Senin, 01 Februari 2010

KRITIK terhadap Geospatial Sharing …

Kritik untuk si fulan (sekedar tokoh tambahan) yang berposisi sebagai ahli atau pemerhati atau disebut pula Geograf/Kartograf/Mapper/GISer/Planner/RSer/KPJers, dan lain sebagainya yang terkait keruangan atau lebih senang thole menyebutnya Para Ahli Geospasial. Tulisan ini hanyalah sekedar berbagi semata tanpa adanya maksud tertentu ataupun tidak hendak mengKRITIK siapapun hanya satu tokoh yang dikritik yakni THOLE sendiri (notabene sang penulis itu sendiri).

Menyerukan sebuah KRITIK tampaknya saat ini sedang menjadi TREN terutama di bidang ipoleksosbudhankam di Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini. Akantetapi berbeda dengan para Kritikus lainnya, thole (tokoh utama dalam cerita ini) akan melontarkan KRITIK terhadap thole sendiri. Sebuah penilaian egoisme dan kegemesan lokal terhadap apa yang sedang terjadi di Planet Bumi tercinta ini, khususnya keprihatinan thole akan perkembangan Informasi dan Teknologi Geospasial (ITG) di Indonesia – GIS, Remote Sensing, Cartography, GPS, etc.

Rasa prihatin kian memuncak pada malam ini meskipun malam-malam sebelumnya puncak-puncak itu telah ada dan membentuk deretan perbukitan alam imaji. Sedikit flashback alias mundur ke belakang dan nanti akan maju ke depan, thole masih mendapatkan kesempatan berlangganan Majalah Geospatial dari Negeri tuan Takur. Di Majalah tersebut tema yang diangkat kala itu ialah mengenai Perkembangan Informasi dan Teknologi Geospatial di Ml**ysi*. Hal ini membuat thole semakin geregetan (hanya bisa geregetan saja…hehe), kapan kiranya Indonesia bisa disorot atau menjadi Headline atau TEMA utama dalam Majalah tersebut bukan sekedar bagian kecil yang hanya terdiri dari satu atau dua paragraph dengan judul mengenai KEBAKARAN HUTAN ataupun lainnya.

Sekiranya proses perjuangan lembaga atau badan pemetaan di Indonesia dengan jejaringnya mengenai IDSN (Infrastruktur Data Spasial Nasional) dapat dikupas lebih menarik, aktivitas pemetaan partisipatif yang dilakukan para Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lokal maupun Internasional di Indonesia dengan berbagai tematik tertentu, bahkan dapat pula dikemas mengenai berbagai aktivitas geospasial sharing yang dilakukan oleh kalangan Mahasiswa yang belajar mengenai Geospasial maupun para komunitas penggemar peta yang diyakini oleh Thole tersebar di seluruh pelosok Nusantara Indonesia. Kenyataan yang terjadi ialah kebiasaan berperang secara gerilya membuat masing-masing kelompok, komunitas, mahasiswa, lembaga/badan, instansi, swasta, negeri, profit oriented maupun non-profit oriented bergerak sendiri-sendiri tanpa adanya koordinasi ataupun kerjasama yang memudahkan dalam Geospasial Sharing.

Kecenderungan yang ada kini ialah Mahasiswa semakin gemar membuat Seminar-Seminar, mengikutinya, akantetapi mana hasilnya? Sejauh mana tahapan Geospatial Sharing tersebut dipublikasikan secara lebih “membumi”, bukan sekedar untuk kalangan akademisi semata atau seprofesi saja tapi lebih mengena bagi Bangsa dan Rakyat Indonesia tercinta ini. LSM ataupun para penggemar PETA yang dengan senang hati melakukan pemetaan partisipatif melibatkan masyarakat dan kini para desainer atau posterer, penulis formal (MAJALAH, KORAN, dll) atau non-formal menggunakan PETA sebagai bagian dari tulisannya. Dapat dikategorikan bahwa karya mereka sudah mulai menjejakkan kaki di BUMI. Namun kadang yang ironis bagi Pembelajar Geospasial sekaligus Salut buat mereka ialah sebagian dari mereka tidak mempelajari Geografi, Kartografi, Peta, GPS, Penginderaan Jauh, dkk (Informasi dan Teknologi Geospasial) di dunia edukasi formal akantetapi mereka berusaha untuk menguasai kesemuanya secara otodidak dengan bereferensi pada buku-buku yang ada di dunia nyata dan tulisan atau buku di dunia maya maupun mengikuti kursus/pelatihan yang ada. Kemauan dan rasa ingin tahu mereka yang tinggi membuatnya mampu secara cepat (walaupun mungkin belum tepat, kata beberapa kritisi) dalam penguasaan informasi dan teknologi geospasial. Kritisi mengungkapkan hal ini kepada thole dan cakep, Ada di beberapa sisi mereka memerlukan pemahaman terkait “intisari” sehingga diharapkan dapat mereduksi kesalahan dalam penyampaian.

Berbicara mengenai ketidaktepatan, hal ini mengingatkan lagi pada thole untuk balik maning nang laptop alias kembali menceritakan Puncak Imaji yang menyebabkan thole menulis di word yang akan di-upload di blog ajiputrap. Hari minggu malam tanggal 31 Januari 2010 sekitar 2,5 jam yang lalu thole barusaja pulang dari mengikuti sebuah presentasi dalam WORKSHOP yang temanya mencoba menyampaikan informasi melalui peta dan poster yang diselenggarakan oleh sebuah MAJALAH GEOSPASIAL INDONESIA terkenal di dunia bahkan di Indonesia juga. Hal yang dapat disimpulkan dan menjadi pertanyaan thole ialah MANA PETANYA? Sangat disayangkan thole dan teman-teman yang berasal dari Fakultas Geografi UGM tidak mendapat kesempatan untuk bertanya. Jauh api dari panggang, jauh dari yang dibayangkan oleh thole sebelum berangkat.

Mengangkat Tema menyajikan informasi secara visual dari sebuah Candi terkait karakteristik fisik dan sosialnya ke dalam sebuah PETA dan POSTER berbekal GPS dan Peta (jika tidak salah tangkap), akantetapi dari para peserta yang mempresentasikan tidak ada PETAnya atau minimal Tracking atau point-point koordinat lat/long lokasi yang terpetakan. Secara sederhana dapat dengan menggunakan freedata yang ada di Google Earth/Google Maps seperti yang sudah dilakukan oleh teman-teman dari Peta Hijau pada lokasi yang sama yakni di Candi tersebut ataupun di lokasi-lokasi lainnya.

Bayangan thole, cakep dkk ketika menghadiri workshop ini ialah melihat PETA-PETA dan POSTER-POSTER hasil karya para peserta Workshop, namun yang dipresentasikan ternyata hanya baru sampai pada tahapan pengumpulan data fisik dan sosial berupa foto-foto, lokasi-lokasi yang mereka kunjungi belum diploting ke dalam sebuah mapping dan belum pula disajikan ke dalam Poster dimana ada Peta sebagai bagian di dalamnya (MAAF hanya sekedar KRITIK dan SARAN yang belum sempat diutarakan supaya kelak menjadi lebih baik dengan adanya sumbangsih dari teman-teman semua demi Dunia Geospasial di Indonesia Lebih Baik). Sangat disayangkan, untuk Majalah sekaliber Internasional tersebut dan sekedar saran jika judulnya agak sedikit diubah karena kontennya kurang sesuai dan output yang dipresentasikan sebagai hasil akhir dari workshopnya belum ada visualisasi ke dalam Peta maupun Poster layaknya hasil-hasil yang telah mereka buat di Majalahnya (atau karena keterbatasan waktu sehingga belum sampai pada finalnya, Maaf atas ketidaktahuan thole dan cakep).


Thole menulis ini hanya untuk menuangkan rasanya kepada diri thole yang tidak berkesempatan untuk bertanya dan hanya menunggu hingga menjadi yang tak terpilih untuk bertanya. Buat teman-teman pembaca dan penggemar Peta atau warga geografi ataupun para penghuni Bumi, sekiranya dalam membuat sebuah Acara dapat tercapai tujuannya dan suasana lebih hidup dengan informasi yang sekiranya tepat dan bukan hasil rabaan semata. Thole ucapkan Selamat kepada Seminar, Workshop atau apapun aktivitas kebumian yang telah terselenggara di Tahun 2010 ini maupun beberapa rencana ke depan dan lagi-lagi sekiranya Jagalah Benang Merahnya dengan tidak lupa pula Menjaga Putihnya Roh Ilmu Pengetahuan, Seni dan Teknologi yang digunakan dalam Geospatial Sharing.

Kritik ini hanya ditujukan kepada THOLE yang menunggu terlalu untuk sekedar mengacungkan jarinya dan mengajukan pertanyaan. Semakin ditunda semakin terlambat pula bahkan tidak ada kesempatan untuk dipilih, oleh karenanya LEBIH BERANI lah untuk bertanya dan jangan cuma mendengarkan ketika ada hal yang kita mengerti toh tidak ada salahnya berbagi bukan berarti menggurui. Hal yang semakin menarik lagi ialah thole hendak bertanya kepada cakep dan kawan-kawan pembaca sekalian, apa definisi Kartografi? Sejauh mana kita disebut sebagai Geograf ataupun Kartograf?

