Selasa, 12 Mei 2015

Peta NKRI Edisi Tahun 2015

Peta NKRI Edisi Tahun 2015


Cibinong, 12 Mei 2015

Hari ini Selasa 12 Mei 2015 di Aula Badan Informasi Geospasial sedang berlangsung agenda penandatanganan Peta NKRI Edisi Tahun 2015. Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) direvisi setiap tahun apabila terjadi perubahan yang tentunya ditentukan oleh tim teknis penyusun Peta NKRI yang melibatkan berbagai Kementerian/Lembaga terkait. 

Acara dibuka oleh Kepala Badan Informasi Geospasial, Bapak Priyadi Kardono yang menyampaikan bahwa tiap edisi Peta NKRI mestinya menunjukkan hal yang berbeda dan perlunya pengarsipan Peta NKRI sebagai Dokumen Resmi. 

Dilanjutkan oleh penjelasan teknis mengenai perubahan atau perbaikan yang dilakukan pada Peta NKRI Edisi Tahun 2015 diantaranya perubahan batas wilayah negara berdasarkan pada beberapa peraturan/kesepatan/persetujuan yang berlaku, perubahan pada legenda dalam bentuk teks penjelasan mengenai perjanjian batas wilayah darat NKRI dengan Timor Leste, perubahan kesepakatan peletakan nama Laut Natuna, penambahan mengenai sumber data pada legenda, penambahan informasi mengenai dasar hukum perairan NKRI, beberapa koreksi mengenai penulisan nama rupabumi (toponim) sebagai contoh Negeriparitmalintang diubah menjadi Nagari Parit Malintang pada Peta NKRI Edisi Tahun 2015, selain itu juga terdapat pemekaran wilayah dan perubahan nama kabupaten yang digunakan sebagai perbaikan informasi nama rupabumi dalam Peta NKRI Edisi Tahun 2015.

Perwakilan dari Dishidros TNI-AL menyampaikan bahwa informasi yang disampaikan dalam Peta NKRI Edisi Tahun 2015 cukup informatif, sehingga informasi detil mengenai peraturan perundang-undangan atau kesepakatan terutama yang terkait dengan batas wilayah negara perlu tetap dipertahankan. Hal ini mengingat masih banyaknya orang yang belum mengerti mengenai informasi tersebut. Perwakilan dari Dittopad TNI-AD menyampaikan bahwa perlunya sebuah buku saku yang menjelaskan mengenai Peta NKRI Edisi 2015 dan menambahkan bahwa dengan memasang Peta NKRI terutama di daerah perbatasan akan semakin meningkatkan rasa nasionalisme dan kesadaran betapa luasnya wilayah NKRI. Draft buku saku tersebut sempat disusun oleh tim teknis pada tahun 2014, akan tetapi untuk Peta NKRI Edisi Tahun 2015 ini perlu disusun terkait dengan perubahan terhadap isi/konten dari Peta NKRI Edisi Tahun 2015 bahkan termasuk mengenai data/informasi yang digunakan. Perwakilan dari Kementerian Pertahanan menyampaikan bahwa perlunya tetap mempertahankan informasi tentang referensi spasial dari data yang disajikan.

Usulan dari forum perlunya menambahkan logo dari tiap Kementerian/Lembaga yang terlibat sebagai kontributor data/informasi yang disajikan dalam sebuah Peta NKRI dengan tentunya tetap memperhatikan kaidah kartografis dalam penyusunan tata letak logo-logo tersebut sebagai bagian informasi tepi peta. Perlunya 'penegasan' dapat dengan penggunaan font dengan bold (ditebalkan) untuk informasi peraturan yang baru muncul pada Edisi kali ini.
Cuplikan Peta NKRI Edisi Tahun 2015 Skala 1:5.000.000
---unduh Peta NKRI Edisi 2015 di http://www.big.go.id/peta-nkri/ ----

Sebagai penutup, dari Biro Hukum BIG menyusun dan membacakan draft Berita Acara Sidang Penetapan Peta NKRI Tahun 2015 untuk kemudian disepakati. Forum melakukan koreksi terhadap draft Berita Acara yang dibacakan untuk kemudian disepakati sebagai hasil dari pembahasan untuk pengesahan Peta NKRI Edisi Tahun 2015. Tiap perwakilan Kementerian/Lembaga yang menghadiri sidang menandatangani 

Perjalanan yang cukup panjang mengikuti perkembangan penyusunan Peta NKRI dari tahun 2011 hingga tahun 2015 cukuplah menarik mengingat Peta NKRI ini disusun bersama oleh berbagai Kementerian/Lembaga terkait. Makin menarik baik dari aspek teknis maupun saat persidangan dimana perubahan dinamis mulai dari aspek penulisan nama rupabumi, pemekaran wilayah, hingga perubahan kesepakatan/perjanjian mengenai batas wilayah negara. 


