Selasa, 2009 Juni 30

30 June 2009 - Saat Terakhirku di Dengue Project

30 June 2009 - Saat Terakhirku di Dengue Project

Perkenalkan saya Aji Putra Perdana, saat ini berposisi sebagai GIS and Data Management di Dengue Project dan bukan suatu kebetulan lagi, bahwa sekarang adalah hari terakhir saya disini membantu Dengue Project Phase II. Belum sempat saya bercerita lebih lengkap mengenai pembelajaran atau lesson learned yang saya peroleh, ternyata tanggal sudah menunjukkan angka 30 dan bulan berada di jarum Juni 2009.

Sebelumnya saya sempat posting mengenai pengalaman awal saya bergabung dengan project ini yang berjudul My (geospatial and capacity building) Learning in Combating Dengue Fever Project (1). http://ajiputrap.blogspot.com/2009/05/my-learning-in-combating-dengue-fever.html. Belum sempat pula melanjutkan seri ke-dua nya, eh sangat saya ketahui bahwa hari ini 30 Juni 2009 adalah hari terakhir dari Project Fase II.

Hari yang menyedihkan adalah kemarin, 29 Juni 2009 bertempat di Museum Diponegoro dan dihadiri oleh hampir 300an personel tim dengue project II, dari teman-teman lapangan yakni Pemantau DBD, Surveyor QCRS, Serosurvey tim, tim Fakultas Kedokteran UGM, dari stakeholder atau pihak pemerintah kota yang diwakili Dinas Kesehatan Kota, dan semua teman-teman dan tim inti dengue project phase II.

Suasana khas jogja, yakni lesehan dan beralaskan tikar, acara pun dimulai dengan suka cita. Sebuah acara TEMU PISAH Dengue Project Phase II. Acara berisi pembukaan, sambutan dan diselingi dengan nyanyian-nyanyian merdu dari teman-teman pemantau, dan yang tak kalah pula dari staf Dinkes dan staf kantor project juga menyumbangkan suara merdunya. Banyak bermunculan penyanyi Solo (bukan dari Solo, tapi Jogja..hehe), Duet mesra, bahkan ada Trio MustKentir khusus didatangkan ke dalam acara tersebut.

*tiba-tiba muncul sesosok bernama Thole, turut dalam cerita ini.
Thole berkata : "Mas A'a Ji Cakep, mau ikutan tanya boleh ?"
Mas A'a Ji Cakep menjawab :"Boleh aja thole...apa yang bisa Mas A'a bantu ?"
Thole melontarkan tanyanya : "Pertama, What ??? Apa itu Dengue Project Phase II dan koq udah selesai??? Bukannya demam berdarah masih terus ada di Nagari ini ???"
Mas A'a Ji memotong sebentar : " Ada berapa pertanyaan dek Thole ??"
Thole melanjutkan : " Bentar, mas A'a Ji cakep. Pertanyaan selanjutnya, Akankah teman-teman terus berjuang untuk memberantas demam berdarah dengue ??"
Mas A'a Ji : " ada lagi ga thole ? jangan panjang-panjang ya..Ntar Mas A'a Ji bingung jawabnya..hehe"
Thole meneruskan : " Ya udah mas A'a...segitu saja ae..hehe, dilanjut kali lain ya Mas A'a, kalau koneksi internetnya masih lancar..hehe"
Mas A'a Ji mencoba menjawab : " Dengue Project Phase II merupakan kelanjutan dari Pilot Project Demam Berdarah Phase I atau fase sebelumnya yang dilakukan oleh Yayasan TAHIJA kerjasama dengan Fakultas Kedokteran UGM. Info lebih lengkap dan lanjutnya bisa buka di websitenya Yayasan TAHIJA."
Mas A'a Ji melanjutkan : "Untuk pertanyaan berikutnya, Jelas dan sudah pasti teman-teman akan terus berjuang untuk memberantas demam berdarah dengue."
Thole bertanya lagi :" Mas A'a Ji Cakep, tadi thole sempat baca ada Trio MustKentir. Apa maksudnya ?"
Mas A'a Ji menjawab :" Mereka itu penyanyi trio dari kantor proyek. Dadakan Singer menyanyikan lagu dari ST12 - Saat Terakhir. Sebuah lagu yang didedikasikan untuk keluarga yang ditinggalkan oleh saudara ataupun anggota keluarganya akibat DBD dan mencoba membangkitkan semangat juang para pemantau DBD untuk senantiasa memberantas DBD. "



Lirik Lagu ST12- Saat Terakhir

Tak pernah terpikir olehku
Tak sedikitpun ku bayangkan
Kau akan pergi tinggalkan kusendiri

Begitu sulit kubayangkan
Begitu sakit ku rasakan
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri

Di bawah batu nisan kini
Kau tlah sandarkan
Kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup
Ini terjadi karna ku sangat cinta

Inilah saat terakhirku melihat kamu
Jatuh air mataku menangis pilu
Hanya mampu ucapkan
Selamat jalan kasih

Satu jam saja kutelah bisa
cintai kamu kamu kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
buth waktuku seumur hidup

Satu jam saja kutelah bisa
sayangi kamu di hatiku
Namun bagiku melupakanmu
butuh waktuku seumur hidup

- end song -

Sukses tuk meLanjutkan dengue project ke depan dan semoga Lebih Baik dan Lebih Tepat, sehingga dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat DBD di Indonesia, khususnya di Kota Yogyakarta.