Apakah kita memiliki darah seni seorang pelukis BUMI? Ataukah kita hanya menyajikan bumi ke dalam bidang datar dengan tidak lagi atau kehilangan akan kaidah kartografis ?

Buka hari mu…Bukalah sedikit untuk ku...
Mari kita berbagi…thole menanti sharing dari teman-teman…


Menilik kembali dan membaca Kartografi Dasar (Basic Cartography), thole membaca buku kuliah Kartografi Dasar yang ditulis oleh salah satu dosen Kartografi di Fakultas Geografi UGM yang barusaja diberikan oleh cakep ke thole biar mantap atau membangkitkan memorinya. Disitu tertulis bahwa Cartography is: The art, science, and technology of creating maps dalam bahasa Indonesia-nya Kartografi ialah Ilmu Pengetahuan, Seni dan Teknologi dalam pembuatan peta. Ada tiga hal yang utama dan sekiranya ketiga hal tersebut seimbang atau adil dan merata layaknya Indonesia. Perlu adanya ilmu pengetahuan yang dikuasai mengenai bagaimana membuat Peta, adanya Seni dalam visualisasi, simbolisasi dan desain Peta dan Teknologi yang akan memudahkan atau membantu dalam pembuatan dan penyajiaanya. Seorang kartograf, apabila merunut akar pengertian di atas ialah orang yang menguasai ilmu, seni, dan teknologi pembuatan peta. Akantetapi dapatkah saya disebut sebagai kartograf jika saya hanya menguasai salah satunya? Itu thole dan cakep kembalikan pada pribadi kita masing-masing.

Ternyata tidak hanya berhenti disitu definisi Kartografi, tertulis selanjutnya bahwa Cartography: includes study of the theoretical foundations of mapping (graphic communication, colour theory, map interpretation). Silahkan kita telaah lebih dalam lagi dan berbagi lebih menyenangkan bersama thole. Sudahkah kita memaknai atau mendalami hal tesebut di atas? Kartograf juga desainer layaknya desainer baju, akantetapi baju dalam hal ini ialah baju untuk merepresentasikan permukaan bumi yang diskalakan pada bidang datar (definisi PETA).

Semakin ngalor-ngidul, thole dan cakep berdiskusi semakin keras apalagi malam semakin larut menjelang pagi nan menjulang ceria. Teringat akan obrolan geospasial ala thole and cakep bersama dengan beberapa teman KPJers (demikian mereka menyebutnya) yang berakar dari singkatan KPJ-Kartografi dan Penginderaan Jauh (ditambahi ers (cah-cah…). Thole sempat melontarkan “ojo nganti ilang jawane” kepada mereka pada suatu ketika kala berdiskusi mengenai makna dibalik sebuah nama “Kartografi dan Penginderaan Jauh”. Jika mencari definisi banyak sekali pada ahli yang telah mendefinisikan kedua ilmu pengetahuan tersebut. Ingat atau bacalah postingan thole sebelumnya yang menulis definisi Penginderaan Jauh (http://ajiputrap.blogspot.com/2010/01/geospatial-learning-at-2010.html)
Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990).
Lillesand, T.M. & Kiefer, R.W,1990, Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra (Terjemahan Dulbahri, dkk), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Dapat dilihat bahwa Kartografi dan Penginderaan Jauh ialah ilmu berseni, sehingga dibutuhkan jiwa seni dalam visualisasi datanya, dalam hal ini KRITIK terhadap thole dan cakep ialah ketidakpunyaan SENI dalam thole sendiri (tidak berbakat , tapi sok kumat :) hehe) - apabila menulis termasuk SENI maka tulisan ini ialah SENI ketidakteraturan dalam menulis. Imajinasi dalam kata dan rangkaiannya menjadi kalimat dan tersusun dalam beberapa paragraf tanpa batas.

Intisari dari tulisan di atas ialah perlu adanya pemaknaan yang mendalam bahwa sesungguhnya ketika kita bisa berbagi dengan apapun itu title yang kita miliki, ilmu yang kita pelajari, pengalaman yang kita arungi itulah gunanya kita belajar dan yakinlah ilmu pengetahuan takkan pernah padam. Oleh karenanya thole dan cakep mengangkat tema Geospasial Sharing, dimana isinya hanyalah tulisan semata dengan maksud KRITIK terhadap diri thole dan cakep yang mengaku sebagai Putra Bumi. Sesosok putra yang tinggal di Planet Bumi dan mencoba bercerita melalui bahasa Geospatial Sharing ala thole and cakep yang bahasanya dan susunannya naik turun. Pinta thole pada cakep ialah ketika sebuah karya geospasial dihasilkan untuk publik tetap diperlukan pengendali api,air,tanah,udara, kayu - maksudnya perlu referensi yang jelas dan penguasaan dalam berbagi. Jangan seperti thole dan cakep yang menulis tanpa bisa menguasai alur dari tulisannya, sehingga mengalami gerusan pada kanan kiri sungai cerita dan terjadi pengendapan pada bibir pantai cerita.

Kembali lagi thole teringat akan hal geospasial planning yakni “Pemaksaan Skala” dimana menurut Peraturan harus disajikan sebuah rencana geospasial planning level kabupaten dalam skala 50ribu untuk beberapa tema peta. Akantetapi di lembaga atau badan perpetaan belum tersedia Peta Dasar untuk wilayah tersebut pada skala 50ribu, baru ada peta pada skala 250ribu alias sak Provinsi. Layakkah kita melakukan Pemaksaan Skala dari Peta Dasar yang tersebut? Nek menurut thole yang awam ini, seyogyanya batas Administrasi pada skala 50ribu tentunya lebih detil daripada batas administrasi pada skala 250ribu. Dari sisi isi atau tema kita dapat melakukan pendetilan tentunya dengan adanya perkembangan ITG yakni Teknologi Penginderaan Jauh dengan citra satelitnya yang tentunya pula disesuaikan antara resolusi spasial citra dengan skala Peta. Mengingatkan thole kala melihat tulisan teman yang bersumber dari bukunya McCloy, 1995 mengenai kaitan skala dan resolusi citra pada sebagai berikut:

Tabel Hubungan Skala Peta dengan Resolusi Spasial

Skala

Resolusi (ukuran piksel)

Ukuran Peta

Rerata sel grid

1 : 1000000

1 Km x 1 Km

6’Long x 4’Lat

260000

1 : 250000

100 m x 100 m

1.5’Long x 1’Lat

1,6 x 104

1 : 100000

50 m x 50 m

30’Long x 30’Lat

1,1 x 104

1 : 100000

25 m x 25 m

30’Long x 30’Lat

4,3 x 104

1 : 50000

25 m x 25 m

15’Long x 15’Lat

1,1 x 104

1 : 25000

10 m x 10 m

7.5’Long x 7.5’Lat

1,7 x 104

Sumber: McCloy (1995)

McCloy, Keith R., 1995, Resource Management Information Systems : Process and Practice, Taylor & Francis, Inc., London.


Demikian celoteh thole dan cakep pada hari ini jam ini dan berhubung sudah larut malamnya dalam pagi maka diakhiri dalam kisahnya yang belum tau kapan hendak berlanjut lagi. Bagi teman-teman yang senang berbagi dan mengKRITIK silahkan bergabung bersama Geospatial Imagination with thole and cakep di http://ajiputrap.blogspot.com.

Berbagi pun kini dapat melalui buku elektronik di dunia maya, seperti beberapa sharing berikut dari tempat thole berbagi.

Berikut sedikit ebooks yang bisa di bebaca, kini tlah banyak teman-teman pemerhati geospasial saling sharing dan berbagi berbagai informasi dan perkembangan yang ada, silahkan searching dan keep learning...Semoga bisa bermanfaat...Salam Geospasial Indonesia...MERDEKA!!!

GIS E-book Series merupakan kumpulan tulisan e-book yang di-share di dalam milist atau komunitas GIS.

Berikut kumpulan Geovisi GIS E-book Series :
GPS:
1. Geovisi GIS Textbooks Series GPS
2. BEKERJA DENGAN GPS-Komunitas GIS
3. TRACK DAN MARK LOKASI DENGAN GPS
Perpetaan :
4. Membaca Koordinat Peta
GIS dan WEBGIS :
5. Pengantar mapping dengan arcview
6. GIS Programming Using MapInfo
7. MODUL MAPINFO
8. PCD ARCGIS GEOVISI dan PCD ARCGIS GEOVISI-2
9. ALOVMAP
10. Disain Geodatabase

Komunitas GIS ialah Komunitas atau Group ini diperuntukkan bagi rekan-rekan yang akan, sedang, atau pernah belajar bersama mengenai Sistem Informasi Geografis bersama dengan Geovisi Mitratama.

Silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group Geovisi untuk berbagi bersama dan saling berdiskusi mengenai persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apabila menghendaki mengikuti Geospatial Learning at 2010 bersama kami silahkan hubungi:

Informasi lebih lengkap mengenai Pelatihan GPS, SIG, Penginderaan Jauh, Geospatial Learning dapat menghubungi :
P.T. Geovisi Mitratama
Alamat :
Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564.
Telpon/Fax : (0274)798306
Email : info[at]geovisi.com
http://groups.google.com/group/komunitas-gis


"Saat ini tidak memiliki cabang dimanapun dan hanya berkantor pusat
di
Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564"

Salam Hormat,

Aji Putra Perdana
Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospasial, tapi renungan berfikir dan ajakan
geospatial sharing dan training ala thole cakep tanpa maksud apapun di dalamnya, semata-mata berbagi kata-kata dan ditujukan untuk keberlangsungan perkembangan dunia geospasial di Indonesia tercinta*


-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.


Jumat, 08 Januari 2010

Geospatial Learning at 2010...

Geospatial Learning at 2010...

Mengawali tahun 2010 dengan pembelajaran geospasial sebuah fenomena pembelajaran yang kian marak diikuti oleh berbagai kalangan dari berbagai disiplin ilmu dan instansi/lembaga/perusahaan. Pembelajaran mengenal ilmu kebumian dengan lebih mendalam memanfaatkan informasi dan teknologi geospasial yang berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologinya untuk berbagai aplikasi atau terapan. Berkembang dengan nama Geographic Information Science...
According to Goodchild in Spatial Information Science and Geographical Information Science, also from Wilson and Fotheringham in The Handbook of Geographic Information Science. Geographic information science (GISc or GISci) is the academic theory behind the development, use, and application of geographic information systems (GIS). It is concerned with people, hardware, software, and geospatial data. GISc addresses fundamental issues raised by the use of GIS and related information technologies (Goodchild 1990, 1992; Wilson and Fotheringham 2007).
Geographic Information Science...
Figure 1. Aji Putra Perdana @ geospatial learning office

Informasi dan teknologi geospasial yang mencakup perkembangan teknologi Global Positioning System (GPS), teknologi Penginderaan Jauh (Remote Sensing) dengan Pengolahan Citra Digital nya (Image Processing), dan teknologi (software-software geospasial) Sistem Informasi Geografis sungguh sangat luar biasa (extraordinary), sehingga semakin memudahkan kita dalam pengumpulan data (collecting data), penyimpanan data (data storage), data analysis hingga representasi data dalam tampilan 2Dimensi hingga 3 Dimensi atau bahkan multidimensi.

Adanya dunia maya internet ini dan fasilitas searchingnya yang juga luar biasa membantu kita dalam belajar dan berbagi informasi, ilmu pengetahuan dan perkembangan teknologi. Let's start from the smallest thing...mencari apa itu GPS di google maka kita akan menemukan Wikipidea bahasa Indonesia (dengan referensinya dari 2 sumber) pada halaman pertama dan teratas (saat thole and cakep melakukan googling hari ini). Berikut definisi dari GPS dan sedikit history nya yang dirangkumkan oleh Wikipidea bahasa Indonesia:

Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS anatara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.

Sistem ini dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, dengan nama lengkapnya adalah NAVSTAR GPS (kesalahan umum adalah bahwa NAVSTAR adalah sebuah singkatan, ini adalah salah, NAVSTAR adalah nama yang diberikan oleh John Walsh, seorang penentu kebijakan penting dalam program GPS).[1] Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun,[2] termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.


Untuk belajar mengenai GPS dan berbagai aplikasinya sebuah situs Indonesia bernama Navigasi dot net GPS dan Informasi Wisata Indonesia memberikan kemudahan beserta informasi wisata di Indonesia. Dalam menu utama dari website tersebut dituliskan oleh sang administrastor bahwa situs Navigasi dot net ini dibangun dengan tujuan memberi kemudahan untuk melakukan perjalanan di wilayah Indonesia dengan menggunakan perangkat GPS. Dengan bantuan perangkat GPS disamping akan mempermudah untuk menentukan arah juga akan mecegah atau memperkecil resiko tersesat maupun kehilangan arah saat dalam perjalanan.
Keterbatasan dan/atau ketidak-tersediaan peta GPS wilayah Indonesia bukanlah suatu penghalang dalam menggunakan perangkat GPS. Dengan kerjasama dan saling tukar-menukar informasi akan letak (kordinat) suatu lokasi, diharapkan akan membantu pengguna situs ini untuk mencapainya.

Kemanapun Anda melangkah GPS will help you to find it...

Let's continue...

Teknologi selanjutnya ialah Penginderaan Jauh,,,hal yang menarik thole dan cakep ialah di Wikipidea bahasa Indonesia belum ada definisi mengenai Penginderaan Jauh. Oleh karenanya thole mengambil dari apa yang pernah ditulis oleh cakep dalam salah satu blognya http://gisresetutor.blogspot.com/2009/02/penginderaan-jauh-remote-sensing.html

Penginderaan Jauh atau Remote Sensing....

Berikut definisi atau pengertian Penginderaan Jauh menurut Lillesand dan Kiefer.

Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kontak langsung dengan objek, daerah atau fenomena yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1990).
Lillesand, T.M. & Kiefer, R.W,1990, Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra (Terjemahan Dulbahri, dkk), Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Citra penginderaan jauh dapat menggambarkan obyek suatu daerah dan gejala di permukaan bumi dengan: (a) ujud dan letak obyek yang mirip dengan ujud dan letaknya di permukaan bumi, (b) relatif lengkap, (c) meliputi daerah yang luas, dan (d) permanen (Sutanto, 1992).
Sutanto. (1992). Penginderaan Jauh Jilid 1. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Banyak berbagi definisi lainnya yang bisa kita dapatkan baik dari literatur atau referensi di dunia maya maupun dari buku-buku sesungguhnya di dunia nyata.

Untuk lebih lanjutnya mungkin kita kaji di lain waktu, mari lanjutkan dengan topik teknologi Sistem Informasi Geografis. Menggunakan metode searching yang sama yakni googling dan mengetikkan kata Sistem Informasi Geografis maka muncullah di halaman pertama definisi dari Sistem Informasi Geografis yang tertuliskan dalam wikipedia bahasa Indonesia :

Sistem Informasi Geografis (bahasa Inggris: Geographic Information System disingkat GIS) adalah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database. Para praktisi juga memasukkan orang yang membangun dan mengoperasikannya dan data sebagai bagian dari sistem ini.

Teknologi Sistem Informasi Geografis dapat digunakan untuk investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi dan perencanaan rute. Misalnya, SIG bisa membantu perencana untuk secara cepat menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam, atau SIG dapat digunaan untuk mencari lahan basah (wetlands) yang membutuhkan perlindungan dari polusi.

Dalam blog tutorial gis and remote sensing : http://gisresetutor.blogspot.com/2009/02/sig-gis-definisi.html juga terdapat tulisan beberapa definisi SIG dari referensinya sebagai berikut:
What is GIS??
Geographic Information System ...
Apa itu SIG??
Sistem Informasi Geografis..

Berikut beberapa definisi SIG :

SIG adalah seperangkat alat-alat untuk mengumpulkan, menyimpan, memanggil kembali, merubah dan menampilkan data spasial dari real world untuk suatu tujuan tertentu. Data geografis (keruangan) menampilan dunia nyata (real world) yang mencakup : a) posisi berdasarkan sistem koordinat, b) atributnya atau kelengkapannya yang tidak berhubungan secara langsung dengan posisi (seperti warna, harga, lokasi penyebaran penyakit), c) hubungan spasialnya antara satu dengan yang lainnya yang menjelaskan bagaimana mereka saling berhubungan (biasa disebut dengan topologi dan penjelasan perangkat ruang dan spasial seperti keterkaitan yang tidak berpengaruh oleh distorsi / kesalahan yang berkelanjutan) (Burrough, et. al., 1986).
Burrough, Peter A & McDonnel, Rachel A., 1986, Principles of Geographical Information System, University Press, Oxford, New York.

SIG merupakan sistem informasi kebumian berbasis sistem komputer. Dalam berbagai perencanaan SIG merupakan suatu model alternatif dari kegiatan dan proses dalam lingkungan dimana dapat dilakukan aktivitas pengukuran (measurement), pemetaan (mapping), monitoring (monitoring) dan pemodelan (modeling) (Star dan Etes, 1990)
Star J. dan J. Etes, 1990, Geography Information System : An Introduction, Prentice-Hall, Inc.,Engglewood Cliffs, New Jersey.

Komponen dalam SIG adalah data masukan (input data raster and vector), manajemen data, manipulasi dan analisis data, serta keluaran (output data). Data masukan didapat dengan cara mengkonversi atau merubah bentuk data mentah (foto udara, citra satelit, peta-peta) menjadi bentuk data yang sesuai untuk digunakan pada lingkungan SIG. Manajemen data mencakup penyimpanan data dan pertukaran data pada lingkungan SIG. Manipulasi dan analisis merupakan komponen SIG yang berfungsi untuk membuat atau memproses data menjadi informasi yang bermanfaat. Untuk visualisasi atau tampilan hasil akhir SIG dilakukan pada tahapan keluaran data (output) (Aronoff, 1989).
Aronoff, Stan, 1989, Geographic Information System : A Management Perpective, WDL Publications, Ottawa, Canada.
Kurang lebih itulah sekelumit ringkas mengenai ketiga teknologi yang dipelajari dalam pembelajaran Geospasial Learning at 2010, meliputi juga Pelatihan GPS, Pelatihan SIG Tingkat Dasar, Lanjut/Analis, Manajerial dan Pelatihan Aplikasi Penginderaan Jauh dan SIG, Pengolahan Citra Digital dan lain sebagainya.