Salam,

Aji Putra Perdana

Bacaan menarik (menurut penulis :p) :




Minggu, 28 September 2014

Mimpi Spasial...

Mimpi Spasial...

Zhongli, 28 September 2014

Mimpi...bukanlah kata yang asing dalam kehidupan kita. Mimpi bisa hadir saat kita tertidur baik di siang bolong maupun di malam gelap gulita. Bahkan mimpi ternyata bisa terjadi saat kita dalam keadaan sadar hingga saat kita memiliki sesuatu yang ingin kita raih. Kita ingin meraih mimpi,,,seakan mimpi adalah sesuatu yang ideal yang kita dambakan dimana kadang hal itu dapat terwujud ataupun sirna ditelan kenyataan lain.

Lalu apa hubungannya dengan 'Spasial'? Mimpi Spasial...mari kita cermati dan kembali renungi mimpi-mimpi baik mimpi di alam tidur ataupun mimpi saat kita sadar dan ingin meraihnya. Ya...aspek ruang, lebih tepatnya ruang kebumian apabila mimpi kita masih dalam taraf ruang kebumian akan beda jika mimpi kita untuk berada di bulan atau planet lainnya. Mimpi memiliki aspek ruang yang kadang bisa melompat dari satu tempat ke tempat lain. Terlebih apabila mimpi itu berada di alam bawah sadar.

Kesadaran kita untuk meraih mimpi positif senantiasa membangkitkan semangat di hari-hari yang kita lalui. Ada yang bilang ada mimpi buruk ketika mimpi itu menghantui kita tatkala terbangun dari tidur atau bahkan semakin membuat kita susah tidur. Tetapi mimpi yang indah adalah yang selalu kita idamkan. Mimpi yang bisa di'peta'kan atau disajikan secara spasial tentu akan sangat menarik, bahkan disadari atau tidak beberapa film penuh imajinasi yang kita saksikan adalah hasil dari buah mimpi para sutradara ataupun penulis buku dan kawan-kawannya. Dimana mereka mampu menuangkan mimpi mereka ke dalam wujud yang bisa dinikmati oleh khalayak ramai.

Mimpi berkunjung ke wilayah di luar tempat kita dilahirkan adalah salah satu wujud mimpi spasial. Mimpi spasial kini bisa digapai melalui dunia maya akan tetapi datang langsung ke lokasi yang diimpikan adalah sesuatu yang lebih nyata.

Mari nikmati alam mimpi ini dan gapailah imaji mimpi positif kita untuk kehidupan di dunia yang sementara dan kehidupan akhirat yang lebih kekal. Ada satu mimpi yang masih harus kugapai dalam kehidupan ini yaitu mewujudkan impian untuk ibadah Haji. Di bulan ini, ketika hari semakin dekat dengan Hari Idul Adha semakin menyadarkan kita bahwa tiap langkah yang dijalani tak lagi sekedar mimpi jika kita berani melangkah dan melaluinya serta atas izin Sang Maha Kuasa maka semua mimpi positif dapat hadir nyata di kehidupan kita.

Ini mimpi spasialku...bagaimana mimpi spasialmu?

Salam Spasial Spesial,

Aji Putra Perdana
-Pemimpi Spasial-
/app

Kamis, 18 September 2014

Petanya Satu untuk Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa

Petanya Satu untuk Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa

Bandung, 18 September 2014

Hebohnya angka 1 dan 2 kini telah berakhir pasca pilpres 2014 dan mulai berganti dengan angka 3 yang merujuk ke sila k-3 Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Jika dicermati meskipun sila-nya sila ke-3 tapi tetap menyebut angka 1 (satu) sebagai wujud tunggal --> Bhinneka Tunggal Ika, bermakna berbeda-beda tetapi tetap satu jua (kurang lebih demikianlah yang dulu diajarkan saat pelajaran PMP, PPKN, P4 ataupun Kewarganegaraan...entah apa kini nama mata kuliah atau pelajaran tersebut).]