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Selasa, 2009 Juni 23

Dansa di Planet Bumi

Dansa di Planet Bumi...

Mengambil Judul "Dancing in A Globalized"
Karya Hanifa Agustinov Omega
Kelas 5 SD


Mencoba bercerita tentang keanekaragaman seni dan budaya yang ada di seluruh penjuru dunia lewat salah satu bentuknya yaitu TARIAN atau DANCING.

Terinspirasi ketika melihat peta globe dan gambar TARIAN di masing-masing negara dan mengambil sudut penggambaran 4 pojok dan satu sisi belahan bumi.

Di Era Globalisasi ini, semua seakan berlomba-lomba dalam perekonomian, teknologi, dan banyak aspek lainnya, akantetapi besar harapan bahwa aspek seni dan budaya tidak akan luntur dan ditelan bumi.

Act Local Think Global,

Best Regards,

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"

Thank's to my little sister, Hanifa Agustinov Omega

Kamis, 2009 Juni 18

Menggambar Dunia

"Menggambar Dunia"

Tema yang coba dituliskan dalam "Go Blog" kali ini...

Apabila "Go Blog" kita hilangkan spasi diantaranya akan berkesan atau bermakna lain, yakni goblog (dalam bahasa kita) artinya kurang lebih kurang pandai/pintar. Saya akui bahwa saya masih GoBlog, karenanya di tiap waktu yang saya lalui, walaupun hanya sekedar perjalanan dari kos menuju kantor tetap berusaha untuk BELAJAR dan BERJALAN.

BELAJAR dan BERJALAN disini bermakna keruangan...kenapa ???

BELAJAR, mari coba kita telaah, dengan kajian spasial sesuka saya. Kos adalah tempat saya tinggal sekarang ini, apabila digambarkan dalam peta skala kecil (skala 1:1000000) maka tidaklah begitu tampak. Akan tetapi apabila kita zooming atau perbesar ke skala 1:2500 dimana bisa kita peroleh hingga skala besar, seperti itu kini dengan memanfaatkan citra satelit, ada ikonos dengan resolusi 1meter, quickbird dengan resolusi spasial 0,61 meter, dan lain2nya...Apa yang terjadi ???

Ya...Betul sekali...dari citra resolusi tinggi tersebut, maka akan tampak Kos tempat saya sekarang tinggal. Mmmmmm....bisa dilihat di sebelah kiri pada blog ini lokasi Kos saya, berkat google dengan google-maps nya dan google-earth nya.

Maaf terlalu ngelantur, saya lanjutkan lagi...lebih cepat lebih baik, biar rakyat tidak bosan menunggu dan menunggu.

Posisi kos saya apabila digambarkan ke dalam koordinat kartesian ialah dalam nilai aX dan bY. Jika dalam peta berkoordinat geografis, maka lokasinya ialah dalam a sekian derajat menit detik bujur timur dan b sekian derajat menit detik lintang selatan. Lho...kenapa lintang selatan ??? Ya iyalah..karena di bawah garis khatulistiwa, garis khayal yang membelah bumi jadi dua, utara dan selatan.

Kos adalah titik NOL saya BELAJAR, belajar untuk BERJALAN MAJU KE DEPAN, bukan MUNDUR KE BELAKANG. Kebetulan saya menggunakan motor, dan dilengkapi dengan dua kaca spion di kiri kanan sehingga tak perlulah kau tengok ke BELAKANG cukup tatap dari spion dan MAJU KE DEPAN.

Dari titik awal x dan y tersebut, saya berjalan menuju Kantor untuk mengerjakan apa yang menjadi tanggungjawab dan kepercayaan saat ini yang telah diberikan. Berjalan dari satu titik menuju ke titik berikutnya, dari satu node ke node berikutnya sehingga membentuk garis yang merupakan rute perjalanan dari Kos ke Kantor.

Apakah saya berjalan di atas udara ???
Tentu TIDAK !!!

NETWORK...Jaringan jalan-lah yang saya lalui, dengan menggunakan NETWORK ANALYSIS saya menentukan rute terdekat menuju ke kantor. Walaupun kadangkala saya menikmati rute yang jauh, karena ada tujuan untuk menuju ke Node atau Point of Interest lain, seperti ATM ataupun sekedar mencari tempat untuk mengisi perut, bubur ayam JAKARTA (tapi yang jualan orang PEMALANG euy...hehe). Melalui hambatan dan rintangan yang dilalui seperti MACET, LAMPU MERAH (dangling node jika menggunakan EDit Tool di ArcView, atau di ArcInfo..apa ya... node da draw..gambarlah node-nodenya..hehe) demi menuju suatu titik dan mendapatkan garis yang bebas dari dangling-dangling.

Thole (pemuda desa tak kerja) tiba-tiba muncul dalam "GoBlog" ini dan bertanya :
"Kagem mas A'a Ji..buat mas A'a Ji...ini koq ceritanya ngalor-ngidul ngetan-ngulon..sakjane mau cerita apa nie? Khan judulnya "menggambar dunia" ? Saya kira mas A'a Ji mau cerita tentang "cat air, kanvas, kuas, globe, peta, kalkir, rapido, pensil, kertas A4, A3, A0, dll" ? "

Mas A'a Ji menjawab : "Sabar yo Le..mas A'a teruskan doeloe bentar..., ini demi rakyat Le..alon-alon asal klakon. Mari Lanjutkan dengan LEbih Cepat..Lebih Baik."