Jadi teringat lagi, ketika belajar sewaktu TK hingga kini Mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi kita selalu dituntut untuk membaca buku dan buku...Perkembangan teknologi informasi memudahkan kita dalam memperoleh buku yang tidak lagi lembaran nyata namun dapat berupa e-books...Dalam rangka geospasial learning at 2010 tidak henti-hentinya thole and cakep berbagi gos ebooks sekedar buat belajar bersama-sama mengenai penggunaan Global Positioning System (GPS), pengolahan citra penginderaan jauh digital dan pemetaan menggunakan software Sistem Informasi Geografis, manajemen basisdata spasial dengan teknologi dan fasilitas yang disediakan oleh software-software geospasial untuk data bereferensi kebumian. Apa itu bereferensi kebumian sila bebaca di http://ajiputrap.blogspot.com/2009/12/berkoordinat-bumi-alias-georeference.html.

Berikut sedikit ebooks yang bisa di bebaca, kini tlah banyak teman-teman pemerhati geospasial saling sharing dan berbagi berbagai informasi dan perkembangan yang ada, silahkan searching dan keep learning...Semoga bisa bermanfaat...Salam Geospasial Indonesia...MERDEKA!!!

GIS E-book Series merupakan kumpulan tulisan e-book yang di-share di dalam milist atau komunitas GIS.

Berikut kumpulan Geovisi GIS E-book Series :
GPS:
1. Geovisi GIS Textbooks Series GPS
2. BEKERJA DENGAN GPS-Komunitas GIS
3. TRACK DAN MARK LOKASI DENGAN GPS
Perpetaan :
4. Membaca Koordinat Peta
GIS dan WEBGIS :
5. Pengantar mapping dengan arcview
6. GIS Programming Using MapInfo
7. MODUL MAPINFO
8. PCD ARCGIS GEOVISI dan PCD ARCGIS GEOVISI-2
9. ALOVMAP
10. Disain Geodatabase

Komunitas GIS ialah Komunitas atau Group ini diperuntukkan bagi rekan-rekan yang akan, sedang, atau pernah belajar bersama mengenai Sistem Informasi Geografis bersama dengan Geovisi Mitratama.

Silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group Geovisi untuk berbagi bersama dan saling berdiskusi mengenai persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Apabila menghendaki mengikuti Geospatial Learning at 2010 bersama kami silahkan hubungi:

Informasi lebih lengkap mengenai Pelatihan GPS, SIG, Penginderaan Jauh, Geospatial Learning dapat menghubungi :
P.T. Geovisi Mitratama
Alamat :
Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564.
Telpon/Fax : (0274)798306
Email : info[at]geovisi.com
http://groups.google.com/group/komunitas-gis


"Saat ini tidak memiliki cabang dimanapun dan hanya berkantor pusat di Jl. Sidoarum no 20 Bantulan RT 06/RW 04 Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta 55564"

Salam Hormat,

Aji Putra Perdana
Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial training ala thole cakep*

-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister


Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.


Jumat, 01 Januari 2010

ArcGIS Diagrammer-GIS E-book...

Sekedar re-posting dan update status GIS E-book...yakni ArcGIS Diagrammer...

Teringat postingan thole and cakep beberapa waktu yang lalu di tahun 2008 mengenai ArcGIS Diagrammer...Kala itu thole menggunakan ArcGIS Diagrammer untuk mengemas geodatabase dari nyamuk-nyamuk di Kota Yogyakarta saat hendak dipresentasikan di Hyderabad City..

http://ajiputrap.blogspot.com/2008/10/arcgis-diagrammer.html


Documenting your geodatabase design is important. At the ArcGIS data models Web site (http://support.esri.com/datamodels), a series of diagrams is used to represent the key design concepts and to document the specifications of geodatabase elements, metadata, and map layers in each of the data model templates.

There are five key elements to represent the contents of your geodatabase design. These include:
1.Datasets—These are specifications for how to record the properties of feature classes, rasters, and attribute tables as well as the set of columns in each table. For spatial representations you'll see some geometric properties (such as point, line, and polygon and types of coordinates). Often, you'll see a specification for subtypes.

2.Relationship classes—Attribute relationships are widely used in GIS, just as they are in all DBMS applications. They define how rows in one table can be associated with rows in another table. Relationships have a direction of cardinality and other properties (for example, is this a one-to-one, one-to-many, or many-to-many relationship?).

3.Domains—These represent the list or range of valid values for attribute columns. These rules control how the software maintains data integrity in certain attribute columns.

4.Spatial Rules—A number of advanced data modeling capabilities are available for geodatabases. For example, data elements, such as topologies and their properties, are used to model how features share geometry with other features. Topologies, along with network datasets, address locators, terrains, cartographic representations, geometric networks, and many other advanced geodatabase types, provide a very critical and widely used GIS mechanism to enable spatial behaviors and to enforce integrity in GIS databases.

5.Map Layers—GIS includes interactive maps and other views. A critical part of each dataset is the specification for how it is symbolized and rendered in maps. These are typically defined as layer properties in ArcMap, which specify how features are assigned map symbology (colors, fill patterns, line and point symbols) and text labels. Layers are not managed in geodatabases but are an important aspect in helping to define some key dataset properties in a geodatabase schema. Layer specifications are shown in yellow. Layers can be stored as .lyr files or as elements in an ArcMap document (.mxd).


ArcGIS Diagrammer is a productivity tool for GIS professionals to create, edit or analyze geodatabase schema. Schema is presented as editable graphics in an environment familiar to users of Microsoft Visual Studio 2005. Essentially ArcGIS Diagrammer is a visual editor for ESRI’s Xml Workspace Document which are created by ArcCatalog, the management application in the ArcGIS Desktop product suite.

You can download a tool, Geodatabase Diagrammer, that will generate a series of Visio graphics of your datasets and elements in your geodatabase. Search for "Geodatabase Diagrammer" at http://arcscripts.esri.com.

source information : ArcGIS Dekstop Help
http://arcscripts.esri.com/details.asp?dbid=15166

Kini sebuah tulisan mengenai ArcGIS Diagrammer berbahasa Indonesia yang dikemas oleh tim PT. Geovisi Mitratama guna berbagi dalam geospatial learning...
New Upload GIS E-book di milist komunitas-gis...

GIS E-book with the title is "Disain Geodatabase
dengan ArcGIS Diagrammer". Please feel free to get and distribute it..
Its filename is "Disain Geodatabase.pdf"

Below short information what its content is :
BAGIAN PERTAMA : PENGANTAR
MEMULAI ARCGIS DIAGRAMMER
BAGIAN DUA : MENYUSUN MODEL DIAGRAM
MEMBUAT DOMAIN
MEMBUAT FEATURE DATASET
MEMBUAT FEATURE CLASS
MEMBUAT TABLE
MEMBUAT RELATIONSHIPS
MEMBUAT TOPOLOGY
BAGIAN TIGA : IMPLEMENTASI DIAGRAM
CHECKING ERROR
MENGEKSPOR KE XML DAN GENERATE DI LINGKUNGAN ARCGIS
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

What is "GIS E-book Series" and "Komunitas GIS" ???

GIS E-book Series merupakan kumpulan tulisan e-book yang di-share di dalam milist atau komunitas GIS.

Berikut kumpulan Geovisi GIS E-book Series :
GPS:
1. Geovisi GIS Textbooks Series GPS
2. BEKERJA DENGAN GPS-Komunitas GIS
3. TRACK DAN MARK LOKASI DENGAN GPS
Perpetaan :
4. Membaca Koordinat Peta
GIS dan WEBGIS :
5. Pengantar mapping dengan arcview
6. GIS Programming Using MapInfo
7. MODUL MAPINFO
8. PCD ARCGIS GEOVISI dan PCD ARCGIS GEOVISI-2
9. ALOVMAP
10. Disain Geodatabase

Komunitas GIS ialah Komunitas atau Group ini diperuntukkan bagi rekan-rekan yang akan, sedang, atau pernah belajar bersama mengenai Sistem Informasi Geografis bersama dengan Geovisi Mitratama.

Silahkan bergabung ke dalam mailinglist/google group Geovisi untuk berbagi bersama dan saling berdiskusi mengenai persepsi dan konsep SIG (sistem informasi geografis) di
http://groups.google.com/group/komunitas-gis
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Salam Hormat,

Aji Putra Perdana
Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial thinking ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.



Belajar Bukan Emosi...Belajar Tidak Emosi...

Belajar Bukan Emosi...Belajar Tidak Emosi...