Bahkan jika merunut ke sejarah semangat juang para pemuda yang mengangkat Sumpah Pemuda bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu yaitu INDONESIA. Maka, di era kesadaran geospasial (pentingnya peta acuan yang tunggal) dibutuhkan sebuah acuan bersama yang disebut sebagai informasi geospasial dasar sebagai 'Petanya Satu untuk Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa' agar mengurangi tumpang tindih informasi ruang kebumian yang berkaitan dengan pemanfaatan ruang di bumi tercinta Indonesia. Kehebohan mengenai Satu Peta ini (baca: One Map Policy) semakin mengemuka tatkala pada debat capres, salah satu capres yang kini telah menjadi Presiden terpilih mengutarakan One Map Policy sebagai solusi atas tumpang tindihnya pemanfaatan lahan atau penggunaan lahan atau pertanahan atau perijinan kawasan atau apapun namanya; dimana satu lahan atau ruang di bumi ini memiliki peruntukan yang berbeda-beda. Hal ini tampak ketika ditumpangsusunkan berbagai peta tematik yang berkaitan dengan peruntukan ruang, misal peta guna lahan, peta kawasan hutan, dan dikaitkan lagi dengan peta tata ruang. Konon katanya semakin menampakkan ketidakberaturan yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari aspek teknis bahkan hingga politis.

Keberadaan adanya Satu Peta (dasar) yang menjadi acuan bagi Peta Tematik menjadi kunci dalam mewujudkan One Map Policy, sehingga lambat laun permasalahan satu peta yang diacu dan digunapakai secara bersama oleh berbagai pihak terkait dapat disepakati. Jika bicara kesepakatan, maka ijinkan penulis menyatakan bahwa Peta adalah Kesepakatan, sepakat bagaimana Satu Indonesia bekerjasama membangun terwujudnya Satu Peta serta menggunakannya secara bersama-sama.

Apakah keberadaan Satu Peta ini dapat diwujudkan oleh satu instansi secara sendirian? Tentu saja tidak, Satu Peta dapat diwujudkan jika Satu Indonesia bekerja bersama-sama dan bersinergi serta menghilangkan ego sektoral. Rasa nasionalisme perlu dibangun oleh para pegiat geospasial untuk bersama dengan segenap rakyat Indonesia memerdekakan bangsa ini dari 'Buta Peta'. Melalui peta yang tunggal untuk menggambarkan 'kebhinekaan' Indonesia adalah salah satu upaya meningkatkan wawasan mengenai indahnya nusantara dan memperkokoh ketahanan nasional.

Lihatlah isu mengenai akan berubahnya salah satu lembaga yang akan menjadi kementerian (pertahanan) dan pula munculnya isu poros maritim. Keduanya berbicara informasi geospasial di daratan dan lautan yang jelas-jelas merupakan kekuatan dari Peta untuk dapat menggambarkannya dan memberikan solusi yang akurat, tajam, dan dapat dipertanggungjawabkan jika dan hanya jika adanya kesepakatan Satu Peta. Perlu diingat pula, jika dulu bicara peta terbayang lembaran-lembaran peta yang harus dibawa dan digelar, maka kini di era digital atau teknologi informasi komunikasi yang kian maju hari demi harinya lahirlah peta digital yang bisa digenggam erat di tangan bahkan bisa dilihat melalui kacamata serta membantu kita menghindari kemacetan. Teknologi semakin mendekatkan kita dengan Peta (baca: Informasi Geospasial) yang seyogyanya membuat kita semakin bijak dalam mengambil keputusan untuk pengelolaan ruang kebumian.

Petanya Satu untuk Satu Nusa Satu Bangsa Satu Bahasa: bersama wujudkan satu peta untuk menggambarkan nusantara tercinta; bersama gunakan satu peta untuk pembangunan bangsa tercinta; dan jadikan peta nan tunggal sebagai bahasa dalam komunikasi seluruh rakyat dan wakilnya agar membantu pemimpin ataupun pimpinan bangsa Indonesia memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, serta menjaga perdamaian dunia.

Sekian aliran cerita yang mempertanyakan, kapan akan terwujudnya kesatuan Peta ini?