Alkisah, kenapa mengambil judul "Menggambar Dunia" ??? Hal ini teringat Adik saya yang paling kecil bernama Hanifa Agustinov Omega - "Pelukis Dunia Kecil" mengikuti lomba lukis yang diadakan Bakosurtanal beberapa waktu lalu. Meskipun tidak mendapatkan piala, karena ternyata lukisan-lukisan anak-anak yang lain lebih bagus.

Berikut apa yang saya cermati sewaktu Adik saya menggambar di atas Kertas Putih...

Apa yang akan dilakukan untuk "Menggambar Dunia" ?

1. Melihat dengan menggunakan Kemampuan Luar Biasa MATA kita - Maha Suci Allah...

Berbekal melihat DUNIA kecil yakni PETA GLOBE. Tahapan melihat ini pula yang kita lakukan apabila kita akan menggambar dunia menggunakan metode digitasi,interpretasi, scanning-raster to vector, dan sebagainya.
Dengan Melihat Lingkungan sekitar kita sebagai bagian kecil dari BUMI, maka kita bisa BELAJAR menggambarkannnya dan BERJALAN di atas BUMI membuat kita semakin memaknai HIDUP.

2. Digitizing and Scanning

Thole : "Koq nomer dua ini mas A'a Ji ? Apa maksudnya ?"
Digitizing itu digitasi..alias ndigit..klik, klik, klik, menggambar titik demi titik, node demi node untuk membuat garis. Itulah yang dilakukan Adik saya, dia memulai menggambar diawali dengan sebuah titik dari pensil yang ditorehkan ke dalam sebuah bidang datar (layaknya membuat PETA, menyajikan bumi di sebuah bidang datar) yakni Kertas Gambar tadi.
Di sisi lain, saya melihat Adik saya melakukan SCANNING...Otaknya melakukan PEREKAMAN terhadap Obyek yang dijadikannya sebagai Acuan (PETA GLOBE tadi...). Dari Scanning di dalam Otaknya, berproses dan OTAK memerintahkan Tangan sehingga Jari-Jemarinya bergerak terjadi proses konversi data RASTER yang direkam diubah ke dalam data vektor yang dituangkan ke dalam kertas.

3. Output

Output adalah keluaran dari proses Menggambar Dunia. Dalam hal ini berupa hardcopy yakni dalam selembar kertas dan untuk mendapatkannya ke dalam bentuk softcopy untuk dikirimkan kepada saya sebagai kenangan dan data yang disimpan atas produk dari proses Menggambar Dunia yang telah dilakukan hanya dalam tempo beberapa jam saja..Sungguh Luar Biasa...sebuah kemampuan/bakat yang tidak saya miliki. Bapak saya melakukan proses fotografi alias memotret dengan menggunakan HP (sungguh kemajuan teknologi...alat komunikasi sekarang PLUS-PLUS). Teknologi Informasi dan perkembangannya apabila dimanfaatkan dengan positif sungguh bermakna LUAR BIASA. Walaupun Gambaran Dunia Adik saya sudah dikirimkan untuk mengikuti Lomba lewat POS, tapi kita masih menyimpan gambar tersebut dalam bentuk halus yakni softcopy berupa foto dari gambar.

Lagi-lagi dan lagi..Teknologi kini membantu kita "Menggambar Dunia", silahkan pergunakan GPS dan berjalanlah, rekamlah maka kita akan menDIGITASI DUNIA..jangan lupa pergunakan kamera digital dan ABADIkanlah momen dan point of interest yang kita kunjungi. Apabila suka berbagi, upload lah letakkan di posisi DUNIA via googlemaps/earth atau sekedar posting dan sharing via "GoBlog" atau "GoFaceGoBook".




Act Local Think Global... (lali entuk neng endi kie...)



Salam hormat,

Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"
Tetap Go Blog untuk Belajar dan Berjalan Maju Ke Depan Lebih Baik

Rabu, 2009 Juni 17

Spatial Adjustment and Georeferencing

"Spatial Adjustment and Georeferencing" adalah dua tools yang tersedia di software ArcGIS 9.x. Keduanya merupakan tools untuk menempatkan atau memposisikan dengan benar data secara spasial ke posisi sebenarnya di permukaan bumi ini. Kalau dalam bahasa inggrisnya bisa dikatakan: Spatial Adjustment and Georeferencing use to Correctly positioning data to its true world location.

Spatial Adjustment digunakan untuk mengkoreksi posisi dari data spasial yakni data vektor - melalui Spatial Adjustment toolbar, sedangkan Georeferencing digunakan untuk mengkoreksi posisi dari data spasial yakni data raster - melalui Georeferencing toolbar (biasanya digunakan untuk : citra satelit (satellite images), foto udara (aerial photographs), dan scanned CAD drawings.

* CAD drawings yang telah dibuat dengan lokasi sistem koordinat yang benar/sesuai (bereferensi kebumian/geografis) dapat diberi atau dipilih sistem koordinatnya, dalam geografis atau projected. Sedangkan data CAD yang masih berkoodinat layar/kertas, harus ditransformasikan secara benar ke sistem koordinat seharusnya. Hal ini diperlukan agar data CAD terposisikan ke dalam sistem koordinatnya.

Klik disini untuk mempelajari bagaimana mengidentifikasi spatial reference dari data CAD Anda.

Spatial Adjustment

Kemampuan Spatial Adjustment
Spatial Adjustment Toolbar menyediakan tiga kemampuuan spatial adjustment:

1.Repositioning of a source vector layer to correspond with a correctly positioning target layer (which may be vector or raster)
- Via Homogeneous transformations (overlay)
Can select among Affine, Similarity, or Projective transforms
- Via Differential Transformation (overlay)
Rubber sheeting via 1st, 2nd or 3rd order polynomial transformations
2. Edge Matching (side-by-side)
- Use Edge Snapping of features at map edges to align two adjacent data sets (map sheets)

3. Attribute Transfer (non-spatial attributes)
- Transfer of non-spatial attributes from a feature in one layer to a feature in another layer
- Intended for Conflation applications

more detailed information about Spatial Adjustment, please click here

Georeferencing
Untuk memposisikan citra - data raster

Georeferencing definition from ESRI :
Aligning geographic data to a known coordinate system so it can be viewed, queried, and analyzed with other geographic data. Georeferencing may involve shifting, rotating, scaling, skewing, and in some cases warping, rubber sheeting, or orthorectifying the data.

1. 1st order polynomial (affine):
- requires a minimum of 3 displacement links, but should have more even though 3 gives RMS=0!
- is a homogeneous transformation: only shifts origin, scales and rotates
- straight lines will be preserved
2. 2nd order polynomial
- requires 6 points (displacement links) minimum
- is a differential transformation so it “warps” the raster
straightlines on raster may no longer be straight
3. 3rd order polynomial
- requires 10 points minimum

Select by going to: Georeferencing ->Transformation





Spatial Adjustment dan Georeferencing merupakan cara transformasi untuk data vektor dan data raster.

Proses transformasi mengkonversi data dari satu koordinat sistem satu ke yang lainnya. Biasanya digunakan untuk konversi data dari digitizer atau scanner ke koordinat real-world. Selain itu dapat juga digunakan untuk konversi sistem koordinat data dari feet ke meter.

Best Regards,
Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing"

Rabu, 2009 Juni 03

GIS Data - Kualitas Data SIG

The quality of data sources for GIS processing is becoming an ever increasing concern among GIS application specialists.


Kualitas Data setidaknya ada tiga komponen di dalamnya:
akurasi data (Accuracy), kualitas (Quality), dan kesalahan (Error).


1. akurasi data (Accuracy)
Isu dasar terkait dengan data ialah keakuratan/akurasi data. Seperti yang diungkapkan Pak Fatur dan Pak Edi dalam bincang-bincangnya...

Accuracy is the closeness of results of observations to the true values or values accepted as being true.
Keakuratan adalah kedekatan dari hasil pengamatan terhadap nilai-nilai benar atau nilai-nilai yang diterima sebagai benar.

Pada dasarnya ada dua jenis akurasi. Yaitu Akurasi Posisi dan Atribut.

2.Quality

Quality can simply be defined as the fitness for use for a specific data set.
Kualitas secara sederhana dapat dikatakan sebagai kesesuaian untuk digunakan untuk sebuah dataset tertentu.

Data yang sesuai untuk digunakan dengan satu aplikasi mungkin tidak cocok untuk digunakan dengan yang lain. Hal ini sepenuhnya bergantung pada skala, akurasi, dan cakupan data yang ditetapkan, serta kualitas data set yang akan digunakan.

US Spatial Data Transfer Standard (SDTS) mengidentifikasi lima komponen data kualitas definisi:

- Lineage (Riwayat Data) : sumber, isi, spesifikasi, cakupan geografis, metode kompilasi (digitasi vs scanning), metode tranformasi,
penggunaan algoritma yang relevan selama kompilasi, misalnya generalisasi (linear simplification, feature generalization)
- Positional Accuracy - sangatlah penting, Hal ini termasuk pertimbangan atas kesalahan sumber dan operasional error
- Attribute Accuracy - membantu juga untuk menentukan kualitas data
- Logical Consistency - Komponen ini berkaitan dengan menentukan kesetiaan struktur data dari sebuah dataset. Biasanya ialah inkonsistensi data spasial yakni spatial atau topological errors : line intersections, duplicate lines atau boundaries, atau gaps di lines
- Completeness - Kelengkapan data. Hal ini termasuk pertimbangan dari lubang pada data, daerah unclassified, dan prosedur kompilasi.

3. Error
Ada dua yaitu Kesalahan SUMBER dan OPERASIONAL.
SUMBER
: kesalahan karena dari sumber dokumen dan data.
Operasional kesalahan
adalah jumlah kesalahan yang dihasilkan melalui data capture dan manipulasi fungsi dari GIS.
Kemungkinan kesalahan operasional:
- Mis-label pada peta tematik;
- misplacement dari horisontal (positional) batas;
- human error dalam digitasi
- kesalahan klasifikasi
- ketidakakuratan algoritma GIS,dan
- human bias


*The accuracy of a GIS-derived product is dependent on characteristics inherent in the source products, and on user requirements, such as scale of the desired output products and the method and resolution of data encoding (Marble, Peuquet, 1983). *


All the best,

Aji Putra Perdana
` http://ajiputrap.blogspot.com/ `

Jumat, 2009 Mei 29

Pelatihan GPS-GPS Training

GPS (Global Positioning System), merupakan Sistem Radio Navigasi dan Penentu Posisi menggunakan Satelit, yang dimiliki dan dikelola Amerika Serikat.

PELATIHAN, berupa pelatihan SIG, pelatihan GPS (Global Positioning System), Pelatihan Survei Pemetaan, Pelatihan Penginderaan Jauh, Pelatihan Image Processing dan berbagai Pelatihan-pelatihan lainnya terkait dengan bidang kebumian.

Pelatihan Aplikasi GPS merupakan pelatihan pemanfaatan teknologi GPS dan integrasinya dengan GIS (Geographic Information System).

Aplikasi GPS telah digunakan oleh berbagai kalangan baik pemerintah, swasta, maupun organisasi-organisasi non pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM/Ornop)/NGO Lokal maupun Internasional sebagai alat bantu dalam kegiatannya.

Kami dari PT. Geovisi Mitratama hadir untuk menawarkan Pelatihan Aplikasi GPS.

KONTAK GEOVISI :
PT. GEOVISI MITRATAMA
Email : info@geovisi.com
Web : http://geovisi.com

Silahkan bergabung dalam KOMUNITAS GIS untuk bersama-sama berbagi dengan teman-teman GIS...

Komunitas GIS ialah Komunitas atau Group ini diperuntukkan bagi rekan-rekan yang akan, sedang, atau pernah belajar bersama mengenai Sistem Informasi Geografis bersama dengan Geovisi Mitratama.

GIS E-book Series merupakan kumpulan tulisan e-book yang di-share di dalam milist atau komunitas GIS.

Berikut kumpulan Geovisi GIS E-book Series :
GPS:
1. Geovisi GIS Textbooks Series GPS
2. BEKERJA DENGAN GPS-Komunitas GIS
3. TRACK DAN MARK LOKASI DENGAN GPS


Silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group Geovisi untuk berbagi bersama dan saling berdiskusi mengenai persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis


Best Regards,

Aji Putra Perdana
Now : GIS and Data Management-Dengue Project

Pelatihan GIS/Kursus GIS 2009

Pelatihan GIS/Kursus GIS

GeoVISI - GIS & IT Consultant

P.T. Geovisi Mitratama berkedudukan di Sidoarum Godean, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I.Yogyakarta, Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang Konsultansi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Teknologi Informasi.

Salah satu produknya ialah PELATIHAN, berupa pelatihan SIG, Global Positioning System, Survei Pemetaan, Penginderaan Jauh, Image Processing dan lainnya terkait dengan bidang kebumian.

Segala keunggulan Sistem Informasi Geografis (SIG),Global Positioning System, Survei Pemetaan, Penginderaan Jauh, Image Processing dan lainnya terkait dengan bidang kebumian sudah berkembang pesat dalam berbagai aplikasinya.

Teknologi yang berbasis komputer menuntut tersedianya sumberdaya manusia yang baik dalam penguasaan Sistem Informasi Geografis (SIG), Global Positioning System, Survei Pemetaan, Penginderaan Jauh, Image Processing, hardware, software, manajemen data, dan analisa guna mendukung pemanfaatan SIG dan Penginderaan Jauh sesuai bidangnya.

Oleh karena itu, P.T. Geovisi Mitratama hadir menawarkan Pelatihan, berupa pelatihan SIG, Global Positioning System, Survei Pemetaan, Penginderaan Jauh, Image Processing dan lainnya terkait dengan bidang kebumian.

Informasi lebih lengkap mengenai Pelatihan SIG dapat menghubungi :
P.T. Geovisi Mitratama
Alamat :
Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564.
Telpon/Fax : (0274)798306
Email : info@geovisi.com
http://groups.google.com/group/komunitas-gis

KML2SHP - Keyhole Markup Language (KML) to Shapefile (SHP)

KML2SHP - Keyhole Markup Language (KML) to Shapefile (SHP)

Keyhole Markup Language (KML) is an XML-based language schema for expressing geographic annotation and visualization on existing or future Web-based, two-dimensional maps and three-dimensional Earth browsers. KML was developed for use with Google Earth, which was originally named Keyhole Earth Viewer. It was created by Keyhole, Inc, which was acquired by Google in 2004. The name "Keyhole" is an homage to the KH reconnaissance satellites, the original eye-in-the-sky military reconnaissance system first launched in 1976.

source : http://en.wikipedia.org/wiki/KML


KML is a file format used to display geographic data in an Earth browser such as Google Earth, Google Maps, and Google Maps for mobile. KML uses a tag-based structure with nested elements and attributes and is based on the XML standard. All tags are case-sensitive and must be appear exactly as they are listed in the KML Reference. The Reference indicates which tags are optional. Within a given element, tags must appear in the order shown in the Reference. If you're new to KML, explore this document and the accompanying samples files (SamplesInEarth and SamplesInMaps) to begin learning about the basic structure of a KML file and the most commonly used tags. The first section describes features that can be created with the Google Earth user interface. These features include placemarks, descriptions, ground overlays, paths, and polygons. The second section describes features that require authoring KML with a text editor. When a text file is saved with a .kml or .kmz extension, Earth browsers know how to display it.

source : http://code.google.com/apis/kml/documentation/kml_tut.html


The ESRI Shapefile or simply a shapefile is a popular geospatial vector data format for geographic information systems software. It is developed and regulated by ESRI as a (mostly) open specification for data interoperability among ESRI and other software products.[1] A "shapefile" commonly refers to a collection of files with ".shp", ".shx", ".dbf", and other extensions on a common prefix name (e.g., "lakes.*"). The actual shapefile relates specifically to files with the ".shp" extension, however this file alone is incomplete for distribution, as the other supporting files are required. Shapefiles spatially describe geometries: points, polylines, and polygons. These, for example, could represent water wells, rivers, and lakes, respectively. Each item may also have attributes that describe the items, such as the name or temperature.

source : http://en.wikipedia.org/wiki/Shapefile

----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keyhole Markup Language (KML) to Shapefile(SHP)

http://arcscripts.esri.com/details.asp?dbid=15175KML2Shape

KML to Shapefile conversion. Works in batch and single file mode. Imports "NAME" attribute as well as geometry. Extracts polygons, lines, points (as well as their 3D versions) separately, so if KML contains several types of objects you'll need to use polygons, lines, points menu items one after the other.

or this one:

http://www. 4shared. com/file/59617529/b74d231b/kml2shp.html

Online Kml2shp file conversion from zonums :

http://www.zonums.com/online/kml2shp.php

Kml2shp file conversion
Need of transferring Google Earth Data to a GIS? Kml2shp transforms KML

files into ESRI Shapefiles.

The KML file could contain Points, Paths and Polygons. When creating SHP
files the information is separated into thematic layers.

For each shapefile (shp), an attributes table (dbf) and index file (shx) are
created.

The kml to shp conversion consists of three steps:

1) Open KML file
2) Choose Shape Type
3) Select output Shapefile name

Optionally, you can change from WGS84 to a local datum and from Lat/Lon to
UTM.

Also, Kml2shp can export to AutoCAD (DXF) and GPS (GPX)

source : http://www.zonums.com/kml2shp.html


Best Regards,

Aji Putra Perdana

Membuat Profil di ArcView dan ArcGIS

Membuat Profil di ArcView dan ArcGIS

Membuat profil di ArcView dan ArcGIS bisa menggunakan ekstensi/tools 3D analyst.


Selain itu, ada tools dari Ian-Ko :

Untuk di ArcView bisa juga menggunakan Profile Extractor 6.0

Extracts cross section profile from a DTM. The user can draw cross section line (polyline, rectangle, circle or polygon), select existing one, move selected line or it's ends or rotate a line around it's middle point. The profile is drawn into a Chart.
http://www. ian-ko. com/downloads/pe60/pe60_av.zip


Untuk di ArcGIS bisa juga menggunakan ET Surface 2.0 released 18 April 2008 dari ian-ko dot com.

ET Surface is a set of tools for ArcGIS that enable the users to create surfaces and perform surface analysis without the need of 3D or Spatial Analyst extensions. The only requirement is an ArcGIS license (ArcView, ArcEditor or ArcInfo).
http://www. ian-ko. com/ET_Surface/ets_main. htm

Salam hormat,

Aji Putra Perdana
http://ajiputrap.blogspot.com/
- keep fun, fresh and share -

GIS E-book Series-Pelatihan GIS-Komunitas GIS

Geovisi GIS E-book Series in Komunitas GIS


What is "Geovisi" ???

GeoVISI - GIS & IT Consultant

P.T. Geovisi Mitratama berkedudukan di Sidoarum Godean, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I.Yogyakarta, Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang Konsultansi Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Teknologi Informasi.

Produk Kami meliputi :

PELATIHAN
, berupa pelatihan SIG, pelatihan GPS (Global Positioning System), Pelatihan Survei Pemetaan, Pelatihan Penginderaan Jauh, Pelatihan Image Processing dan berbagai Pelatihan-pelatihan lainnya terkait dengan bidang kebumian.

PETA ONLINE, peta digital interaktif yang dapat diakses dari situs web ini.

PETA DAN CITRA DIGITAL, layanan pembelian dan pembuatan peta dan citra satelit, serta interpretasinya, disertai beberapa sampel yang dapat anda download.

VEHICLE TRACKING SYSTEM, layanan instalasi alat pelacak posisi dan pengembangan aplikasinya yang dapat dipasang pada kendaraan anda, cocok untuk armada taksi, kapal tanker, mobil-mobil distributor barang, dan pengawasan posisi mobil anda.

SOFTWARE DEVELOPMENT, berupa layanan pembuatan dan pengembangan aplikasi GIS dan IT (e-learning, hospital administration, dan berbagai sistem informasi) baik berbasis web ataupun desktop.

PT. GEOVISI MITRATAMA
Alamat : Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564.
Telpon/Fax : (0274)798306
Email : info@geovisi.com

Saat ini Geovisi (PT. GEOVISI MITRATAMA) hanya berkantor di Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564


source information : http://geovisi.com/
-------------------------------------------------------------------------------------------------

What is "GIS E-book Series" and "Komunitas GIS" ???

GIS E-book Series merupakan kumpulan tulisan e-book yang di-share di dalam milist atau komunitas GIS.

Berikut kumpulan Geovisi GIS E-book Series :
GPS:
1. Geovisi GIS Textbooks Series GPS
2. BEKERJA DENGAN GPS-Komunitas GIS
3. TRACK DAN MARK LOKASI DENGAN GPS
Perpetaan :
4. Membaca Koordinat Peta
GIS dan WEBGIS :
5. Pengantar mapping dengan arcview
6. GIS Programming Using MapInfo
7. MODUL MAPINFO
8. PCD ARCGIS GEOVISI dan PCD ARCGIS GEOVISI-2
9. ALOVMAP

Komunitas GIS
ialah Komunitas atau Group ini diperuntukkan bagi rekan-rekan yang akan, sedang, atau pernah belajar bersama mengenai Sistem Informasi Geografis bersama dengan Geovisi Mitratama.

Silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group Geovisi untuk berbagi bersama dan saling berdiskusi mengenai persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis

Minggu, 2009 Mei 17

My Learning in Combating Dengue Fever Project (1)

My (geospatial and capacity building) Learning in Combating Dengue Fever Project (1)

Pertama kali saya akan memulai menulis di blog ini ialah bingung untuk memulai darimana, karena sudah cukup lama saya tidak bercerita dengan bahasa sendiri. Banyak informasi yang saya sharing melalui blog ini ialah berita-berita ataupun informasi yang berasal dari situs atau blog lain, promosi kegiatan pelatihan SIG, Penginderaan Jauh, Pengolahan Citra Digital, cerita tentang skripsi saya, coretan-coretan iseng saya dan lain sebagainya. Tapi entah kenapa..tiba-tiba hari ini saat ini..beberapa menit yang lalu terdengar teriakan di dalam otak dan hati sanubari berkata :
"Hai Aji...(yang bukan Aji bukan Hai,,,hehe :) )...cobalah kau ceritakan perjalanan hijrahmu dari "KOTAK" hingga keluar "KOTAK", mungkin kini kamu berada di sebuah "LINGKARAN" atau "SEGITIGA".

Cerita berawal dari sebuah tes CPNS pada akhir tahun 2006 bertempat di Gedung Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta...

Seusai tes, saya keluar dari tempat ujian dan sedang berdiri menunggu teman-teman dan saat itu datang mas K***n (sengaja tidak saya sebutkan..biar kelihatan seru euy..hehe). Beliau memberitahukan bahwa ada lowongan kerja sebagai asisten GIS di sebuah LSM yang bergerak di bidang Kesehatan dimana di LSM tersebut merupakan tempat kerja sahabat karib ma
s K***n yang juga sama-sama alumni Fakultas Geografi UGM yakni mas H***i. Mas K***n juga mengatakan bahwa dia juga udah memberitahukan lowongan ini ke teman saya T***r, kalau Aji tertarik kirimkan CV ke emailnya mas H***i.

Kala itu saya hanya tertarik untuk mengikuti tes-tes CPNS, akan tetapi setelah mengingat-ingat kembali perkataan mas K***n yang telah menginformasikan lowongan tersebut ke T***r. Tanpa saya konfimasi ulang ke T***r dengan asumsi bahwa T***r pasti akan mengirimkan CV ke mas H***i untuk melamar posisi di LSM tersebut, maka saya mengirimkan CV dan dokumen pendukung lainnya saya ke email mas H***i pada hari Jumat, 14 Desember 2007 at 7:02 PM.

Selang dua hari kemudian, hari minggu, 16 Desember 2007 11:15 PM saya menerima email dari mas H***i dengan subject : Info Test Wawancara Project Dengue 2. Email tersebut rupanya ditujukan kepada 4 kandidat yakni mbak i***n, mas h***i, saya sendiri ajiputrap dan mbak s**i, dimana mereka bertiga merupakan senior saya... (dalam hatiku..i'm the youngest). Terlampir di dalam email tersebut file word berisi gambaran singkat project dengue 2 dan tugas/tanggungjawab asisten data management unit serta kualifikasi yang dibutuhkan.

Komunikasi dengan mas h***i pun berlangsung via sms dimana beliau memberitahukan kapan waktu untuk wawancara...maaf euy, saya lupa kapan pastinya wawancara berlangsung...

Saya melihat sebuah Rumah Besar Sepi dengan sedikit kendaraan di dalamnya...Awalnya ragu untuk masuk ke dalam, dengan sedikit beranikan diri saya memasuki gerbang Rumah tersebut dan memarkir motor saya. Ketuk pintu dan dibukakan oleh seorang pemuda, lalu saya bilang mau bertemu dengan mas h***i untuk wawancara. Saya dipersilahkan duduk dan pemuda tadi mengambilkan segelas Teh Manis Hangat, tak lama kemudian mas h***i datang dan bilang : "tunggu sebentar ya Ji..nanti segera kita mulai wawancaranya". Lalu mas h***i memanggil dan saya dipersilahkan duduk kemudian diperkenalkan dengan pewawancara. Saat itu saya duduk menghadap dua orang yakni sesosok Ibu berambut pendek "Bu L** - begitu panggilannya" yang merupakan Pemimpin Proyek dan mas h***i sendiri. Wawancarapun berlangsung...di akhir wawancara dengan dua bos tersebut, datang seorang bos lagi yang tampak senior Pak D****k. Beliau menceritakan dan memberikan sebendel kertas yang berisi mengenai Yayasan Tahija dan proyek pengendalian demam berdarah yang dilakukan oleh Yayasan Tahija.

Waktu berlalu..hari demi hari kulalui,,,

Pada hari rabu tanggal 26 Desember 2007 11:33 AM, saya menerima email dari mas h***i yang memberitahukan bahwa saya lulus wawancara, kurang lebih emailnya berbunyi demikian:


Aji, berdasarkan test wawancara kemarin yang sudah dilakukan, Aji dinyatakan lulus dan dapat bergabung dengan project dengue 2 sebagai asisten data management unit. Kemungkinan Aji diharapkan dapat bergabung mulai tanggal 2 januari besok, nanti akan saya kabarkan lagi bila ada perkembangan berita lagi,
terima kasih
Saya resmi bergabung dengan Proyek Pengendalian Demam Berdarah Kota Yogyakarta Yayasan TAHIJA tertanggal 4 Januari 2008. Awal bergabung dengan proyek ini saya masih membantu kegiatan di kampus hingga bulan Februari 2008. Memori pertama kali saya bergabung dengan proyek ini perlahan mulai terkikis oleh waktu, sehingga apa yang terceritakan kemudian ialah apa-apa yang masih tersisa dalam memori otak saya.

Datang pertama ke kantor di bulan Januari 2008, saya duduk di kursi depan dan tak lama kemudian datang sosok yang tampak familiar. Ternyata dia adalah senior saya, yang dulu meng-OSPEK sewaktu saya pertama kali masuk kuliah euy,namanya mas h***m. Obrolan pun berlangsung dan ternyata kita berdua akan menjadi rekan satu tim. Kemudian bersama dengan mas h***i kita diperkenalkan ke team leader yang ada yakni Pak G***h - tim leader operasional, Pak D****k - tim leader Communication and Outreach, Proyek Manajer Bu L**, Finance Officer Bu K*****i, dan bagian admin & logistik mbak Y**a. Kemudian menuju ke ruang kerja dimana kita seruangan dengan mas H***i selaku tim leader kami dan mbak Y**a.

Hari demi hari dilalui..

Mencoba memahami job description, mengenal lebih dalam proyek pengendalian demam berdarah fase dua, lingkungan proyek, Yayasan Tahija, mempelajari pengelolaan data pada proyek sebelumnya (karena proyek yang sekarang merupakan kelanjutan dari pilot proyek percontohan fase satu pengendalian demam berdarah)...

Mengikuti berbagai diskusi, rapat serius hingga obrolan ringan, mendampingi bos2x dalam kegiatan untuk sosialisasi, menjadi juru foto, seksi perlengkapan, bongkarpasang spanduk, dan lain sebagainya. Kesemuanya itu merupakan pengalaman dan perjalanan yang luar biasa dalam dunia yang baru yang saya kenal ini..sebuah "LINGKARAN" atau juga "SEGITIGA" yang jelas berbeda dengan "KOTAK" dimana saya dulu berada...dinamika kehidupan lebih semakin terasa, interaksi dengan masyarakat benar-benar terasa..dari kaum muda hingga ibu bapak yang berusia senja namun berjiwa muda...

Berawal dari Januari 2008 hingga terasa sudah kini di bulan Mei 2009, waktu yang cukup lama bagi saya bertahan di dalam sebuah Proyek...

will be continued....

Thanks to Yayasan TAHIJA dan Team NYAMUK Yogyakarta...Semoga angka kasus demam berdarah dengue di Kota Yogyakarta bisa turun di bulan-bulan ke depan berkat kerja keras dan partisipasi seluruh warga Kota Yogyakarta...

Selamatkan Keluarga Kita dari Demam Berdarah

Salam,

Aji Putra Perdana
GIS and Data Management
Proyek Pengendalian Demam Berdarah Kota Yogyakarta
Yayasan Tahija

Rabu, 2009 Mei 06

Ocean Color Web Feature - Orinoco Flow

Orinoco Flow

Ocean Color Web Feature - Orinoco Flow

The Orinoco is one of the longest rivers in South America at 2,140 km, (1,330 miles). Its drainage basin, sometimes called the Orinoquia (especially in Colombia) covers 880,000 km², 76.3% in Venezuela with the rest in Colombia. The Orinoco and its tributaries are the major transportation system for eastern and interior Venezuela and the llanos of Colombia. However, since river navigation is declining in every country, many of the old waterways along the Orinoco watershed are now an obstacle to land communications rather than a useful commercial route.

Map of Lower Orinoco 1897

Orinoco Flow

The Orinoco River regularly sends a plume of water into the Caribbean in the fall. This has already been documented in the early days of satellite ocean color measurement using CZCS data. Researchers in the area have remarked that this year's plume is unusually large and occurs at an unusual time prompting some to suggest that the Amazon River may instead be the source of this plume.

You can see the green water extending northward past Puerto Rico and the Virgin Islands in the above image. Move your pointer over the image to see computed chlorophyll concentrations in the plume. Larger chlorophyll and true color images are also available.

source information : http://oceancolor.gsfc.nasa.gov/

---------------------------------------------------------------------------
Salam Penginderaan Jauh untuk Kelautan bagi Indonesia tercinta...


Aji Putra Perdana
- sok ocean, sok iso, sok tenan, sok atuh -
-------------------------------------------------------------------------------------
Perdana, Aji Putra, (2006). Kajian Suhu Permukaan Laut Berdasarkan Analisis Data Penginderaan Jauh dan Data Argo Float di Selatan Pulau Jawa, Pulau Bali, dan Kepulauan Nusa Tenggara. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada. ( download )
-------------------------------------------------------------------------------------
Perdana, Aji Putra, (2006). Study Of Sea Surface Temperature Based On Analysis Of Remotely Sensed Data And Argo Float Data In The South Of Java Island, Bali Island And Nusa Tenggara Archipelago. Skripsi. Yogyakarta: Faculty of Geography, Gadjah Mada University. ( download )