Tulisan ini sengaja thole ungkapkan karena barusaja membuka blog dan menerima sebuah komentar dari seorang Anonim. Alangkah lebih baik jika sang anonim meninggal pesan dengan lebih baik sehingga komunikasi dapat dijalin dengan lebih lancar. Bukan sekedar menyalahkan maintenance tapi tidak berani mengungkap siapa jati diri sang anonim sendiri. Di dalam belajar dan berbagi berbagai pengetahuan sekirannya bukanlah emosi semata yang ditonjolkan. Terima kasih sudah mengingatkan akan perlunya menjaga link/url tutorial yang ada. Apabila ada yang menghendaki untuk memperoleh beberapa tutor yang susah diakses dapat sent me an email, its better than you just posting as anonim and said in unregistered words...

Belajar bukan emosi inilah sebuah postingan blog yang sekedar mengingatkan untuk penulis pribadi dan rekan-rekan sekalian. Jangan tonjolkan emosi, dalam hal ini amarah semata ataupun tulisan yang kurang pas sedianya apabila kita termasuk orang yang notabene belajar untuk menulis dan membaca. Belajar untuk tidak emosi, itulah juga yang sedang dipelajari oleh thole dan cakep dalam kehidupannya sehari-hari guna memperoleh pemaknaan akan hidup yang hakiki.

Life is too short for being angry only...terjemahan ala thole and cakep mengartikan bahwa hidup itu terlalu singkat kalau kita hanya meliputinya dengan amarah semata.

Mungkin kuterpancing juga nie sampai menulis di blog..hehe., jadi teringat betapa mudahnya ku terpancing dan masuk dalam dunia emosional.

Akantetapi inilah reflektansi di hari pertama tahun 2010, penggunaan bahasa atau kosakata yang baik akan lebih memudahkan kita dalam berkomunikasi dan bekerjsama dalam kehidupan yang sangat singkat ini. We can ask in better word with better question rather than blame someone or something.

Betul juga kata yang dirangkai bahwa "Kuncinya ialah Pengendalian Diri". That's what i need...how thole and cakep can control their emotions, not only with emoticon but truly from deep inside their hearts.

Saking emosinya, kujuga masih menanti satu pemberesan administrasi geospatial learning yang belum juga beres hanya karena adanya seseorang yang mengaku Mr.X tlah menerima sebuah letter akan tetapi tidak disampaikan ke pihak yang bersangkutan sehingga administrasi pun belum kunjung diproses. Padahal geospatial learning sudah berlangsung di bulan kedua akhir di tahun 2009 dan kini tlah menginjak tahun 2010, tapi belum juga terproses dan tidak ada komunikasi yang jelas dari yang bersangkutan. Tampaknya lagi dan lagi kuncinya ialah komunikasi, mestinya emailnya dibaca dan sekiranya dibalas sehingga ada kejelasan sudah sampai mana dan apa yang sebenarnya terjadi. So thole and cakep cannot enjoy holiday, still wait and see..hopefully will be clear in this new year.

Tidak hanya geospatial learning, geospatial planning juga mengalami kendala di hal komunikasi. Padahal sudah dengan jelas thole mengutarakan bahwa he needs information which maps file you use for this projects? tapi informasi yang sampai berbeda sehingga pencatatan atau recording atas informasi yang diterima untuk kemudian disampaikan kepada yang lain sangat diperlukan. Perlu adanya pendokumentasian yang baik, walaupun thole and cakep sendiri masih belum bisa melakukan hal tersebut...hehe. Inginnya ideal tapi susah sekali mewujudkannya, setidaknya kita berusaha untuk itu. That's what we should do!!!

Fenomena "belajar bukan emosi...belajar tidak emosi" juga terjadi dan sedang marak-maraknya di Bangsa Indonesia tercinta ini di akhir penghujung tahun 2009. Menimpa berbagai kalangan dari rakyat biasa, artis, hingga politisi bahkan para penulis seperti thole and cakep ini juga ikutan terbawa arus emosional tinggi.

Konteks emosi yang tertulis di atas dari awal sampai ini ialah sisi negatifnya yakni emosi dalam awujud marah. Akantetapi emosi itu mempunyai banyak dimensi yakni dari suka, duka, sedih, senang, empati, simpati, m3, xl...uuppss..I'm sorry wis mulai ngelantur. Yang jelasnya ialah belajar bukan emosi akan tetapi belajar ialah saling memahami dan mengerti dalam berbagi...Belajar tidak emosi akan sangat mendukung dalam kehidupan kita sehari-hari. Maafkan thole and cakep apabila ada emosi yang berlebihan dari thole and cakep selama kita bersinggungan secara ruang dan waktu dalam kehidupan yang singkat ini.

Keep learning...Sinau terus...Sinau ora mung ning kampus...Sinau ora mung moco buku...Sinau dari ayat-ayat kehidupan...

Sebuah reflektansi, emisi dan radiasi di awal tahun 2010...
Hope the best for Indonesia tercinta...

Aku Bangga Berbangsa Indonesia...mengingatkanku akan sebuah rangkaian kata "Pertahankan Budaya Nusantara"...

Jangan sampai budaya kita dicuri bangsa lain...Mari generasi muda pertahankan budaya, jaga pulau-pulau terluar bangsa Indonesia...Jaga Jati diri Bangsa...MERDEKA !!!

Salam hormat,
Aji Putra Perdana
Belajar Bukan Emosi...Belajar Tidak Emosi...

Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial thinking ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.


Selasa, 29 Desember 2009

Lagu untuk Ayah...

Gambar. Ayah dan Anak (foto diambil oleh Aji PP)

Ku menatap monitor...

Banyak kisah yang telah terekam dalam gambar diam yang ingin dituangkan, namun kesempatan untuk mendownload gambar tersebut dari hape ke kompi/lappi belum juga diberikan oleh thole and cakep. Mulai dari sebuah foto yang menggambarkan perjuangan pengamen jalanan Ayah dan anak, yang sedari si anak ini masih kecil sudah thole amati dan hingga kini sang anak mempunyai tinggi badan yang melebihi bapaknya. Tak kenal lelah pula sang anak masih dengan setianya menemani sang bapak, bahkan dia kini dapat pula bernyanyi tidak hanya sekedar menemaninya.

Kesedihan semakin meresap kala itu di sore hari, thole sedang menikmati mie ayam di tengah sendiriannya dalam keramaian jalan kaliurang. Datanglah Ayah dan Anak tersebut menyanyikan lagu Ayah...sebuah pemaknaan yang sangat dalam karena hari itu ialah sehari setelah hari Ibu diperingati. Thole pun merekam suara Ayah dan Anak tersebut dengan menggunakan hapenya...Menyayat dalam imaji thole, apakah sedari kecil sang Anak tlah ditinggal Ibu yang melahirkannya?Banyak tanya dan tanya, sejauh manakah jalan yang tlah Ayah dan Anak ini lalui? Sungguh perjalanan geospasial bahkan geospiritual yang luar biasa guna menjalani kehidupan fana di dunia yang bernama planet Bumi ini.

Seketika menulis di blog ini, terdengar pula lantunan i will survive yang diputar oleh winamp di komputer yang njaga warnet. Seakan mampu memberi semangat dan SEMANGAT tuk HIDUP...seperti yang dirasakan oleh Ayah dan Anak, seandainya thole and cakep dapat merasakannya.

Sembari thole mencoba mengkoneksikan hapenya ke komputer guna mendownload foto Ayah dan Anak tersebut...tetap saja thole tak berhenti menulis walau hanya patahan kata yang keluar dari dalam hati dan dituangkan oleh huruf A hingga Z.

Thole sedih ketika menatap lagi gambar ini...Mungkin teman-teman yang di Jogja pernah melihat Ayah dan Anak ini..sungguh perjalanan hidup...
Gambar. Ayah dan Anak (foto diambil oleh Aji PP)

Life is too short...Learn to more Ikhlas in my life...


* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial thinking ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Minggu, 20 Desember 2009

Obrolan Geospasial di Goeboek...

Obrolan Geospasial di Goeboek...

Obrolan ngalor-ngidul berbicara dari A hingga Z menghitung dari Nol hingga Tak Terhingga...Bersama teman-teman seiya sekata sekedar berbagi cerita yang mungkin bermakna...

Sembari searching mengenai ide-ide dan literatur mengenai "coastal disharge". Mencoba memahami dua kata tersebut, mencari apa masalah yang ada dan berfikir sederhana spatially and temporal ways...

Terduduk di sebuah pojokan menatap sebuah ruang bertuliskan ATM...

Social Networking...

Fig 1. Social Networking


Social Networking...

Berbicara mengenai "Social Networking..." saat ini sangatlah menarik, terlebih dengan munculnya kasus "emosi" yang tertulis di salah satu media social networking dimana hal itu sudah menjadi domain publik. Entah apa yang memicu sebuah rangkaian kata tertulis di dalam status seseorang, sudah barangtentu hal tersebut ada pemicunya. Tidak mungkin sebuah kebakaran terjadi jika tidak ada api yang menyulut di dalamnya.