Salam,
Aji PP
/app





Jumat, 22 Agustus 2014

ARGO FLOAT DAN GOOGLE EARTH

ARGO FLOAT DAN GOOGLE EARTH

Cibinong, 22 Agustus 2014

Di pagi nan cerah ini di kala ruangan masih sepi, kembali tergugah untuk menengok memori mengenai Argo Float. Berkunjunglah ke situs http://www.argo.ucsd.edu/index.html. Apa itu Argo Float? Dalam info science di New York Times dituliskan dengan judul "In the Ocean, Clues to Change". Sebuah robot yang mengapung dan merekan informasi suhu dan salinitas hingga kedalaman 2000 meter di lautan/samudera nan luas. Data yang dihasilkan oleh sistem Argo ini near-real time yang dapat diakses beberapa jam setelah proses pengumpulan data oleh Argo Float.

Argo is a global array of more than 3,000 free-drifting profiling floats that measures the temperature and salinity of the upper 2000 m of the ocean.  This allows, for the first time, continuous monitoring of the temperature, salinity, and velocity of the upper ocean, with all data being relayed and made publicly available within hours after collection. (sumber: http://www.argo.ucsd.edu/index.html)
Berikut gambaran posisi per tanggal 21 Agustus 2014 (yang ditayangkan dalam situs Argo saat penulis mengaksesnya hari ini 22/08):
Positions of the floats that have delivered data within the last 30 days (AICupdated daily) :
Jika gambaran di atas diperbesar pada wilayah perairan Indonesia dapat dilihat bahwa dari 3629 floats terdapat beberapa Argo Float yang mengapung dan merekam pula informasi suhu dan salinitas wilayah perairan Indonesia.

Sebaran Argo Float yang melintas pula di perairan Indonesia
Lebih detil mengenai Argo Float silahkan berkunjung ke situsnya. Jika hendak membaca apa yang pernah ditulis di blog ini mengenai Argo Float bisa mengunjungi link ini http://ajiputrap.blogspot.com/search/label/Argo%20Float

Lalu bagaimana melihat data Argo Float divisualisasikan? Salah satunya menggunakan Ocean Data View atau dikenal dengan ODV. Selain dapat untuk membuka data Argo Float, di dalam situsnya disajikan pula berbagai link data global yang dapat diakses atau digunakan untuk melihat atau mengamati kondisi oseanografi lautan di bumi ini.

Berikut sejumlah data yang tersedia dalam ODV:
Oceanographic Datasets in ODV Format
NameDescription
eWOCEElectronic Atlas of WOCE Data
BATS Bottle DataBermuda Atlantic Time-Series Study Bottle Data
CARINA Bottle DataHydrographic, nutrient and internally consistent data of carbon system parameters (CARINA Group, 2009)
Coriolis CORA-3.4Coriolis Ocean Database for ReAnalysis - CORA-3.4 (6.2 Mio temperature and salinity profiles; 1990 - 2012)
GEOSECSGEOSECS Hydrographic and Tracer Data; 1972 - 1978
Global Alkalinity & TCO2Estimated alkalinity and total dissolved inorganic carbon (Goyet et al., 2000)
Global Transmissometer DatabaseTransmissometer and hydrographic data for the global ocean (W. D. Gardner, et al., 2003)
GLODAP Bottle DataHydrographic and carbon data for the global ocean (Key, R.M., et al., 2004)
GLODAP Gridded DataHydrographic and carbon climatology for the global ocean (Key, R.M., et al., 2004)
HOT Bottle DataHawaii Ocean Time-series Bottle Data
LDEO pCO2 DataGlobal pCO2 dataset containing more than 6.7 million stations (1957-2012).
MedatlasIIHydrographic data for the Mediterranean and Black Sea (Medar Group, 2002)
Mixed Layer DepthsMonthly global mixed layer depths on 1°x1° grid (Monterey and Levitus, 1997)
PACIFICAPACIFic ocean Interior CArbon dataset containing >10,000 stations (1985 - 2010)
PHC 3.0Polar science center Hydrographic Climatology (PHC3.0, Steele et al., 2005)
Reid & MantylaGlobal collection of historical hydrographic and nutrient data (Reid & Mantyla)
SOCAT fCO2 DataGlobal fCO2 dataset containing 10.1 million surface water measurements (1968-2011).
Southern Ocean AtlasStandard depth profiles and gridded version of the Hydrographic Atlas of the Southern Ocean (Olbers et al., 1992)
World Ocean Atlas 2001Monthly, seasonal and annual hydrographic data from the U.S. NODC World Ocean Atlas 2001
World Ocean Atlas 2005Monthly, seasonal and annual hydrographic data from the U.S. NODC World Ocean Atlas 2005
World Ocean Atlas 2009Monthly, seasonal and annual hydrographic data from the U.S. NODC World Ocean Atlas 2009
World Ocean Atlas 2013Monthly, seasonal and annual 1x1 degree hydrographic data from the U.S. NODC World Ocean Atlas 2013
WOCE Global Hydrographic ClimatologyGlobal 0.5 x 0.5 degree gridded climatology of Gouretski and Koltermann (2004)

