral bands between 0.405 and 14.385 µm, and it acquires data at three spatial resolutions -- 250m, 500m, and 1,000m.

More information about obtaining MODIS data can be found from the information sites listed below. The URL's for these sources of data are as follows:

MODIS Level 1 data, geolocation, cloud mask, and Atmosphere products:
http://ladsweb.nascom.nasa.gov/

MODIS land products:
http://edcdaac.usgs.gov/dataproducts.asp

MODIS cryosphere products:
http://nsidc.org/daac/modis/index.html

MODIS ocean color and sea surface temperature products:
http://oceancolor.gsfc.nasa.gov/

Teman-teman yang tertarik belajar dan memanfaatkan data penginderaan jauh Aqua/Terra MODIS bisa didownload datanya dari situs-situs di atas.
Dari situs download modis, baik aqua maupun terra modis bisa kita dapat dari level 1 hingga level 3..it's all free download..so why not??

what can we do for our nation??
yang notabene merupakan wilayah kepulauan dengan wilayah perairannya begitu luas...daratannya begitu subur...kondisi iklimnya yang tropis..

banyak fenomena sudah terekam..tapi sudahkah kita pelajari ???

Keep study and do the best..

Salam,

Aji PP
"gis'er cakep 'n raster maniax"


source information : http://modis.gsfc.nasa.gov/data/

Selasa, 22 Juli 2008

Aqua MODIS - Vegetation Index

THE WET AGRICULTURE LAND IDENTIFICATION WITH AQUA MODIS IMAGERY IN JAVA ISLAND USING TRANSFORMATION OF VEGETATION INDEX

ABSTRACT


Aqua MODIS image is one remote sensing image that is relatively new images, which has 36 bands i.e. band 1 to band 7 of the imagery has the ability to observe the land. Aqua MODIS imagery represents the land information in global scale; therefore, the entire of Java Island is selected as the research area. Aims of this research were to investigate the Aqua MODIS ability in identifying the wet agricultural land based on NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) transformation and EVI (Enhanced Vegetation Index) and to analyze the comparison of vegetation greenness level as the EVI and NDVI transformation results in wet agricultural land.

This research used Aqua MODIS image acquire remotely sensed on September 30, 2007 that has spatial resolutions at 1B level are 250 m and 500m. The other primary data that had been used was wet agricultural land data as the recently result of field checking. There were 150 samples taken using purposive sampling method. In order to assist the multispectral classification, the land cover map had been used as the supporting data. The applied method vegetation index transformation, with the formula: NDVI = (Rnir – Rred)/ (Rnir + Rred) and EVI = [(1.5 + L)*(Rnir – Rred)] / (L + Rnir + 6*Rred – 7.5*Rblue).

The result of the research displayed that the red band (0.62-0.67 μm), near infrared band (0.841-0.876 μm) and blue band (0.459-0.479μm) of the imagery were able in representing the information of wet agricultural land distribution using vegetation index based on vegetation greenness level. The relationship between vegetation greenness level as the EVI and NDVI transformation results in wet agricultural land are that EVI has higher correlation value namely r=0.887, than NDVI has, namely r=0.873, and the greenness level of wet agricultural land can be diverged sharper by the EVI imagery than NDVI one.
Keywords : Aqua MODIS, Wet Agricultural Land, Vegetation Index Transformation, Java Island, vegetation greenness level, NDVI, EVI


Sumber :
Setyaningrum, Nugraheni (2008). Citra Aqua MODIS Untuk Identifikasi Lahan Pertanian Basah di Pulau Jawa dengan Transformasi Indeks Vegetasi. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM

Kamis, 17 Juli 2008

Sea Surface Temperature, Argo Float, Remote Sensing

Kajian Suhu Permukaan Laut Berdasarkan Analisis Data Penginderaan Jauh
Dan Data Argo Float DI SELATAN PULAU JAWA, PULAU BALI
DAN KEPULAUAN NUSA TENGGARA


Kajian suhu permukaan laut sangatlah penting karena dapat menjelaskan berbagai gejala laut. Citra penginderaan jauh NOAA-AVHRR dan Aqua MODIS dapat dimanfaatkan untuk penentuan suhu permukaan laut dengan resolusi harian yang cukup baik dalam mengamati perubahan kondisi laut yang dinamis. Teknologi kelautan melahirkan Argo Float (the Array for Real-time Geostrophic Oceanography - Float) yang mengkombinasikan metode pengukuran ­in situ dengan sistem satelit untuk mengirim data profil suhu dan salinitas hingga kedalaman 2000 meter secara near real-time.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji suhu permukaan laut berdasarkan analisis citra NOAA-AVHRR dan Aqua MODIS serta menyajikan kondisi suhu permukaan laut berdasarkan analisis data penginderaan jauh dan data Argo Float. Citra NOAA-AVHRR level 1B diolah dengan formula suhu permukaan laut Mc Millin & Crosby. Citra Aqua MODIS level 1B diolah menjadi level 2 menggunakan software Seadas 4.8 untuk mendapatkan suhu permukaan laut. Data Argo Float diolah dengan software Ocean Data View versi 3.0.1. untuk mendapatkan profil suhunya dan suhu lapisan teratas diasumsikan sebagai suhu permukaan laut dari Argo Float.