"Emosi" yang tertuangkan dalam rangkaian kata, pernah pula dialami thole and cakep selaku individu yang memiliki emosional cukup tinggi terlebih apabila hal yang menyulut api emosi tersebut adalah sebuah kisah yang tidak sebenarnya, hhmm...mungkin bisa disebut fitnah, ah janganlah..fitnah lebih kejam daripada membunuh, setidaknya itulah ungkapan yang berkembang di dunia. Menyesali apa yang sudah terlanjur dituliskan, mungkin iyalah...penyesalan yang muncul karena thole and cakep menyadari betapa bodohnya mereka terjebak dalam sebuah drama sandiwara orang lain. Mungkin sang aktor yang sedang memainkan sandiwara kehidupannya itu mau tidak mau menyatut nama thole and cakep bahkan teman ataupun yang didekatnya sekedar untuk menyelamatkan posisi ataukah nama sang aktor tersebut di depan para kru dan pemain lainnya. Hal yang tersirat pasti ialah sebaik apapun kita bersandiwara akan sangatlah susah dan menjadi kaku apabila aktor utama saling dipertemukan dan sudah barangtentu kebenaran akan terungkap dengan sendirinya.

Kembali ke kisah menuliskan kata emosional dalam sebuah situs social networking itulah kenyataan yang sedang menjangkiti seluruh masyarakat dunia yang melek akan teknologi internet. Demikian halnya yang dialami thole dan cakep...uppss..seketika menulis blog, ada suara tung..tung..ternyata seorang teman dari negeri seberang menyapa via chat gmail. Hhmm..and he say to me :
i have a question for you whenever you have a moment or if you're not working today, let me know and i'll send you an email.

OK. kembali lagi nang ngarep laptop...

Social networking yang pertama kali diikuti oleh thole and cakep ialah FS, kemudian ada beberapa lainnya hingga thole and cakep juga bergabung dengan FB. Hal yang mengejutkan ketika membuka lagi FS milik thole and cakep tampaknya FS tampil dengan lebih lembut dari yang sebelumnya.

Menulis mengenai social networking jadi teringat ketika thole and cakep mengikuti English Day di sebuah Kantor yang bergerak di bidang social responsibility dalam hal kesehatan di salah satu Kota di Negeri Indonesia tercinta ini. Ketika itu seorang kawan yang kini sedang berada di Padang terpilih menjadi leader dalam English Day dan dia memberikan tugas kepada seluruh rekan kerja lainnya untuk mempresentasikan beberapa tema...maaf thole dah agak lupa. Yang masih ada dalam ingatan thole ialah saat itu thole mempresentasikan mengenai tiga hal utama yang menjadi aktivitasnya sehari-hari. Komunikasi melalui handphone, chatting, email, kemudian melalui Blog nya thole and cakep juga berbagi mengenai berbagai hal dari yang sederhana hingga yang tidak rumit dan biasa saja, yang tak kalah lagi ialah Social Networking. Thole and cakep berbagi kepada rekan-rekannya beberapa social networking yang diikuti oleh thole and cakep, mulai dari sejak kapan dan mana saja yang masih aktif digunakan oleh thole and cakep. Penekanan utama yang ingin disampaikan oleh thole and cakep ialah bahwasanya komunikasi itu sangatlah penting, berbagi ide, tulisan, pengetahuan, pengalaman itu tidak ada ruginya yang ada hanya keuntungan lahir batin, kemudian silaturhami di dunia maya seperti social networking dapat membawa dampak yang positif semua tergantung kepada kita sebagai pengguna. Kata seorang bijak, bahwa Kuncinya ialah Pengendalian Diri.

Menulis di sela-sela kesoksibukannya dalam mencari literatur dan belajar dari dunia maya ialah suatu ketenangan batin yang tiada kiranya meskipun selalu dan tak henti-hentinya yang tertulis ialah sesuatu yang tanpa arah dan kurang begitu memperhatikan tata tulis. Tampaknya thole and cakep sangatlah perlu memperdalam metode penulisan yang baik dan benar.

Social networking ??? Sedari tadi kita berbicara social networking, apa sich itu sebenarnya? Langsung saja thole menuliskan "social networking" di google search dan ditemukanlah definisi dari wikipedia.

A social network is a social structure made of individuals (or organizations) called "nodes," which are tied (connected) by one or more specific types of interdependency, such as friendship, kinship, financial exchange, dislike, sexual relationships, or relationships of beliefs, knowledge or prestige.

Berfikir spasial lagi, kira-kira sudah ada ataukah situs penyedia jejaring sosial ini telah melakukan pemetaan para pengguna yang terhubung melalui dunia maya. Mapping for Social Networking ??? Adanya node-node yang terhubung dalam geospasial dunia maya sekiranya hal tersebut dapat dilakukan. Pemetaan Jejaring Sosial yang sudah barangtentu berreferensi kebumian akanlah sangat membantu ita dalam menganalisa sejauh mana para penghuni planet bumi ini berinteraksi satu dengan lainnya, dari satu kota dengan kota lainnya, dari satu provinsi dengan provinsi lainnya, dari satu negara dengan negara lainnya, dari satu benua dengan benua lainnya, semua terhubung melalui sebuah koneksi maya yang mampu menyeberangi samudra nan luas.

Sedang dicari dan sangat diinginkan oleh thole and cakep yakni sesosok bernama "IDE" yang sekiranya dapat membantu thole and cakep dalam memecahkan belajarnya...

Help us to think spatial again...

Geographic Information Science...
Figure 2. Aji Putra Perdana @ geospatial learning office

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial training ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Sabtu, 19 Desember 2009

Potret Kereta Api - Help Us in Spatial Journey...

Potret Kereta Api - Help Us in Spatial Journey...

- Kereta Api penghubung spasial dan temporal-

Seberapa besar manfaat kereta api bagi dunia spasial ???

Silahkan berbagi disini..berhubung thole and cakep ga punya ide menulis sehingga hanya upload foto kereta api yang dipotretnya di Stasiun Tugu sewaktu thole menuju parkiran motor,,,

Berikut link Jadual Kereta Api...http://infoka.kereta-api.com/jadwal_dan_tarif/

Geographic Information Science...
Figure 3. Aji Putra Perdana @ geospatial learning office

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial training ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Minggu, 06 Desember 2009

(Untitled Post)

(Untitled Post)

Kurasa itulah judul yang pas untuk postingan imajinasi spasial kali ini bersama thole and cakep. Hal ini dikarenakan banyak judul yang mesti dikerjakan dan tak satupun keluar ide-idenya. Memulai menulispun dengan sesuatu yang tanpa judul. Satu yang telah terselesaikan dalam task list "To Do" di genggamannya ialah bertemu dengan JT and M, sedikit conversation tlah dilakukan, menjawab several questions regarding geospatial question. Jika ga salah ingat, berikut beberapa pertanyaan yang dilontarkan (cerita sebelumnya ada di postingan http://ajiputrap.blogspot.com/2009/12/berkoordinat-bumi-alias-georeference.html) :

1. Kenapa petanya ketika dibuka koq letaknya pada satu lokasi, seharusnya khan berbeda-beda (bahasa ringkasnya, koq beberapa kelurahan dalam satu area, harusnya khan pada lokasinya masing-masing), "jawabane : lha wong peta ne ora berkoordinat bumi alias georeference ya makanya seperti itu. Dadi kudu di-register and transform (ekstensi nang ArcView) atawa di Spatial Adjustment nak di ArcGIS 9.x."

2. Terkait dengan pertanyaan sebelumnya dan postingan sebelumnya http://ajiputrap.blogspot.com/2009/12/berkoordinat-bumi-alias-georeference.html : Gimana mengatur alias setting View-Properties, distance unit and measurement unit..udah terjawab dech...kalau datanya belum terkoreksi geometrik alias punya koordinat, baik UTM ataupun geografis..ya tidak bisa diatur unitnya ke decimal degree atau meter...eh bisa dink, tapi ga bener. terutama terkait skala petanya...

3. Adakah tips and trick untuk pembuatan layout dan view ketika kita mengerjakan almost 30an peta ataupun lebih ? Jawabannya, berhubung hanya membutuhkan output file berupa tampilan peta, tanpa grid UTM ataupun geografis. Maka buka di View, atur field kunci atau info yang ditampikan, kelasnya dan juga warna gradasinya, rename theme, dilanjutkan copy theme untuk buat peta lainnya dan seterusnya hingga dihasilkan puluhan theme sesuai yang diinginkan. Lalu silahkan masuk ke Layout, dan gonta-ganti ae theme yang visible so automatically peta yang tampil di layout berubah. Dilanjutken dengan mengeksportnya one by one, but you do not need to make a lot of layouts or views for each maps...

4. If i have autocad map files, could you convert into shapefiles ? jawab thole : yes...and we need to do georeference cad data, you may read this http://ajiputrap.blogspot.com/2009/06/spatial-adjustment-and-georeferencing.html

5. Thanks..its nice to meet you...tips and trick can help me to do these faster and save time...

Walach...thole-thole...seko ra iso cerito dadi ngalur ngidul...alias tanpa alur hingga untitled post...hehe.

Rasanya senang sekali bisa bertemu dengan urban planner dari negeri adidaya USA. Still young, tapi masih mudaan thole dan yang jelas agak bagusan mas cakep dikit...hehe. Seandainya dilihat melalui kacamata ruang dan waktu ala thole cakep.