Apa hubungannya Argo Float dengan Google Earth
Itulah yang menjadi alasan kemunculan tulisan ini. Ternyata dalam situsnya terdapat link Argo_GE yang menceritakan bagaimana jejaring pergerakan robot yang merekam informasi kelautan ini ditampilkan atau diakses ataupun dimonitor secara real time melalui Google Earth.

Informasi mengenai Argo Float dapat menjadi layer dalam Google Earth. Layer ini menunjukkan semua posisi float yang aktif maupun yang tidak aktif, hingga cerita dari tiap float tersebut dan dimana float itu diterjunkan. Trayek atau jejak perjalanan si Argo pada suatu area dan waktu tertentu dalam dijejak atau dilihat. Untuk mencobanya silahkan ikuti yang telah dijelaskan secara gamblang dalam situs tersebut. Berikut cuplikannya:
  1. Download and install Google Earth at http://earth.google.com
  2. Launch the application
  3. Click on the following link: http://argo.jcommops.org/argo.kmlThis will add a group of layers named "Argo" in your "Temporary Places" (see left frame). This group of layers includes active and inactive floats, deployment plans, and float stories.
    Move up this group of layers (picking the top level one) to your "Preferred places". Hence each time you launch GE, your Argo layers will be available and up to date.
    You can right click on the root layer and click "Refresh" to update it at any time (but it is not necessary as it should be automatic)
  4. You can filter the Argo layers for your country or your program. To do so right, click on the root layer, select "Properties". You will see the Network Link used to create the layers :http://www.jcommops.org/jcommops-kml/WebObjects/jcommops-kml.woa/wa/createKml?masterProg=ArgoAdd the following at the end of the URL, replacing %COUNTRY% or %PROGRAM% as appropriate:
    &country=%COUNTRY%
    or
    &program=%PROGRAM%
  5. You can do a spatial/temporal query on the GDAC database to display observations or float trajectorieshttp://www.jcommops.org/jcommops-kml/WebObjects/jcommops-kml.woa/wa/getKmlForm
Silahkan mencoba :)

/app




Rabu, 06 Agustus 2014

[Google_Maps_Engine] Membuat Peta dengan Google Maps Engine dan Hubungkan dengan QGIS/ArcGIS

[Google_Maps_Engine] Membuat Peta dengan Google Maps Engine dan Hubungkan dengan QGIS/ArcGIS

Cibinong, 6 Agustus 2014

Membuat Peta semakin mudah di era teknologi informasi mengingat telah tersedianya berbagai sumber data dasar yang dapat menjadi latar ataupun tempat menggambarkan lokasi atau informasi kebumian. Salah satunya yang paling fenomenal dan membuka wacana mengenai keberadaan geospasial kepada publik dengan akses yang mudah dan menarik ialah Google dengan Petanya (baca: Google Maps) dan Google dengan Buminya (baca: Google Earth). Bahkan kini Google Maps semakin interaktif dimana siapapun bisa membuat 'Peta' hingga menghubungkannya dengan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) seperti ArcGIS dan QGIS yaitu keberadaan Google Maps Engine.

Begitu membuka link https://mapsengine.google.com/map/ langsung ditawarkan untuk membuat Peta atau membuka Peta. Sebuah tawaran yang menarik untuk dicoba dan dipergunakan secara optimal dan berdaya guna. Keunggulan produk Google ialah "Satu untuk Semua", satu akun untuk berbagai akses ke aplikasi yang dikembangkan oleh Google.

Gambar 1. Tampilan Awal Google Maps Engine
Jika kita terbiasa menggunakan perangkat lunak SIG seperti QGIS dan ArcGIS, maka silahkan mencoba untuk berbagi pakai data dengan koneksi antara Google Maps Engine dan perangkat lunak SIG tersebut.

Gambar 2. QGIS Plugins: Google Maps Engine Connector
Gambar 3. ArcGIS: Google Maps Engine Connector
Demikian celoteh singkat hari ini,,,

Salam,

/app