Hasil penelitian menunjukkan sebaran suhu permukaan laut NOAA-AVHRR menunjukkan hasil yang relatif lebih rendah dibandingkan suhu permukaan laut Aqua MODIS. Berdasarkan perbandingan di 9 lokasi sampel diperoleh variasi beda suhu dari 2,470C hingga 7,480C. Perbandingan data penginderaan jauh dengan data Argo Float yakni suhu permukaan laut Aqua MODIS relatif lebih tinggi dari data Argo Float dengan beda suhu 0.010C hingga 3,470C atas dasar perbandingan pada 9 lokasi sampel, sedangkan suhu permukaan laut NOAA-AVHRR lebih rendah dari data Argo Float sekitar 1,790C hingga 4,810C di 21 lokasi sampel.

Kesimpulannya bahwa data penginderaan jauh hanya mampu mengukur suhu pada lapisan permukaan atas, sedangkan suhu permukaan laut Argo Float digunakan suhu pada lapisan teratas dan merupakan lapisan campuran yang relatif hangat. Oleh karena itu, terdapat perbedaan hasil pengukuran suhu permukaan laut dari keduanya.

Kata Kunci: suhu permukaan laut, penginderaan jauh, argo float


http://www.argo.ucsd.edu/FrComplete_float_bib.html

Silahkan mengunduh skripsinya download SKRIPSI AJI

GEOVISI

GeoVISI - GIS & IT Consultant

P.T. Geovisi Mitratama berkedudukan di Sidoarum Godean, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I.Yogyakarta, Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang Konsultansi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Teknologi Informasi.

Produk Kami meliputi :

PELATIHAN, berupa pelatihan SIG, Global Positioning System, Survei Pemetaan, Penginderaan Jauh, Image Processing dan lainnya terkait dengan bidang kebumian.

PETA ONLINE, peta digital interaktif yang dapat diakses dari situs web ini.

PETA DAN CITRA DIGITAL, layanan pembelian dan pembuatan peta dan citra satelit, serta interpretasinya, disertai beberapa sampel yang dapat anda download.

VEHICLE TRACKING SYSTEM, layanan instalasi alat pelacak posisi dan pengembangan aplikasinya yang dapat dipasang pada kendaraan anda, cocok untuk armada taksi, kapal tanker, mobil-mobil distributor barang, dan pengawasan posisi mobil anda.

SOFTWARE DEVELOPMENT, berupa layanan pembuatan dan pengembangan aplikasi GIS dan IT (e-learning, hospital administration, dan berbagai sistem informasi) baik berbasis web ataupun desktop.

PT. GEOVISI MITRATAMA
Alamat : Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564.
Telpon/Fax : (0274)798306
Email : info@geovisi.com

Saat ini Geovisi (PT. GEOVISI MITRATAMA) hanya berkantor di Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564


source information : http://geovisi.com/
HRD PT.GEOVISI MITRATAMA

Rabu, 16 Juli 2008

ArcGIS Image Processing

ArcGIS is a complete system for authoring, serving, and using geographic information. It is an integrated collection of GIS software products for building and deploying a complete GIS wherever it is needed—on desktops, servers, or custom applications; over the Web; or in the field.

ArcGIS merupakan software SIG yang juga memiliki kemampuan dalam pengolahan data raster (citra satelit penginderaan jauh).

Langkah-langkah dasar dalam pemrosesan citra satelit penginderaan jauh yang meliputi koreksi geometrik, radiometrik, filter dan klasifikasi juga dapat dilakukan dengan menggunakan toolboxes atau ekstensi yang disediakan oleh arcgis.
Berikut sekedar sharing mengenai hal tersebut.,

Pengolahan Citra Satelit Penginderaan Jauh (misal, menggunakan citra landsat, aster, dsb):


1. georeferencing (untuk register ato koreksi geometrik citra)

2. koreksi radiometrik, klo di ENVI bisa pake bandmath, di ErMapper pake einstein (E=MC2), di ArcGIS bisa pake ekstensi Spatial Analyst --> Raster Calculator, bisa juga pake arctoolbox yakni Spatial Analyst Tools--Map Algebra.

3. untuk melakukan pemotongan citra sesuai yang diinginkan (mis: batas admin) bisa menggunakan Spatial Analyst Tools--Extraction--Extract By Mask.

4. Filter Citra di ArcGIS ini juga ada kemampuan untuk filter low dan high, bahkan ada untuk generalisasi yakni majority filter..(semua di Spatial Analyst Tools)

5. Klasifikasi Citra baik terselia dan tidak terselia, tersedia di ArcGIS dengan klasifikasi yang digunakan Maximum Likelihood (terselia) dan Iso-Cluster (tidak terselia).Tools tersebut ada di Spatial Analyst.

Catatan: Atur setting environmentnya.
untuk pengaturan sistem koordinat, penyimpanan data,bahkan resolusi spatial untuk output filenya.