Hari ini hampir separuh waktu dalam sehari yakni 24 jam, separuhnya mestinya 12 jam dihabiskan thole cakep dalam bilik ruang. Pagi hari berbekal sekotak layar tipis yang berisi beragam imajinasi spasial kepunyaan yang memiliki, berkutat sambil menunggu waktu (flashback dulu yaw).

Kembali lagi ke beberapa waktu jam yang lalu. Jam tangan di pergelangan thole yang merupakan spesial prize at spasial momen menunjukkan angka almost 9.30 wib. Kebiasaan untuk ontime atau malah before time, membuat thole dan cakep melaju dengan kendaraan merahnya menuju ke sebuah tempat royal buat sekedar wasting time effectively bu browsing and sometimes open facebook. Also doing something usefull, such as mapping dikit-dikit, reading sitik-sitik, meh nulis ra iso-iso dadine waktupun berlalu dengan cepat dan menunjukkan pukul 09.57 masuklah satu sms bilang kalau mereka udah dekat kos cakep by taxi. Langsung thole membalasnya dan mengatakan bahwa thole and cakep sedang di cafenet. Tetapi karena mereka udah terlanjur diantarkan ke kos cakep, mereka jalan kaki menuju cafenet dimana thole and cakep berada. Mmmm...lumayan, ga terlalu jauh lah bagi mereka, so i sent sms say that i am so sorry...maap, inyong kagak ngarti nek kalian berdua udah dekat dengan kosku. Finally, bertemulah thole and cakep bersama JT and M.

Start with perkenalan, M is urban planner...wach masih muda tapi udah jadi urban planner. Thoel and cakep pun mengenalkan diri..My name is Cakep, eh Thole, asline Aji dink..hehe. Then JT, menambahkan Aji is now taking master course (opo kuwi artine... ?!? njupuk master software apa yaw ? ) in Faculty of Geography, Gadjah Mada University. Thole hanya tersipu sok cool dan terdiam but proud due to kesempatan yang luar biasa bisa sinau lagi dan melanjutkan dengan tantangan yang membuatnya mengatakan "Its Hard to School, but its not easy to enter School and Its Need BIG Energy and Consentration". Setelah perkenalan langsung to the point dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang telah diterangkan di atas (back to laptop sing bagian nduwur - atas tadi).

Eh barusan, thole nengok bentar alias ngelirik bentar gmailnya, ternyata lagi pada Online. hehe. Tantangan yang luar biasa untuk mendengarkan bahasa asing memasuki telinga thole, seakan ada tahapan dan proses yang dilewati. Dimulai dari mendengarkan dengan seksama dan memperhatikan gerakan mulutnya, sebagai input untuk kemudian dicerna dan diolah dalam pemrosesan gelombang bahasa, proses translating pun dimulai layaknya google translate. Imajinasi spasial kata-kata pun mulai diketikkan dan diposisikan secara spasial pada koordinatnya masing-masing, sehingga kata-kata asing tersebut kemudian dapat diterjemahkan ke dalam sistem koordinat setempat alias bahasa ibu nya thole and cakep. Dari bahasa Inggris masuk ke ruang bahasa Ngapak ala Pemalang, dipindahkan ke ruang lebih umum alias bahasa Jawa dan diteruskan lagi ke dalam ruang bahasa Nasional yakni bahasa Indonesia. Thole meresapi menghayati dan langsung melakukan quick export untuk melakukan balasan dan segera merangkai kata-kata penjelasan dalam bahasa ringkas dengan kosakata pas-pasan.

Walhasil, menulis yang untitled pun hampir menghabiskan waktu satu jam lebih. Sungguhlah kata yang terangkai mengalun begitu saja seiring apa yang dirasakan dalam kalbu orang yang seharian menatap sekotak layar bercahaya dengan hiasan nada-nada teknologi internet, especially blogging. Memutuskan untuk blog hari ini, biasanya begitu menatap monitor yang terkoneksi dengan jejaring ada dua hal yang harus segera diputuskan : "to blog or not to blog ?". Selanjutnya diteruskan dengan memilih : "formal or informal ?". Yang jelas apapun pilihan Anda, minumnya tetap es teh,,,es milo juga boleh atau jus alpukat, kadang ya jus jambu. Semakin malam semakin tidak jelas, dan semakin melupakan tugas dan kerjaan spasial yang mesti dilakukan karena terlalu terlena dalam lantunan imajinasi thole and cakep.

Membaca sekilas tiap judul dari pdf, doc, ppt yang thole download terkait water pollution, membangkitkan rasa penasaran thole dan timbul pertanyaan. Can we solve it ???
Masalah adalah syarat utama adanya penelitian, nek gak ada masalah njuk meh neliti opo yaw ? Tapi pas diberi tugas mencari alasan alias latar belakang mengapa suatu hal perlu dikaji koq angel tenan yow. Demikian celetuk cakep pada thole yang masih asyik menulis dan menulis tanpa alur cerita yang jelas.

Bekerja dengan Ms. Excel sungguh luar biasa, hampir menahun thole menggeluti excel terkait data dalam kolom dan baris yang kurang begitu terstruktur. Kini thole and cakep pun kembali berkutat dengan kolom dan baris yang kali ini lebih tertata karena its depend on the human to manage database. Join data itulah Andalan thole dan cakep yang sekarang sedang menikmati waktu yang dilaluinya sebagai tukang gambar keliling. Bersama dengan sobat-sobatnya yang dengan sukarela dan tak kenal lelah berjuang bersama thole and cakpe guna spatial improvement and security income..(jadi teringat akan seseorang, anyway Thanks a lot and hopefully i am not mengecewaklan (sori thole lali bahasa londone opo?)).

Berjuang di jalan yang penuh liku, mengharuskan kita memiliki manajemen dan planning yang baik. Itulah yang sedang dikaji oleh thole and cakep, hingga mengambil Management and Planning. Teringat hal ini, teringat kembali akan postingan statusnya di facebook :

"management and planning, apa sich maknanya?termasuk di dlmnya ruang dan waktu kah?tny thole pd cakep"

Ada seorang kawan yang membantu menjelaskannya (tengkyu kang RE):

management: how to manage aktivitas yg jelas berkaitan dengan ruang dan waktu. planning/perencanaan:suatu
proses penentuan segala sesuatu di masa sekarang untuk aktivitas yang dilakukan dimasa yang akan datang, juga sangat jelas berkaitan dg ruang dan waktu

Balik maning nang blogging, eh liat counter hampir menunjukkan tiga jam kuterpaku di depanmu duhai monitor miliknya warnet.

Belajar tidak mengenal waktu dan tempat, meskipun ku menulis tanpa arah akantetapi banyak hal dari yang terjadi di tiap waktu dan ruang yang tlah terlalui. Geospatial Learning in daily life...

Start from myself itulah ruang dan waktu bagiku, and when i meet with you kita terhubungkan dan terjadilah singgungan spasial dan temporal.

Jogja, hari keenam di Bulan Desember..menulis enam desember, inginku mengucapkan met milad tuk adikku Puput yang sedang menikmati waktu dalam data editor di Pulau seberang..hope the best for you my sister. Untuk adikku yang paling kecil, yang milad sebulan yang lalu...c u in home, keep study. Tuk adikku yang sedang belajar geospatial, keep learn dan semoga diberi kekuatan dan perlindungan slalu dari hal-hal yang tidak pas.

Thole and Cakep ingin mengungkapkan, be honest is better daripada menambal tiap ban bocor...hingga tanpa sadar letusan tersebut mengenai sekitar thole and cakep. (opo nech kie..koq soyo ra jelas...zZZzzz..tandane wis ngantuk...)

Telinga diciptakan di kiri dan kanan, tujuannya supaya kita bisa mendengar dengan baik tidak hanya dari satu pihak tapi dari kedua sisi sehingga informasi yang masuk tidaklah mentah. Mulut diciptakan hanya satu, akan tetapi satu saja sudah sangat berbahaya bahkan bisa menusuk hati dan menyayatnya hingga terluka. Saking ampuhnya MLM (mulut lewat mulut) adalah senjata yang ampuh juga (di sisi positipnya) bagi dunia pemasaran dan bisnis.

Hati begitu lembut tercipta dan syarat akan rasa dan kontrol akan jiwa dan raga...

Ya Allah SWT... Ampunilah hamba yang khilaf dalam kata dan kadang lupa tuk sujud syukur atas nikmat ruang dan waktu yang tlah diberikan di dunia ini, semoga i can be better di tiap waktunya tuk kelak di akhirat nanti...

Akhir kata, maaf atas sgala khilaf...barusan thole terima sms urgen...so msut be offline now..

c u ...
Geographic Information Science...
Figure 3. Aji Putra Perdana @ geospatial learning office

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial training ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.



Rabu, 02 Desember 2009

Cerahnya Air Laut...

Gambar 1. Thole mengukur kecerahan air laut pake seichi disk di taun 2006 sewaktu mengikuti survey yang dilakukan oleh teman-teman di SeaCorm, BROK, Perancak, Bali...

Menatap foto ini kembali mengingatkan akan perjalanan thole and cakep from Jogja to Bali and Bali to Jogja again just for finishing his study at S1 Faculty of Geography, Gadjah Mada University...

Terima kasih tuk semua teman-teman Perancak, ITS, and UNDIP also...

Mengukur kecerahan air laut, semoga menjadikan cerahnya waktu yang dilalui dalam kehidupan di planet bumi ini...

Salam Cakep,

Aji Putra Perdana
-mengisi waktu dan tempat-

Jogja Hari kedua di Bulan Desember di tahun 2009 ditulis di ruang warnet wifi-an...hehe


Geographic Information Science...
Figure 3. Aji Putra Perdana @ geospatial learning office

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial training ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.





berkoordinat Bumi alias georeference...

berkoordinat Bumi alias georeference...

Today alias hari ini, saat ini, detik ini thole and cakep ingin menulis mengangkat tema diskusi mengenai "berkoordinat bumi alias georeference...". Karena sewaktu thole and cakep sedang asyiknya menikmati wejangan mengenai research methodology ada sms yang masuk dari seorang rekan yang bekerja bebas mengenai urban planning. Sms dia menanyakan mengenai data yang dikerjakan olehnya ketika dibuka di software GIS keluaran ESRI dengan versi 3.x nya, "apakah harus di setting dalam view properties nya, yakni di bagian map unit dan distance unitnya ke dalam meter dan meter atau kah bagaimana ?".

Alkisah, ketika mengawali mengerjakan data urbannya dia yang telah sukses memetakan hingga batas RW dan RT di beberapa Kota di Indonesia tercinta ini, thole sudah mengutarakan mengenai "spatial data is become GREAT data and very usefull if it's georeferenced". But at that time, he did not care about it due to what his need is only how to join excel data with map. he just need GIS as gambarnya indah sekali and also as SIG as Sungguh Indah Gambarnya.

Suddently, when he and his friend who come from aboard doing little Atlas and open data that are not georeferenced, bingung pun dimulai. Dia pun teringat akan pekerjaan sebelumnya yang berhasil dia georeference khan oleh temannya (dari luar juga yang ahli GIS) menggunakan survey GPS untuk mengimpan lokasi-lokasi sebagai GCP (ground control point) so he ask me to help him provide GPS for the survey. Dari point tersebut, tampaknya dia mulai mengerti apa makna berkoordinat bumi, baik itu geografis maupun dalam UTM (Universal Tranverse Mercator).

Hal yang salut bagi pekerjaan pemetaan hingga level RW bahkan RT yang dilakukan mereka ialah sebuah pembuktian akan ide-ide yang diobrolkan bersama thole and cakep bahwa hal tersebut dapat terlaksana. Bahkan telah suskses memetakan untuk beberapa Kota dan membantu berbagai kajian geospasial, sebagai contoh kajian "climate change and urban", mapping simpel information but usefull, such as sanitation, number of population until RT level, number of poor family, health (dengue, malaria), etc.

Question is start with "how to make data that not geometrically corrected?"...

The answer is in thole previously posting : http://ajiputrap.blogspot.com/2009/06/spatial-adjustment-and-georeferencing.html

Spatial Adjustment digunakan untuk mengkoreksi posisi dari data spasial yakni data vektor - melalui Spatial Adjustment toolbar, sedangkan Georeferencing digunakan untuk mengkoreksi posisi dari data spasial yakni data raster - melalui Georeferencing toolbar (biasanya digunakan untuk : citra satelit (satellite images), foto udara (aerial photographs), dan scanned CAD drawings.

We can use register and transform, if we use ArcView 3.x for raster and vector files
or we can use spatial adjustment for vector layer and georeference for raster layer in ArcGIS 9.x

Hopefully, all data will be georeferenced so it can be use for the Government in study area to be analyzed more detailed and spatially.

Hal yang menarik lagi dalam membantu free-spatially works ini ialah its seem to be simple but its very useful and SANGAT BERHARGA DAN BERGUNA bagi pembangunan daerah yang berkesinambungan...

Because of harga data citra satelit resolusi spasial tinggi relatif mahal, sehingga muncullah alternatif lain yakni penggunaan Google Earth yang sangat membantu dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Yakni melakukan capturing images dari Google, dilanjutkan dengan melakukan mosaik citra tersebut, mencetaknya dalam kertas yang cukup besar, sehingga dapat dibawa untuk survey sekaligus melakukan pemetaan partisipatif guna memperoleh batas RW dan RT tentunya dengan melibatkan warga setempat dan pihak terkait. Walhasil, dilanjutkan dengan menggambarnya kembali ke dalam data digital (walaupun menggunakan software drawing, such as Adobe Illustrator) sehingga menyebabkan thole and cakep melakukan penggambaran ulang dan tidak memperoleh adanya data spasial yang bergeoreference alias berkoordinat geografis ataupun UTM.

faster, easier, effective, and hopefully not forget about accuracy and fix information that spatially integrated...

pertanyaan yang muncul ketika berhadapan dengan data spasial, apalagi sekarang sedang boomingnya pembicaraan mengenai data spasial nasional, daerah, dan sebagainya ialah "keikhlasan dalam data sharing and data interoperability"...

banyak yang melakukan survey pemetaan, proyek pemetaan, pengadaan citra satelit, pelatihan-pelatihan spasial guna menghadapi permasalahan kebumian (A,B,C : Abiotic, Biotic and Culture) demi keberlangsungan planet of earth dalam skala global dan demi pembangunan yang berkelanjutan untuk bangsa dan negara Indonesia tercinta ini. Thole and cakep bertanya pada diri sendiri, apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat spasial Indonesia ??? cukupkah hanya dengan mengadakan Seminar-Seminar, Publikasi-Publikasi, Penelitian, Proyek ??? Sudahkah menyentuh akar rumput ataukah sekedar membasahi dahaga sang pengelana spasial ???

thole and cakep berbagi bahwa hal itu masih dilema, karena thole and cakep masih lapar dan dahaga akan berbagai harapan yang ada...

be spatial be yourself...

Spasialkan data Anda dan ingatlah untuk mengacu pada Bumi karena kita tinggal di permukaan Bumi ini...berkoordinat Bumi alias georeference...its all what you need my friends...

Salam cakep, Jogja Hari kedua di Bulan Desember di tahun 2009 ditulis di dalam ruang kelas..


Geographic Information Science...
Figure 3. Aji Putra Perdana @ geospatial learning office

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial training ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.

Minggu, 29 November 2009

Spatial Learning from Duck !!!

Bebek aja Bisa, bisakah kita !?!
Duck can do it, why we cannot ?!?


Gambar 1. Antrian bebek yang difoto oleh Aji Cakep sewaktu mengunjungi tempat KKN adiknya di daerah Bantul pada tanggal 4 April 2007
Figure 1. Queue duck photographed by Aji Cute CCN when visiting her sister in Bantul area on 4 April 2007


Spatial Learning from Duck !!!


Ketika membuka foto-foto yang ada di komputernya, thole menemukan foto yang menggambarkan fenomena yang kerap terjadi di Indonesia. Fenomena ruang dan waktu yang terjadi ketika ada sebuah aktivitas berjudul "pembagian", misalnya yang barusaja atau bahkan sekarang masih berlangsung yakni pembagian daging qurban.


When I was explore the photos in my computer, thole find pictures that describe a phenomenon that often happens in Indonesia. Time and space phenomena that occurs when there is an activities called "division", for example, recently or is still going on even now that the division of meat qurban.

Jika mencermati gambar bebek di atas, maka ada gambaran spasial bahwa bebek sedang berlari dengan teratur dan dalam barisannya. Tanpa ada keinginan untuk saling mendahului karena semua pasti kebagian jatahnya masing-masing.

If you look at the picture above the duck, then there is the spatial image that the duck was running regularly and in the ranks. With no desire to precede each other because all must gets its quota of each.

Bisakah kita tertib seperti bebek ?
Can we order like a duck?

Silahkan cermati gambar di bawah ini dan bandingkan dengan gambar 1:
Please look at the picture below and compare with figure 1:

Figure 2. Antrian Daging Qurban

Marilah kita berfikir bersama dan temukan apa yang sesungguhnya terjadi, mampukah kita dapat melakukannya dengan lebih baik ???

Let us think together and find out what really happened, Could we can do it much better?

Manusia memiliki cipta, rasa dan karsa yang tentunya dapat melakukan sesuatu dengan lebih baik...

Humans have a thought, feeling and initiative which of course can do things better ...

Geographic Information Science...
Figure 3. Aji Putra Perdana @ geospatial learning office

* ini bukan tulisan geospatial, tapi renungan berfikir dan ajakan geospatial training ala thole cakep*
-end-


"Don’t be silent, do something and smile for Planet of Earth”
by Aji Putra Perdana
"The Transformer of GIS and Remote Sensing“
http://ajiputrap.blogspot.com/

Dancing in A Globalized, Dancing with Love and Peace for Our Planet of Earth”
by My Little Sister

Salam Hangat,

Mencoba berpikir sederhana untuk memecahkan kerumitan dari sebuah problematika.