Environment di Tools--Option--tab Geoprocessing, pilih Environment atau klik kanan di kotaknya arctoolbox,
pilih Environment.atur General Setting dan Raster Analysis Setting.

Untuk di ekstensi Spatial Analyst, pengaturan direktori kerja, mask, cakupan
dan ukuran cell ato resolusi spasial citra/raster ada di Spatial Analyst--Option.

keep study..

GIS'er cakep 'n Raster maniax...

peace :)

Edited 16 JUly 2008

Center of the Bloom

Journey to the Center of the Bloom




Lihat lebih detail, silahkan klik :
A2008192135400.IcelandGreenland

The white spot in the middle of the lower bit of land in the above MODIS image is snow and ice covered Snæfellsjökull, the volcano where Jules Verne's travelers began their descent into the bowels of the Earth. This month, those who travel to the volcano's summit at the end of the Snæfellsnes peninsula in western Iceland may find that they have a good view of some pretty reflective phytoplankton blooms in the Atlantic all around them.

The above image, collected on 10 July 2008


sumber : http://oceancolor.gsfc.nasa.gov/

ArcGIS 9.3

cuplikan dari ESRI tentang ArcGIS 9.3 :

What's New in ArcGIS 9.3

With ArcGIS 9.3 you can improve your entire GIS workflow. ArcGIS 9.3 includes tools and functionality to help you:

* Manage spatial information more efficiently.
* Make better maps.
* Share common operating information.
* Send and receive real-time information to and from the field.
* Perform better planning and analysis.


Tampaknya banyak hal-hal baru muncul di ArcGIS 9.3...

let's solve our spatial matters.

sumber : http://www.esri.com/software/arcgis/about/whats-new.html

Senin, 14 Juli 2008

Geodatabase ArcGIS

ArcGIS 9.x dengan geodatabase-nya merupakan sebuah langkah gebrakan dari sebelumnya (ArcView 3.x) dalam manajemen data spatial dan atributnya, baik vektor maupun raster.

Geodatabase adalah sebuah wadah untuk obyek data geografis dan seringkali dianggap juga sebagai workspace.


GEODATABASE mewadahi :
1. Tabel --> menyimpan obyek non-spasial (informasi tabular), seperti tabel pemilik lahan, tabel jumlah penduduk, kepadatan penduduk, dsb.
2. Feature Classe --> kumpulan dari obyek spasial:titik,garis,area (poligon).Bisa juga untuk menyimpan feature anotasi, dimensi, rute.
3. Feature Dataset --> tempat/wadah untuk feature class yang memiliki referensi spasial sama. Dataset ini perlu apabila kita ingin membuat network dan topologi.
4. Relationship classes --> mengatur hubungan tematik antara tabel, feature classes, atau kedua-duanya. Mendukung integrasi antara origin data dan destination class.
5. Geometrik Netwrok --> hubungan topologi khusus antara titik dan garis yang digunakan untuk analisa pada alur sistem jaringan langsung.
6. Topologi --> hubungan spasial antara feature classes yang digunakan untuk menentukan dan memperbaiki kesalahan(error) spasial, seperti parcel yang overlap satu sama lain atau yang tidak berada dalam batas wilayah.
7. Raster Dataset --> data grid yang diturunkan dari berbagai sumber format (IMG, JPEG, dll)
8. Raster Catalog --> tabel dari kumpulan data raster
9. Survey Dataset --> menyimpan informasi survey dan menggabungkan data survey dalam proyek dan banyak proyek ke dalam folder proyek.
10. Toolboxes --> berisi tool-tool geoprocessing
11. Behaviour Rules --> dapat dibuat untuk mendefinisikan atribut legal,relation, topologi, koneksi.

sumber: esri.com dan ArcGIS Dekstop Help

Selasa, 01 Juli 2008

Pelatihan SIG Juli 2008

Now is July...It's your time to solve our spatial matters..
Let's learn GIS..

Info Terbaru Pelatihan SIG Bulan Juli 2008 PT Geovisi Mitratama

Berikut ini informasi kegiatan Pelatihan SIG yang akan dilaksanakan oleh PT Geovisi Mitratama.


Salam,
Berkaitan dengan penyelenggaraan Pelatihan Sistem Informasi Geografis (Pelatihan SIG) tingkat Dasar, oleh PT Geovisi Mitratama yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 - 19 Juli 2008 selama 5 hari di Yogyakarta, kami menawarkan kepada Bapak/Ibu/Saudara untuk ikut serta dalam Pelatihan SIG tersebut.
Dengan rincian Jadual dan Materi Pelatihan SIG :
Hari I, Pengenalan SIG dan aplikasinya
Hari II, Dasar-dasar Input Data, Teknik input Data
Hari III, Dasar-dasar Manajemen Data SIG, Teknik Manajemen Basis Data SIG
Hari IV, Manajemen Keluaran/Output
Hari V, Kelas Lapangan

Demikian penawaran kami sampaikan, dan kami mengharapkan dan menunggu kehadiran Bapak/Ibu/Saudara, terima Kasih.
Hormat Kami,
Divisi Kerjasama dan Pemasaran

A. Anam


silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group geovisi untuk bersama-sama menyamakan persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis